Pembuatan Vaksin Covid-19 Terburu-buru Bisa Sebabkan Tragedi, Ini Buktinya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 02 September 2020 | 09:30 WIB
Pembuatan Vaksin Covid-19 Terburu-buru Bisa Sebabkan Tragedi, Ini Buktinya
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan berlomba-lomba membuat vaksin Covid-19. Namun, mereka memberi peringatan bahwa tindakan buru-buru sangat tidak disarankan dan cenderung berbahaya. Bukan tanpa alasan, tapi melihat tragedi yang terjadi di masa lampau.

Pada 12 April 1955, pemerintah mengumumkan vaksin pertama untuk melindungi anak-anak dari polio. Dalam beberapa hari, laboratorium telah membuat ribuan vaksin.

Batch yang dibuat oleh satu perusahaan, Cutter Labs, secara tidak sengaja mengandung virus polio hidup dan menyebabkan wabah.

Lebih dari 200.000 anak mendapat vaksin polio, tetapi dalam beberapa hari kemudian pemerintah harus menghentikan program tersebut.

Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]
Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]

"Empat puluh ribu anak terkena polio. Beberapa memiliki tingkat yang rendah, beberapa ratus menderita kelumpuhan, dan sekitar 10 orang meninggal," kata Dr. Howard Markel, dokter anak dan direktur Center for the History of Medicine di University of Michigan, seperti dikutip CNN, Rabu (2/9/2020).

Pemerintah saat itu menangguhkan program vaksinasi sampai menemukan letak kesalahan. Namun, peningkatan pengawasan gagal menemukan masalah lain dalam vaksin polio. Dari 1955 hingga 1963, antara 10 dan 30 persen vaksin polio terkontaminasi simian virus 40 (SV40).

Kemudian pada 1976, para ilmuwan meramalkan pandemi jenis baru influenza yang disebut flu babi. Pada saat itu, Presiden Ford diberi tahu oleh para penasihatnya bahwa flu babi mungkin seburuh flu Spanyol. Ford kemudian dibujuk mengajukan vaksin dengan segera dan akhirnya membuat keputusan untuk mewajibkan imunisasi.

Menurut CDC, pemerintah saat itu meluncurkan program tersebut dalam waktu sekitar tujuh bulan dan 40 juta orang mendapat vaksinasi flu babi.

Kampanye vaksinasi itu kemudian dikaitkan dengan kasus gangguan saraf yang disebut sindrom Guillain-Barre, yang dapat berkembang setelah infeksi atau setelah vaksinasi.

baca juga

"Sayangnya, karena vaksin itu dan fakta bahwa itu dilakukan dengan sangat tergesa-gesa, ada beberapa ratus kasus Guillain-Barre, meskipun belum pasti apakah itu terkait," ucap Michael Kinch, profesor onkologi radiasi di Washington University.

CDC mengatakan peningkatan risikonya adalah sekitar satu kasus tambahan Guillain-Barre untuk setiap 100.000 orang yang mendapat vaksin flu babi. Karena hal itu, pemerintah kemudian menghentikan program untuk menyelidiki.

Butuh beberapa insiden bagi orang untuk mulai tidak mempercayai vaksin. Markel mengatakan sikap masyarakat mulai berubah antara 1955 dan proyek vaksinasi flu babi pada 1976 yang bermasalah.

Markel menyebut, ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem membuat gagasan bahwa FDA akan mempercepat proses ini sebelum uji klinis tahap akhir selesai "sangat bodoh".

Komisaris FDA Hahn mengatakan bahwa keputusan vaksin akan didasarkan pada data, bukan politik. Tetapi Kinch juga memiliki kekhawatiran yang sama dengan Markel.

Peneliti meriset pembuatan vaksin Merah Putih di salah satu laboratorium PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Ilustrasi peneliti meriset pembuatan vaksin. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

"Ini bisa menyebabkan kerusakan besar," kata Kinch.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Ini Kelemahan Vaksin Covid-19 Buatan Rusia dan China

Terungkap! Ini Kelemahan Vaksin Covid-19 Buatan Rusia dan China

Health | Selasa, 01 September 2020 | 12:25 WIB

Susul 2 Vaksin Lain, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Mulai Uji Coba Tahap Akhir

Susul 2 Vaksin Lain, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Mulai Uji Coba Tahap Akhir

Health | Selasa, 01 September 2020 | 11:29 WIB

Perlombaan Membuat Vaksin Covid-19, Berisiko Memperburuk Pandemi

Perlombaan Membuat Vaksin Covid-19, Berisiko Memperburuk Pandemi

Tekno | Selasa, 01 September 2020 | 10:30 WIB

FDA Percepat Penelitian Vaksin Covid-19, Gara-gara Donald Trump?

FDA Percepat Penelitian Vaksin Covid-19, Gara-gara Donald Trump?

Health | Senin, 31 Agustus 2020 | 11:04 WIB

Vaksin Covid-19 Tidak Akan Mengubah DNA Manusia

Vaksin Covid-19 Tidak Akan Mengubah DNA Manusia

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2020 | 07:30 WIB

Pasien Kanker Tidak Bisa Langsung Mendapatkan Vaksin Covid-19

Pasien Kanker Tidak Bisa Langsung Mendapatkan Vaksin Covid-19

Health | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 20:00 WIB

Terkini

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:31 WIB

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:30 WIB

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:28 WIB

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:27 WIB

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:26 WIB

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Surakarta | Rabu, 30 September 2026 | 18:24 WIB

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:23 WIB

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:22 WIB

Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian 2 Rilis PV Baru, Tayang 2027

Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian 2 Rilis PV Baru, Tayang 2027

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 18:20 WIB

CCTV dan ETLE Ungkap Pergerakan Terakhir Sutrimo Sebelum Ditemukan Kritis

CCTV dan ETLE Ungkap Pergerakan Terakhir Sutrimo Sebelum Ditemukan Kritis

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:18 WIB

×