Awas Bahaya, NASA Selidiki Wilayah Misterius di Medan Magnet Bumi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Kamis, 20 Agustus 2020 | 07:00 WIB
Awas Bahaya, NASA Selidiki Wilayah Misterius di Medan Magnet Bumi
Ilustrasi Segitiga Bermuda [shutterstock]

Suara.com - NASA sedang menyelidiki wilayah "penyok" sangat besar di medan magnet Bumi, yang menyebabkan malapetaka pada satelit mengorbit.

Dijuluki South Atlantic Anomaly (SAA), titik kelemahan magnetis misterius membentang dari Amerika Selatan ke Afrika dan telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.

Diperkirakan, SAA secara bertahap berkembang selama 200 tahun dan telah kehilangan 10 persen kekuatannya dibandingkan dengan medan magnet Bumi lainnya.

Itu bisa menimbulkan masalah bagi manusia karena medan adalah perlindungan utama terhadap partikel berbahaya yang ditembakkan dari Matahari.

Medan magnet Bumi. [NASA]
Medan magnet Bumi. [NASA]

Dikhawatirkan makhluk di dalam area SAA lebih rentan terhadap radiasi Matahari, membuatnya terpapar pada dosis yang berpotensi mematikan.

Seorang ahli geofisika NASA mengamati bagaimana wilayah itu berubah menggunakan setelit SWARM milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

"Medan magnet Bumi bertindak seperti perisai pelindung di sekitar planet, mengusir dan menjebak partikel bermuatan dari Matahari. Tapi di Amerika Selatan dan Samudera Atlantik bagian selatan, titik lemah yang tidak biasa di medan memungkinkan partikel-partikel itu turun lebih dekat ke permukaan daripada biasanya," tulis NASA dalam sebuah unggahan blog.

Lebih lanjut, partikel radiasi di wilayah ini dapat melumpuhkan komputer onboard dan menganggu pengumpulan data satelit yang melewatinya. Itu merupakan alasan mengapa ilmuwan NASA ingin melacak dan mempelajari anomali tersebut.

Menurut ESA, antara periode 1970 dan 2020, kekuatan minimum SAA turun dari 24.000 nanoteslas menjadi 22.000.

Selain itu, wilayah tersebut telah tumbuh dan bergerak ke barat dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per tahun.

Pusat intensitas berkurang kedua juga muncul dalam lima tahun terakhir, tepat di barat daya Afrika. Hal yang ditakutkan adalah SAA dapat terpecah menjadi dua bagian terpisah yang tumbuh seiring waktu.

"Kami sangat beruntung memiliki satelit Swarm di orbit untuk menyelidiki perkembangan SAA. Tantangannya sekarang adalah untuk memahami proses di inti Bumi yang mendorong perubahan ini," kata Jürgen Matzka dari Pusat Riset Jerman untuk Geosains, seperti dikutip The Sun, Kamis (20/8/2020).

Para ilmuwan percaya, anomali ini disebabkan oleh proses yang tidak teratur di dalam Bumi tempat asal medan magnet. Diperkirakan asal-usul SAA terletak di kerak Bumi, 2.900 kilometer di bawah permukaan tempat logam cair yang berputar menghasilkan gaya magnet.

Wilayah itu mengancam akan berdampak signifikan pada satelit dan pesawat luar angkasa lain yang mengorbit Bumi. Ini mirip seperti Segitiga Bermuda untuk luar angkasa, menyebabkan beberapa peralatan menjadi sedikit skew-whiff saat dibombardir oleh sinar Matahari.

Pesawat luar angkasa mematikan komponen penting saat memasuki medan magnet untuk menghindari kerusakan. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) memiliki beberapa papan daya yang disetel ulang sekitar sebulan sekali saat melewati wilayah tersebut.

Stasiun luar angkasa. [Shutterstock]
Stasiun luar angkasa. [Shutterstock]

Menurut Bryan Blair dari NASA, peristiwa itu menyebabkan beberapa jam data hilang, tetapi itu hanya terjadi setiap bulan atau lebih.

Beberapa ilmuwan khawatir bahwa melemahnya medan magnet Bumi bisa berarti Bumi sedang menuju pembalikan kutub. Dengan kata lain, kutub magnet utara dan selatan akan bertukar tempat. Hal ini telah terjadi secara teratur sepanjang sejarah Bumi, kira-kira sekali setiap 250.000 tahun. Meski begitu, hal ini "terlambat" karena perubahan terakhir terjadi sekitar 780.000 tahun yang lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Misteri 95 Tahun Hilangnya Kapal di Segitiga Bermuda

Terungkap! Misteri 95 Tahun Hilangnya Kapal di Segitiga Bermuda

Tekno | Senin, 03 Februari 2020 | 06:26 WIB

Seperti Segitiga Bermuda, Pesawat Tak Boleh Melintas di 3 Destinasi ini

Seperti Segitiga Bermuda, Pesawat Tak Boleh Melintas di 3 Destinasi ini

Lifestyle | Sabtu, 21 September 2019 | 12:30 WIB

Cerita Dari Masalembu, 'Segitiga Bermuda' di Laut Jawa

Cerita Dari Masalembu, 'Segitiga Bermuda' di Laut Jawa

Jatim | Kamis, 29 Agustus 2019 | 21:29 WIB

Penjelasan Fenomena Segitiga Masalembu, Segitiga Bermuda-nya Indonesia

Penjelasan Fenomena Segitiga Masalembu, Segitiga Bermuda-nya Indonesia

Jatim | Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:55 WIB

Masih Menjadi Misteri, Ini Teori Konspirasi Segitiga Bermuda

Masih Menjadi Misteri, Ini Teori Konspirasi Segitiga Bermuda

Tekno | Selasa, 06 November 2018 | 21:00 WIB

Kapal-kapal Ini Hilang secara Misterius di Segitiga Bermuda

Kapal-kapal Ini Hilang secara Misterius di Segitiga Bermuda

Tekno | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 07:52 WIB

Terkini

Blackberry Comeback 2026, Bukan Sekedar HP Tapi Keamanan Siber Paling Dicari

Blackberry Comeback 2026, Bukan Sekedar HP Tapi Keamanan Siber Paling Dicari

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:21 WIB

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah, Kualitas Tetap Bagus

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah, Kualitas Tetap Bagus

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:12 WIB

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:05 WIB

37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti

37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:55 WIB

4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh

4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:43 WIB

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:30 WIB

Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?

Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:20 WIB

Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo

Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:55 WIB

Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED

Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:42 WIB

Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari

Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:41 WIB