Penelitian Terbaru Sebut Masker Bisa Bikin Kebal terhadap Covid-19

Dythia Novianty

Minggu, 13 September 2020 | 07:15 WIB
Penelitian Terbaru Sebut Masker Bisa Bikin Kebal terhadap Covid-19
Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]

Suara.com - Masih banyak orang yang menyepelekan manfaat masker terhadap penyebaran Covid-19. Kali ini, para ilmuwan University of California menunjukkan bahwa masker dapat mengurangi rasa sakit atau asimtomatik dan bisa membuat penggunanya "kebal" terhadap virus corona baru tersebut.

Penggunaan masker dapat mengurangi dosis infeksi yang mereka alami. Menurut para ahli, masker bisa jadi secara tidak sengaja memberikan kekebalan bagi pemakainya dari virus corona dengan bertindak sebagai 'vaksin' mentah.

Jika teorinya terbukti, masker bisa menjadi bentuk inokulasi universal yang akan menghasilkan kekebalan, menurut para ahli. Paparan berulang terhadap Covid-19 dalam jumlah kecil, dapat melatih tubuh untuk mengenali penyakit dan melawannya, dengan efektif mengimunisasi mereka.

Namun, teori yang dirinci oleh para ilmuwan dari University of California, tidak mungkin dibuktikan tanpa keraguan karena itu, akan membutuhkan orang dengan dan tanpa masker untuk terpapar virus dalam uji klinis, pelanggaran etika.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Teori tersebut dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Para ahli menegaskan bahwa itu hanya teori dan memperingatkan pemakai masker untuk tidak terlena atau mencoba tertular virus dengan harapan akan membangun kekebalan.

Dr Monica Gandhi, seorang dokter penyakit menular, menulis bahwa Anda dapat terkena virus ini tetapi tidak menunjukkan gejala.

"Jadi jika Anda dapat meningkatkan tingkat infeksi tanpa gejala dengan masker, mungkin itu menjadi cara untuk mengubah populasi," tulisnya dilansir laman Mirror, Minggu (13/9/2020).

Dia mengatakan kepada Sunday Telegraph bahwa untuk menguji hipotesis variolation, akan membutuhkan lebih banyak penelitian yang membandingkan kekuatan dan daya tahan kekebalan sel T spesifik SARS-CoV-2, antara orang dengan infeksi asimtomatik dan mereka dengan infeksi simptomatik, serta demonstrasi perlambatan alami SARS-CoV-2 yang menyebar di daerah dengan proporsi infeksi asimtomatik yang tinggi.

baca juga

“Namun, memang benar bahwa proporsi infeksi tanpa gejala yang meningkat dengan penyamaran, dapat meningkatkan proporsi populasi yang mencapai setidaknya kekebalan jangka pendek terhadap virus sementara kami menunggu vaksin,” terangnya.

Kritikus khawatir teori tersebut dapat mengakibatkan rasa puas diri atau risiko yang tidak perlu.

Saskia Popescu, seorang ahli epidemiologi penyakit menular yang berbasis di Arizona yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan kepada New York Times bahwa pihaknya tidak memiliki banyak dukungan untuk itu.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

"Kami masih ingin orang mengikuti semua strategi pencegahan lainnya. Itu berarti tetap waspada tentang menghindari orang banyak, menjaga jarak secara fisik dan kebersihan tangan - perilaku yang tumpang tindih dalam efeknya, tetapi tidak dapat menggantikan satu sama lain," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Desak Pasien Covid-19 Karantina Hewan Peliharaannya

Ilmuwan Desak Pasien Covid-19 Karantina Hewan Peliharaannya

Tekno | Jum'at, 11 September 2020 | 08:15 WIB

Sheet Mask Tak Bisa Bikin Wajah Glowing Seketika, Ini Penjelasan Dokter

Sheet Mask Tak Bisa Bikin Wajah Glowing Seketika, Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2020 | 05:24 WIB

Anak Kecil Tak Pakai Masker, Pesawat di Kanada Batal Terbang

Anak Kecil Tak Pakai Masker, Pesawat di Kanada Batal Terbang

News | Kamis, 10 September 2020 | 14:57 WIB

Satgas Covid-19: Berbicara Juga Wajib Pakai Masker!

Satgas Covid-19: Berbicara Juga Wajib Pakai Masker!

News | Kamis, 10 September 2020 | 13:49 WIB

Ingatkan Penggunaan Masker, Warganet: Singkat, Padat, Mencekam

Ingatkan Penggunaan Masker, Warganet: Singkat, Padat, Mencekam

Tekno | Kamis, 10 September 2020 | 12:00 WIB

Lebih Efektif Cegah Corona, Satgas Covid-19 Siapkan Masker Lima Lapis

Lebih Efektif Cegah Corona, Satgas Covid-19 Siapkan Masker Lima Lapis

Health | Rabu, 09 September 2020 | 17:25 WIB

Terkini

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Apakah Feng Shui Rumah Tusuk Sate Selalu Membawa Sial atau Malah Bisa Bikin Kaya?

Apakah Feng Shui Rumah Tusuk Sate Selalu Membawa Sial atau Malah Bisa Bikin Kaya?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:15 WIB

3 Wakil DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Molor, Puan Maharani Punya Keberanian Sama?

3 Wakil DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Molor, Puan Maharani Punya Keberanian Sama?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Ulasan Killing Season: Saat Dendam Masa Lalu Berujung Perang Gerilya yang 'Lanang Tenan'

Ulasan Killing Season: Saat Dendam Masa Lalu Berujung Perang Gerilya yang 'Lanang Tenan'

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Legislator PDIP: Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran, Jangan Jadikan Desil DTSEN Patokan Tunggal

Legislator PDIP: Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran, Jangan Jadikan Desil DTSEN Patokan Tunggal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Tanggal Tayang Rilis, Ini 5 Momen Penting dalam Novel Laut Bercerita

Tanggal Tayang Rilis, Ini 5 Momen Penting dalam Novel Laut Bercerita

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Geely Garap Teknologi Pengisian Daya Mobil Listrik Super Cepat, 80 Persen Cuma Lima Menit

Geely Garap Teknologi Pengisian Daya Mobil Listrik Super Cepat, 80 Persen Cuma Lima Menit

Otomotif | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:10 WIB

3 Sunscreen Wardah untuk Kulit Berminyak, Tekstur Ringan dan Nyaman Dipakai Seharian

3 Sunscreen Wardah untuk Kulit Berminyak, Tekstur Ringan dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:05 WIB

BNPB Imbau Warga Waspadai Tindakan yang Picu Kebakaran Hutan dan Lahan

BNPB Imbau Warga Waspadai Tindakan yang Picu Kebakaran Hutan dan Lahan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:05 WIB

3 Jam Tangan Fossil Wanita Tali Kulit Termurah, Gaya Berkelas untuk Kasual Maupun Formal

3 Jam Tangan Fossil Wanita Tali Kulit Termurah, Gaya Berkelas untuk Kasual Maupun Formal

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:01 WIB

×