Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Ditunda karena Bermasalah?

Dythia Novianty

Kamis, 10 September 2020 | 06:00 WIB
Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Ditunda karena Bermasalah?
AstraZeneca. [Paul Ellis/AFP]

Suara.com - Pengujian salah satu kandidat vaksin virus Corona (Covid-19), yang dikembangkan bersama oleh perusahaan farmasi AstraZeneca dan ilmuwan Universitas Oxford, telah ditunda karena masalah keamanan.

Sebelumnya, vaksin ini dianggap sebagai pelopor dalam perlombaan global untuk menemukan vaksin yang aman dan efektif terhadap infeksi Covid-19.

Menurut situs berita kesehatan STAT, uji coba vaksin Tahap 3 ditunda setelah adanya dugaan reaksi merugikan yang serius terhadap obat tersebut pada satu peserta uji coba di Inggris.

Peserta uji coba yang dimaksud diperkirakan akan pulih, tetapi masih belum jelas bagaimana insiden ini akan memengaruhi perkembangan vaksin Oxford selanjutnya. Saham AstraZeneca sendiri jatuh ketika berita tersebut menyebar.

Ilustrasi Oxford of University. [Shutterstock]
Ilustrasi Oxford of University. [Shutterstock]

Menurut laporan STAT, penundaan uji coba tidak hanya memengaruhi uji coba vaksin AstraZeneca, tetapi juga dapat memengaruhi uji klinis yang dilakukan oleh produksi vaksin lain.

Sementara pengembang vaksin belum mengungkapkan rincian dari reaksi merugikan yang muncul, perusahaan menyoroti bahwa penundaan percobaan adalah proses standar dan dapat dipicu oleh satu kejadian medis.

"Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan di salah satu uji coba, saat sedang diselidiki, untuk memastikan kami menjaga integritas uji coba," jelas AstraZeneca dalam penyataan, seperti dikutip Science Alert, Kamis (10/9/2020).

Sebanyak 50.000 orang dilaporkan akan mengambil bagian dalam uji coba untuk kandidat vaksin, di mana hanya satu dari sekitar 160 obat eksperimental yang saat ini sedang diuji untuk mencegah infeksi virus Corona.

Bagaimanapun, vaksin Oxford adalah bagian dari kelompok eksklusif yang hanya terdiri dari sembilan obat yang telah berkembang ke pengujian Tahap 3.

baca juga

Menurut para ahli, penundaan semacam ini dalam uji coba Tahap 3 sangat umum, ketika kegiatan medis yang tidak terduga, yang mungkin atau tidak tidak terkait dengan obat yang sedang diuji, secara tidak sengaja menganggu pengujian.

"Ini akan terjadi dalam setiap uji klinis. Ini sangat umum. Hampir selalu ada seseorang yang meninggal atau mengalami stroke selama uji klinis. Hanya saja kebanyakan orang biasanya tidak bisa melihatnya. Penelitian tidak bekerja pada jalur linier, pasti ada rintangan," ucap Adrian Esterman, ahli biostatistik dari Universitas South Australia.

Meskipun mungkin mengecewakan, mendengar bahwa vaksin Covid-19 yang menjanjikan mengalami penundaan. Namun, fakta bahwa ini persis seperti cara uji klinis seharusnya bekerja, dengan multi-sistem tahapan cek dan keseimbangan yang secara ilmiah memastikan, apakah obat tersebut aman dan efektif sebelum diedarkan.

Penundaan seperti ini adalah alasan mengapa vaksin dan obat-obat medis secara umum tidak boleh terburu-buru lolos melalui pengujian. Terlepas dari risikonya, dalam menghadapi pandemi, banyak negara baru-baru ini tampaknya melakukan hal itu.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Bahkan di Amerika Serikat, hal yang sama telah secara resmi dipertimbangkan, dengan Presiden Trump secara kontroversial mendesak perilisan vaksin virus Corona menjelang pemilihan presiden pada November.

Namun, sembilan CEO perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin Covid-19, termasuk AstraZeneca, berjanji untuk menegakkan integritas proses ilmiah dan mengklaim tidak akan merilis vaksin uji apapun hingga vaksin tersebut melewati Tahap 3 pengujian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Terbuat dari Janin yang Diaborsi, Gereja Australia Menolak

Vaksin Covid-19 Terbuat dari Janin yang Diaborsi, Gereja Australia Menolak

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2020 | 07:15 WIB

Ekspansi di Bekas Pabrik Senjata, Rusia Siap Rilis Vaksin Covid-19 Kedua

Ekspansi di Bekas Pabrik Senjata, Rusia Siap Rilis Vaksin Covid-19 Kedua

Tekno | Senin, 24 Agustus 2020 | 07:49 WIB

Vaksin Covid-19 China Pertama Terbuat dari Sel Serangga Siap Diuji Coba

Vaksin Covid-19 China Pertama Terbuat dari Sel Serangga Siap Diuji Coba

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Hadapi Pandemi, Australia Pesan Vaksin Covid-19 Buatan Inggris

Hadapi Pandemi, Australia Pesan Vaksin Covid-19 Buatan Inggris

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:13 WIB

Masih Uji Klinis, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sudah Dipesan Australia

Masih Uji Klinis, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sudah Dipesan Australia

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 16:47 WIB

Alhamdulillah, Vaksin Covid-19 Jerman Akan Tersedia Awal 2021

Alhamdulillah, Vaksin Covid-19 Jerman Akan Tersedia Awal 2021

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Geram Ada Yayasan Minta Setoran Tanpa Kerja, BGN Buka Opsi Ganti Mitra SPPG

Geram Ada Yayasan Minta Setoran Tanpa Kerja, BGN Buka Opsi Ganti Mitra SPPG

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Batam | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:36 WIB

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:13 WIB

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:00 WIB

×