Waduh! Pakai Teleskop Tercanggih Pengamatan Langit Buram, Ada Apa?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 21 September 2020 | 14:00 WIB
Waduh! Pakai Teleskop Tercanggih Pengamatan Langit Buram, Ada Apa?
Paranal Observatory. [Miguel Sanchez/AFP]

Suara.com - Teleskop tercanggih di dunia tidak dirancang untuk suhu Bumi saat ini dan itu mengacaukan pengamatan para ahli terhadap langit malam.

Data selama tiga dekade dari Paranal Observatory di Chile Utara, telah mengungkapkan beberapa dampak perubahan iklim yang mempengarungi pengamatan astronomi.

Paranal Observatory merupakan rumah bagi Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory. VLT berada di gurun Atacama, tempat terkering di Bumi di luar Antartika.

Sementara bagian wilayah di dunia telah menghangat dengan rata-rata 1 derajat Celcius sejak zaman pra-industri, Atacama telah menghangat hingga 1,5 derajat Celcius selama empat dekade terakhir.

Ilustrasi musim panas. [Shutterstock]
Ilustrasi musim panas. [Shutterstock]

VLT tidak dirancang untuk kondisi bersuhu hangat seperti itu. Pertama, sistem pendinginnya tidak berfungsi dengan baik jika suhu Matahari terbenam di atas 16 derajat Celcius. Namun, selama bertahun-tahun telah terjadi peningkatan jumlah kejadian di mana suhu melebihi ambang batas ini.

Dengan kata lain, ketika kubah observatorium terbuka, suhu luar lebih hangat daripada kubah bagian dalam dan ini dapat menyebabkan penurunan resolusi gambar pengamatan dan menyebabkan keburaman karena turbulensi internal.

Di luar kubah, perubahan iklim juga memengaruhi turbulensi di atmosfer dan para ahli dalam sebuah penelitian terbaru melihat peningkatan turbulensi di udara dekat permukaan, yang juga menyebabkan peningkatan gambar yang buram.

Mengingat perubahan konstruksi baru-baru ini di lanskap, tim ahli tidak dapat secara langsung menghubungkan perubahan ini dengan pemanasan global. Tetapi hal itu menunjukkan potensi ancaman yang lebih besar saat Bumi memanas dengan cepat.

Meskipun Atacama adalah gurun, wilayah ini masih terkait erat dengan peristiwa El Niño dan muson musim panas, yang keduanya diperkirakan akan meningkat di bawah perubahan iklim di masa depan. Tetapi untuk melakukan pengamatan inframerah terhadap langit malam, perlu ada kandungan uap air yang rendah di udara.

baca juga

Aliran jet subtropis selatan yang dipengaruhi oleh El Niño juga menyebabkan "halo yang digerakkan oleh angin", di mana kondisi turbulensi atmosfer berubah sangat cepat, sistem kendali teleskop tidak dapat memperbaikinya.

"Ini membatasi kemampuan kontras instrumen dan berpotensi membatasi studi planet ekstrasurya. Peningkatan uap air di atmosfer juga dapat menyebabkan penurunan sinyal astronomi," tulis penulis penelitian, seperti dikutip Science Alert, Senin (21/9/2020).

Kelembaban relatif dan cakupan awan juga dapat mengacaukan pengamatan submillimetre dan panjang gelombang radio. Meskipun ada petunjuk dalam data bahwa Atacama akan menjadi lebih kering di masa mendatang, para ahli masih memerlukan lebih banyak penelitian tentang iklim lokal dan global.

Jika Bumi semakin memanas hingga 4 derajat Celcius sebelum akhir abad ini, tim astronom, ilmuwan iklim, dan ahli meteorologi mengatakan gambar langit malam mungkin akan menjadi lebih buram.

Gurun Atacama. [Alex F. Catrin/AFP]
Gurun Atacama. [Alex F. Catrin/AFP]

Itulah mengapa para ahli harus membangun teleskop masa depan dengan mempertimbangkan skenario pemanasan ekstrim, karena jika tidak, teknologi saat ini tidak akan berjalan dengan baik.

Penelitian yang telah dipublikasikan di Nature Astronomy ini juga telah bergabung dengan enam penelitian lain dalam edisi terbaru, yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim serta bagaimana hal itu memengaruhi pandangan manusia tentang luar angkasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! Setengah Laut Dunia Sudah Kena Dampak Perubahan Iklim

Gawat! Setengah Laut Dunia Sudah Kena Dampak Perubahan Iklim

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2020 | 13:30 WIB

Teleskop Pencari Alien Rusak dalam Kecelakaan Misterius

Teleskop Pencari Alien Rusak dalam Kecelakaan Misterius

Tekno | Senin, 17 Agustus 2020 | 14:56 WIB

NASA Perpanjang Misi Teleskop Pemburu Planet

NASA Perpanjang Misi Teleskop Pemburu Planet

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2020 | 13:30 WIB

Waduh! Kabel Putus, Salah Satu Teleskop Besar di Dunia Rusak

Waduh! Kabel Putus, Salah Satu Teleskop Besar di Dunia Rusak

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 13:30 WIB

Pengamatan Pertama Gerhana Bulan Hubble Bantu Astronom Cari Kehidupan Alien

Pengamatan Pertama Gerhana Bulan Hubble Bantu Astronom Cari Kehidupan Alien

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:30 WIB

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:11 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×