Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Masuk Uji Coba Fase 3

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Masuk Uji Coba Fase 3
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Berbeda dari penerapan dua vaksin untuk hasil efektif, vaksin lamini tersedia daa bentuk tunggal.

Suara.com - Kandidat vaksin virus Corona dari Johnson & Johnson memulai uji coba Fase 3 di Amerika Serikat. Uji coba vaksin COVID-19 ini akan mencakup hingga 60.000 peserta dewasa di hampir 215 lokasi di Amerika Serikat serta internasional.

Menurut Dr. Paul Stoffels, Kepala Ilmu Pengetahuan Johnson & Johnson, uji coba Fase 3 akan dimulai dengan peserta pertama menerima dosis pada Rabu pekan depan. Kandidat vaksin dikembangkan Janssen Pharmaceutical Companies, anak perusahaan Johnson & Johnson.

Johnson & Johnson kini menjadi perusahaan keempat yang memulai uji klinis berskala besar untuk vaksin COVID-19 di Amerika Serikat, di belakang Moderna, Pfizer/BioNTech, dan AstraZeneca.

Sementara kandidat vaksin lainnya membutuhkan dua dosis, kandidat vaksin Johnson & Johnson akan dipelajari sebagai vaksin dosis tunggal yang akan mempercepat hasil.

Baca Juga: Program Vaksin WHO Tetap Berjalan Tanpa China, Amerika Serikat, dan Rusia

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

"Kami yakin bahwa satu dosis bisa sangat manjur," kata Dr. Paul Stoffels, seperti dikutip CNN pada Kamis (24/9/2020).

Temuan awal dari uji coba Fase 1/2 vaksin di Amerika Serikat dan Belgia menunjukkan bahwa satu dosis vaksin memicu respons kekebalan dan cukup aman untuk dilanjutkan ke uji coba skala besar. Uji coba Fase 3 sedang dlakukan bekerja sama dengan Operation Warp Speed, upaya vaksin COVID-19 pemerintah federal.

Uji coba akan berlangsung di Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, Meksiko, Peru, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Dr. Paul Stoffels mengatakan perusahaan berencana untuk mempublikasikan informasi keragaman tentang peserta dan berkomitmen untuk menguji vaksin pada anak-anak setelah terbukti aman pada orang dewasa.

Johnson & Johnson juga berencana menjalankan uji coba Fase 3 terpisah, bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk memeriksa efektivitas dua dosis.

Teknologi adenovirus manusia yang digunakan dalam vaksin juga telah digunakan Johnson & Johnson dalam vaksin yang disetujui Komisi Eropa untuk memberantas Ebola, serta kandidat vaksin Zika dan HIV. Perusahaan mengatakan bahwa teknologi itu sekarang telah digunakan untuk memvaksinasi lebih dari 100.000 orang untuk penyakit itu.

Baca Juga: Bio Farma Bisa Jadi Produsen Vaksin Covid-19 Dunia, Ini Syaratnya

Uji coba yang segera dimulai akan membantu menentukan apakah teknologi tadi mampu digunakan untuk mencegah gejala COVID-19. Dr. Matthew Hepburn, pemimpin Operation Warp Speed mengatakan titik akhir ini mirip dengan uji coba untuk tiga kandidat vaksin COVID-19 lainnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS