BPOM Peringatkan, Banyak Klaim Obat Herbal Atasi Covid-19

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Selasa, 08 September 2020 | 13:00 WIB
BPOM Peringatkan, Banyak Klaim Obat Herbal Atasi Covid-19
Ilustrasi jamu. [shutterstcok]

Suara.com - Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di masa pandemi ini sangat vital karena di produk obat dan herbal di Indonesia yang mengaku bisa mengatasi virus corona. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi Prof Ali Ghufron Mukti, mengingatkan masyarakat perlu hati-hati dengan klaim herbal atau obat, yang disebut bisa menyembuhkan Covid 19 yang saat ini marak di pasaran.

“Perlu dicek apakah obat atau herbal tersebut sudah terdaftar secara spesifik memiliki indikasi untuk menyembuhkan korona atau tidak," ujar Ghufron dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2020).

Dia menambahkan bahwa masyarakat bisa mengecek daftar registrasinya dari BPOM, atau berkonsultasi menanyakan langsung ke BPOM atau Kementerian Kesehatan.

"Memang penting untuk memperkuat daya tahan tubuh di masa pandemik ini, namun klaim bahwa obat tertentu bisa menyembuhkan covid tentu harus dicek lagi,” kata Ghufron.

Ilustrasi jamu (Shutterstock)
Ilustrasi jamu (Shutterstock)

Menurut Ghufron, selain pengawasan, BPOM juga diharapkan bisa menjalankan fungsinya dalam membina dan mendampingi proses penelitian selama masa pandemik ini.

“Jika lembaga ini bisa mendampingi proses inovasi-inovasi nasional selama masa-masa seperti saat ini, tentu akan memperkuat ekosistem penelitian dan menghasilkan output yang lebih berkualitas. Meski demikian, dalam situasi tertentu, BPOM bisa mengeluarkan emergency use of authorization juga,” bebernya.

Sementara itu, dalam kerangka kerja sama dengan OKI peran kepemimpinan Indonesia sangat penting untuk mendorong kerja sama strategis di bidang obat, khususnya untuk mendukung ketersediaan dan kemandirian (self-reliance), dalam pemenuhan kebutuhan obat dan vaksin yang aman, bermutu, berkhasiat, dan terjangkau bagi negara anggota OKI.

“Keunggulan Indonesia di antara negara-negara anggota OKI adalah memang secara resmi Indonesia di tetapkan sebagai Center of Excellent dalam bidang vaksin. Untuk diketahui bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi vaksin lebih dari 75 tahun yang lalu. Hanya Indonesia di antara negara OKI yang telah mampu ekspor vaksin Polio ke lebih dari 118 negara,” pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BPOM: 500 Subjek Telah Disuntik Vaksin Sinovac-Bio Farma

Kepala BPOM: 500 Subjek Telah Disuntik Vaksin Sinovac-Bio Farma

News | Selasa, 01 September 2020 | 20:56 WIB

Kasus Covid-19 Makin Banyak, Chile Gunakan Obat Avifavir Buatan Rusia

Kasus Covid-19 Makin Banyak, Chile Gunakan Obat Avifavir Buatan Rusia

Health | Selasa, 01 September 2020 | 15:24 WIB

Awas, Tidak Semua Tanaman Obat Aman Dikonsumsi

Awas, Tidak Semua Tanaman Obat Aman Dikonsumsi

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 17:55 WIB

Peneliti Kembali Temukan Obat Potensial untuk Pengobatan Covid-19

Peneliti Kembali Temukan Obat Potensial untuk Pengobatan Covid-19

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:40 WIB

BPOM: Unair dan BIN Telah Ajukan Uji Klinik Untuk Obat Covid-19

BPOM: Unair dan BIN Telah Ajukan Uji Klinik Untuk Obat Covid-19

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 21:18 WIB

Konsorsium Riset dan Inovasi Tegaskan Obat Covid-19 Belum Ada

Konsorsium Riset dan Inovasi Tegaskan Obat Covid-19 Belum Ada

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:34 WIB

Terkini

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:14 WIB

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×