Gawat! Setengah Laut Dunia Sudah Kena Dampak Perubahan Iklim

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 25 Agustus 2020 | 13:30 WIB
Gawat! Setengah Laut Dunia Sudah Kena Dampak Perubahan Iklim
Ilustrasi laut. (Pexels/Berend de Kort)

Suara.com - Model iklim baru menunjukkan bahwa setengah lautan di dunia telah terkena dampak perubahan iklim.

Tercatat, sejak 1950-an, laut telah menyerap sekitar 93 persen energi yang memasuki sistem iklim. Bahkan, kenaikan suhu Bumi sekarang telah menembus bagian terdalam lautan.

Data tentang laut dalam memang sulit didapat, tapi menurut perkiraan yang didasarkan pada pengukuran terbaru dan melibatkan hampir selusin model iklim, menunjukkan bahwa perubahan iklim telah berdampak pada setengah (20-55 persen) Atlantik, Pasifik, dan Samudera Hindia.

Tak hanya itu, hanya dalam enam dekade, perubahan suhu dan salinitas yang disebabkan oleh manusia dapat menyebar ke 80 persen lautan dunia.

Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Menggunakan pengukuran suhu dan salinitas dari laut dalam dan memasukkannya ke dalam 11 model iklim saat ini, para ilmuwan menyimulasikan lautan dan sirkulasi atmosfer selam bertahun-tahun, dengan dan tanpa kontribusi emisi manusia.

Selama paruh abad ke-20, para ahli menemukan bahwa pemanasan yang disebabkan oleh manusia bertanggung jawab atas sebagian besar perubahan laut yang diamati, secara statistik berbeda dari apa yang akan terjadi secara alami karena panas dan garam memengaruhi kepadatan dan sirkulasi lautan.

"Ini mempengaruhi sirkulasi lautan global, kenaikan permukaan laut, dan menjadi ancaman bagi masyarakat dan ekosistem manusia," kata Yona Silvy, ilmuwan iklim dari Sorbonne University di Perancis, seperti dikutip Science Alert, Selasa (25/8/2020).

Sebagian besar, panas dan garam dari permukaan laut "diangkut" relatif lambat ke bagian dalam lautan, yang berarti bahwa banyak bagian terdalam lautan mengalami kelambatan dalam perubahan yang disebabkan manusia.

Meski begitu, beberapa area yang lebih dalam bersikulasi lebih cepat dan dengan demikian merespons emisi lebih cepat.

baca juga

Sebagai contoh dalam model baru, Samudera Selatan yang berventilasi baik mengalami perubahan yang disebabkan oleh manusia cukup cepat, muncul pada awal tahun 1980-an.

Sementara itu, di Belahan Bumi Utara, lautan membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons, dengan sebagian besar perubahan dihitung antara 2010 dan 2040.

Bersama-sama pada 2020, model tersebut menunjukkan antara 20 persen dan 55 persen lautan dunia telah diubah oleh perubahan iklim antropogenik atau juga dikenal sebagai pemanasan global.

Pada pertengahan abad, perubahan ini dapat mencapai 50 hingga 60 persen lautan dunia dan pada 2080, menjadi 55 hingga 80 persen.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari pola perubahan yang diamati di interior laut disebabkan oleh manusia dan akan terus meningkat dengan emisi CO2 yang berkelanjutan," tulis para penulis penelitian.

Asap yang kaya karbon dioksida mengepul dari cerobong-cerobong asap pembangkit listrik tenaga batu bara (Shutterstock).
Asap yang kaya karbon dioksida mengepul dari cerobong-cerobong asap pembangkit listrik tenaga batu bara (Shutterstock).

Para ahli masih belum sepenuhnya memahami hubungan antara perubahan yang lebih dalam pada garam dan panas dan pemanasan permukaan, atau bagaimana perubahan ini berdampak pada sirkulasi laut.

Ini membutuhkan penyelidikan yang lebih jauh, terutama di Belahan Bumi Selatan di mana data laut dalam masih sangat sedikit dan jarang. Studi ini telah dipublikasikan di Nature Climate Change.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tradisi Larung Sesaji di Pantai Serang Blitar

Tradisi Larung Sesaji di Pantai Serang Blitar

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 17:20 WIB

Gempa Bumi 6,9 SR di Laut Banda Kemungkinan Tak Picu Tsunami

Gempa Bumi 6,9 SR di Laut Banda Kemungkinan Tak Picu Tsunami

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 11:50 WIB

Indonesia Diguyur Hujan Lebat di Musim Kemarau Akibat Perubahan Iklim

Indonesia Diguyur Hujan Lebat di Musim Kemarau Akibat Perubahan Iklim

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:13 WIB

Dua Jurus Petani Hadapi Perubahan Iklim: Kearifan Lokal dan Teknologi

Dua Jurus Petani Hadapi Perubahan Iklim: Kearifan Lokal dan Teknologi

Banten | Kamis, 20 Agustus 2020 | 15:41 WIB

Hadapi Perubahan Iklim, Petani Kolaborasikan Kearifan Lokal dan Teknologi

Hadapi Perubahan Iklim, Petani Kolaborasikan Kearifan Lokal dan Teknologi

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2020 | 03:05 WIB

Penelitian: Sekitar 21 Juta Ton Mikroplastik Mengapung di Samudra Atlantik

Penelitian: Sekitar 21 Juta Ton Mikroplastik Mengapung di Samudra Atlantik

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:41 WIB

Terkini

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:54 WIB

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:38 WIB

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:36 WIB

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:31 WIB

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:28 WIB

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:23 WIB

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:00 WIB

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:52 WIB

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:30 WIB

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:28 WIB

×