NASA Temukan Planet Pertama Selamat dari Kematian Bintangnya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 17 September 2020 | 15:30 WIB
NASA Temukan Planet Pertama Selamat dari Kematian Bintangnya
Logo NASA. [Shutterstock]

Suara.com - NASA menemukan planet seukuran Jupiter bernama WD 1856 b yang selamat dari kematian bintang induknya. Ini menjadikannya sebagai planet pertama yang berhasil lolos dari bintangnya yang berevolusi menjadi katai putih.

Penemuan yang dilakukan oleh bantuan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA dan Spitzer Space Telescope ini telah dilaporkan di jurnal Nature.

WD 1856 b mengorbot hanya 3,05 juta kilometer dari bintang induknya yang mirip Matahari. Ketika bahan bakar bintang ini habis, bintang akan berkembang menjadi raksasa merah dan inti di dalamnya akan runtuh dengan sendirinya. Kematiannya tidak cukup untuk menyebabkan supernova, sehingga mengompres menjadi benda padat yang dikenal sebagai katai putih.

"Jarak WD 1856 b sangat dekat dengan katai putihnya dan entah bagaimana berhasil tetap utuh. Proses penciptaan katai putih umumnya menghancurkan planet-planet terdekat dan segala sesuatu yang berada di dekatnya biasanya terkoyak oleh gravitasi bintang yang sangat besar," kata Profesor Andrew Vanderburg, penulis utama dari Universitas Wisconsin-Madison.

WD 1856 b . [NASA]
WD 1856 b . [NASA]

Ada kemungkinan bahwa jalur WD 1856 b dipengaruhi oleh objek seukuran Jupiter lainnya dalam sistem bintang, yang mendorong planet lebih dekat ke bintang, sementara tarikan kuat katai putih membantu menstabilkan orbitnya.

Kemungkinan lainnya termasuk pengaruh gravitasi dari dua katai merah dalam sistem atau bintang yang lewat pada waktu yang tepat dan mendorong planet ke depan. Sejauh ini menurut para ilmuwan, model dengan planet tambahan adalah yang paling mungkin.

"Kami sudah lama mengetahui bahwa setelah katai putih lahir, benda-benda kecil yang jauh seperti asteroid dan komet dapat menyebar ke dalam menuju bintang-bintang ini. Mereka biasanya ditarik oleh gravitasi kuat katai putih dan berubah menjadi cakram puing," ucap Dr Siyi Xu, rekan penulis dan asisten astronom di International Gemini Observatory.

Dilansir dari IFL Science, Kamis (17/9/2020), WD 1856 b sendiri hanya dianggap "mungkin" sebagai planet karena berada dalam kisaran antara planet dan katai cokelat.

Analisis Spitzer menunjuk pada "planet" tetapi tidak 100 persen pasti. Sistem yang terletak 80 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi utara Draco ini masih membutuhkan pengamatan lebih lanjut untuk mengonfirmasi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendarat di Bennu Bulan Depan, NASA Ungkap Astroid Ini Lebih Aktif

Mendarat di Bennu Bulan Depan, NASA Ungkap Astroid Ini Lebih Aktif

Tekno | Senin, 14 September 2020 | 14:30 WIB

Lebih Panas dari Seharusnya, Bulan Jupiter Diduga Punya Lautan

Lebih Panas dari Seharusnya, Bulan Jupiter Diduga Punya Lautan

Tekno | Senin, 14 September 2020 | 07:45 WIB

NASA Ingin Punya Tanah Bulan, Ada yang Mau Jual?

NASA Ingin Punya Tanah Bulan, Ada yang Mau Jual?

Jabar | Jum'at, 11 September 2020 | 10:59 WIB

NASA Berencana Beli Tanah Bulan

NASA Berencana Beli Tanah Bulan

Tekno | Jum'at, 11 September 2020 | 10:00 WIB

Robot Penjelajah NASA Mengabadikan Debu Setan di Planet Mars

Robot Penjelajah NASA Mengabadikan Debu Setan di Planet Mars

Tekno | Sabtu, 05 September 2020 | 10:30 WIB

Teleskop Baru NASA Bisa Deteksi Ratusan Planet Nakal

Teleskop Baru NASA Bisa Deteksi Ratusan Planet Nakal

Tekno | Rabu, 02 September 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Inspirasi Gaya Preppy Kampus Inggris, Kemeja Kotak-Kotak hingga Sweater Jadi Andalan

Inspirasi Gaya Preppy Kampus Inggris, Kemeja Kotak-Kotak hingga Sweater Jadi Andalan

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Tanda Segera Gabung Timnas Indonesia, Demiane Agustien Pamer Jersey Calvin Verdonk

Tanda Segera Gabung Timnas Indonesia, Demiane Agustien Pamer Jersey Calvin Verdonk

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Momentum TEI ke-41, Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Momentum TEI ke-41, Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Stop Boros! Ini 5 Resep Meal Prep Ayam untuk Solusi Hemat Bulking

Stop Boros! Ini 5 Resep Meal Prep Ayam untuk Solusi Hemat Bulking

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Sentil Revitalisasi Pasar Shopping, Legislator Metro: Bukan Zamannya Pamer Kekuasaan ke Rakyat

Sentil Revitalisasi Pasar Shopping, Legislator Metro: Bukan Zamannya Pamer Kekuasaan ke Rakyat

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Prabowo Rotasi Jabatan: Tunjuk Jenderal Maruli jadi Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo KSAD

Prabowo Rotasi Jabatan: Tunjuk Jenderal Maruli jadi Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo KSAD

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Akhirnya Prabowo Setujui Bantuan Negara Tetangga Padamkan Karhutla

Akhirnya Prabowo Setujui Bantuan Negara Tetangga Padamkan Karhutla

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Penyidikan Karhutla Mulai Mengerucut ke Korporasi, 92 Laporan Naik Sidik

Penyidikan Karhutla Mulai Mengerucut ke Korporasi, 92 Laporan Naik Sidik

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Jangan Normalisasi Udara Kotor! Saatnya Pertanyakan Tanggung Jawab Negara dalam Darurat Karhutla

Jangan Normalisasi Udara Kotor! Saatnya Pertanyakan Tanggung Jawab Negara dalam Darurat Karhutla

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Indonesia Bagi-bagi Kabut Asap: Malaysia dan Singapura Tercekik Kini Giliran Timor Leste Sesak

Indonesia Bagi-bagi Kabut Asap: Malaysia dan Singapura Tercekik Kini Giliran Timor Leste Sesak

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:44 WIB

×