Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Masuk Uji Coba Fase 3

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Kamis, 24 September 2020 | 10:40 WIB
Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Masuk Uji Coba Fase 3
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Kandidat vaksin virus Corona dari Johnson & Johnson memulai uji coba Fase 3 di Amerika Serikat. Uji coba vaksin COVID-19 ini akan mencakup hingga 60.000 peserta dewasa di hampir 215 lokasi di Amerika Serikat serta internasional.

Menurut Dr. Paul Stoffels, Kepala Ilmu Pengetahuan Johnson & Johnson, uji coba Fase 3 akan dimulai dengan peserta pertama menerima dosis pada Rabu pekan depan. Kandidat vaksin dikembangkan Janssen Pharmaceutical Companies, anak perusahaan Johnson & Johnson.

Johnson & Johnson kini menjadi perusahaan keempat yang memulai uji klinis berskala besar untuk vaksin COVID-19 di Amerika Serikat, di belakang Moderna, Pfizer/BioNTech, dan AstraZeneca.

Sementara kandidat vaksin lainnya membutuhkan dua dosis, kandidat vaksin Johnson & Johnson akan dipelajari sebagai vaksin dosis tunggal yang akan mempercepat hasil.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

"Kami yakin bahwa satu dosis bisa sangat manjur," kata Dr. Paul Stoffels, seperti dikutip CNN pada Kamis (24/9/2020).

Temuan awal dari uji coba Fase 1/2 vaksin di Amerika Serikat dan Belgia menunjukkan bahwa satu dosis vaksin memicu respons kekebalan dan cukup aman untuk dilanjutkan ke uji coba skala besar. Uji coba Fase 3 sedang dlakukan bekerja sama dengan Operation Warp Speed, upaya vaksin COVID-19 pemerintah federal.

Uji coba akan berlangsung di Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, Meksiko, Peru, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Dr. Paul Stoffels mengatakan perusahaan berencana untuk mempublikasikan informasi keragaman tentang peserta dan berkomitmen untuk menguji vaksin pada anak-anak setelah terbukti aman pada orang dewasa.

Johnson & Johnson juga berencana menjalankan uji coba Fase 3 terpisah, bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk memeriksa efektivitas dua dosis.

Teknologi adenovirus manusia yang digunakan dalam vaksin juga telah digunakan Johnson & Johnson dalam vaksin yang disetujui Komisi Eropa untuk memberantas Ebola, serta kandidat vaksin Zika dan HIV. Perusahaan mengatakan bahwa teknologi itu sekarang telah digunakan untuk memvaksinasi lebih dari 100.000 orang untuk penyakit itu.

baca juga

Uji coba yang segera dimulai akan membantu menentukan apakah teknologi tadi mampu digunakan untuk mencegah gejala COVID-19. Dr. Matthew Hepburn, pemimpin Operation Warp Speed mengatakan titik akhir ini mirip dengan uji coba untuk tiga kandidat vaksin COVID-19 lainnya.

"Bahkan saat Operation Warp Speed bersatu, rekan institut Kesehatan Nasional mengatakan karena kami melakukan banyak vaksin dan beberapa uji klinis, kami perlu menyelaraskan proses sebanyak mungkin," kata Dr. Matthew Hepburn.

Ia juga mengatakan akan memastikan semua kandidat vaksin memenuhi atau melampaui batasan peraturan yang sama.

Keberhasilan vaksin akan terlihat bergantung pada peristiwa yang terjadi selama uji coba dilakukan, menurut Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

Jika vaksin terbukti aman dan efektif, Johnson & Johnson mengatakan dosis pertama akan diberikan untuk izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada awal 2021. Perusahaan berencana untuk membuat satu miliar dosis dalam setahun.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Negara Sahabat Ucapkan HUT RI ke-81, Mesir Hingga Jerman

Daftar Negara Sahabat Ucapkan HUT RI ke-81, Mesir Hingga Jerman

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Amerika Serikat: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81

Amerika Serikat: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Iran Ejek Trump Sembunyi di Truk Makanan Usai Klaim Selat Hormuz

Iran Ejek Trump Sembunyi di Truk Makanan Usai Klaim Selat Hormuz

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:34 WIB

Donald Trump Dikabarkan Deklarasikan Selat Hormuz Masuk Wilayah Amerika Serikat

Donald Trump Dikabarkan Deklarasikan Selat Hormuz Masuk Wilayah Amerika Serikat

Video | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan

Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat

Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Pekan Depan, Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Iran yang Belum Pernah Ada

Pekan Depan, Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Iran yang Belum Pernah Ada

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Terkini

Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen

Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:11 WIB

Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!

Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:06 WIB

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×