Pertama Kalinya, Ilmuwan Ukur Medan Magnet Korona Matahari

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 14:34 WIB
Pertama Kalinya, Ilmuwan Ukur Medan Magnet Korona Matahari
Korona Matahari . [Peking University]

Suara.com - Para ilmuwan telah memetakan wilayah medan magnet global dari korona Matahari, bagian terluar Matahari yang tidak bisa terlihat secara langsung dari Bumi, untuk pertama kalinya.

Medan magnet ini membantu menggerakkan dan mengontrol banyak aspek perilaku Matahari, mulai dari cara plasma di sekitar Matahari dipanaskan hingga suhu ekstrem, hingga letusan Matahari yang dapat memengaruhi kehidupan di Bumi.

Pengukuran baru, seharusnya memberi ilmuwan wawasan tambahan tentang peristiwa tersebut dan pemahaman yang lebih baik tentang siklus Matahari 11 tahun, yang ditentukan oleh membalik medan magnet bintang.

Para ahli menggunakan instrumen Coronal Multi-channel Polarimeter (CoMP) di Mauna Loa Solar Observatory di Hawaii untuk melacak kemajuan gelombang Alfvén, yang bergerak di sepanjang medan magnet.

Medan Magnet Korona Matahari. [Peking University]
Medan Magnet Korona Matahari. [Peking University]

"Data yang dikumpulkan dari CoMP mengungkapkan bahwa korona Matahari penuh dengan gelombang Alfvén ini dan memberi kami tampilan terbaik yang tersedia," kata Richard Morton, fisikawan surya dari Northumbria University, Inggris, seperti dikutip Science Alert, Jumat (28/8/2020).

Hingga saat ini, para ilmuwan hanya bisa mendapatkan pengukuran reguler dan akurat dari medan magnet Matahari di tingkat fotosfer atau permukaan Matahari. Penelitian baru ini meluas hingga ke atmosfer Matahari bagian atas, yaitu korona. Dengan kata lain, ini adalah gambaran medan magnet Matahari yang jauh lebih lengkap seperti yang dipetakan oleh pengamatan gelombang Alfvén ini.

"Saya pikir ini adalah demonstrasi yang luar biasa tentang bagaimana kita dapat memanfaatkan gelombang Alfvén untuk menyelidiki sifat-sifat Matahari. Prosesnya mirip dengan bagaimana ahli seismologi menggunakan gempa Bumi untuk mencari tahu seperti apa bagian dalam Bumi," tambah Morton.

Tak hanya itu, para ilmuwan pun menggabungkan data gelombang dengan informasi tentang kerapatan elektron korona untuk membangun gambaran yang lebih lengkap tentang medan magnet Matahari. Meski begitu, masih banyak yang belum diketahui manusia tentang Matahari, seperti pertanyaan misterius mengapa korona jauh lebih panas daripada permukaan. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas Bahaya, NASA Selidiki Wilayah Misterius di Medan Magnet Bumi

Awas Bahaya, NASA Selidiki Wilayah Misterius di Medan Magnet Bumi

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Energi Angin dan Matahari Bisa Gantikan Listrik Tenaga Batubara

Energi Angin dan Matahari Bisa Gantikan Listrik Tenaga Batubara

Tekno | Senin, 17 Agustus 2020 | 14:00 WIB

Dokter Kulit Ungkap Kesalahan Umum Saat Menggunakan Tabir Surya, Apa Itu?

Dokter Kulit Ungkap Kesalahan Umum Saat Menggunakan Tabir Surya, Apa Itu?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:09 WIB

Biji Bunga Matahari disebut Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Biji Bunga Matahari disebut Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:51 WIB

Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari, Coba Andalkan 5 Bahan Rumahan Ini

Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari, Coba Andalkan 5 Bahan Rumahan Ini

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 08:35 WIB

Jangan Abaikan Kulit Terbakar Akibat Matahari, Pakai 5 Bahan Rumahan ini!

Jangan Abaikan Kulit Terbakar Akibat Matahari, Pakai 5 Bahan Rumahan ini!

Health | Kamis, 06 Agustus 2020 | 19:20 WIB

Terkini

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 17:50 WIB

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 17:38 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:21 WIB

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 17:15 WIB

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 17:02 WIB

×