Among Us Mendadak Populer, Pengembang Batalkan Sekuelnya

Liberty Jemadu | Lintang Siltya Utami
Among Us Mendadak Populer, Pengembang Batalkan Sekuelnya
Ilustrasi game Among Us. [Dok Steam]

Among Us telah menjadi game ketiga yang paling banyak dimainkan di Steam.

Suara.com - Pengembang game Among Us, InnerSloth, baru saja mengumumkan telah membatalkan sekuel game karena popularitas game pertama. Meskipun sekuel tersebut baru diumumkan 36 hari yang lalu, InnerSloth ingin mendukung game yang populer saat ini.

"Alasan utama kami membuat sekuel adalah karena basis kode Among Us 1 sangat ketinggalan jaman dan tidak dibuat untuk mendukung penambahan begitu banyak konten baru. Namun, melihat banyaknya orang yang bermain Among Us 1 benar-benar membuat kami ingin dapat mendukung game ini dan membawanya ke level selanjutnya," kata InnerSloth dalam postingan blog.

Among Us, sebuah game deduksi sosial multiplayer yang dirilis pertama kali pada 15 Juni 2018 itu, menjadi permainan yang populer baru-baru ini.

Among Us telah menjadi game ketiga yang paling banyak dimainkan di Steam dan SteamSpy memperkirakan game tersebut memiliki lebih dari 10 juta unduhan untuk di Steam saja.

Baca Juga: Viral Cocoklogi Game Among Us, Ajarkan Fitnah Sampai Dikaitkan dengan Agama

Angka-angka itu tidak termasuk pemain yang mengunduh Among Us di iPhone dan HP Android, di mana game ini dapat diunduh secara gratis. Meskipun sekuelnya dibatalkan, pemain masih dapat memainkan game yang diharapkan dibuat oleh pengembangnya.

"Semua konten yang kami rencanakan untuk Among Us 2 akan masuk ke Among Us 1," tambah InnerSloth, seperti Dikutip The Verge pada Kamis (24/9/2020).

Pengembang juga menjelaskan peningkatan lain yang dapat dinantikan pemain, termasuk perbaikan yang dijanjikan untuk masalah server, dukungan colorblind, sistem pertemanan, dan tahap baru dalam game.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS