alexametrics

Belahan Bumi Utara Catat Rekor Baru Suhu Terdingin

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Belahan Bumi Utara Catat Rekor Baru Suhu Terdingin
Ilustrasi Greenland (Pixabay/Thomas_Ritter)

BBU telah membukukan rekor cuaca terdingin, ditemukan oleh "detektif iklim".

Suara.com - Belahan Bumi Utara (BBU) memiliki rekor suhu terdingin baru. Suhu terendah sepanjang sejarah minus (-) 69 derajat Celsius tercatat di Greenland, dan telah diverifikasi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

Rekor ini sebenarnya dibuat hampir 30 tahun lalu, tetapi Archive of Weather and Climate Extremes WMO baru menggali kembali catatan sejarahnya.

Suhu itu direkam di stasiun cuaca otomatis di bagian terpencil Greenland tengah bernama Klinck pada 22 Desember 1991, mengalahkan rekor sebelumnya sebesar 2 derajat Celsius. Stasiun cuaca ini terletak di ketinggian 3.105 m, dekat dengan titik tertinggi Lapisan Es Greenland.

Suhu terendah yang pernah tercatat di dunia adalah minus (-) 89 derajat Celsius di stasiun cuaca dataran tinggi Vostok, Antartika pada 21 Juli 1983. Sementara rekor BBU sebelumnya dibuat di Rusia pada Februari 1892, dan Januari 1933 berdasarkan stasiun cuaca di Verkhoyanksk dan Oymyakon, masing-masing tercatat minus (-) 67,8 derajat Celsius.

Baca Juga: Perubahan Iklim, Lapisan Es di Greenland Terlepas dan Terpecah Kecil-kecil

Lapisan es Arktik di Kutub Utara. (NASA)
Lapisan es Arktik di Kutub Utara. Sebagai ilustrasi bagain dari Belahan Bumi Utara (BBU)  [NASA].

Stasiun cuaca Klinck sendiri adalah stasiun sementara yang digunakan para ilmuwan yang mempelajari Lapisan Es Greenland selama dua tahun di awal 1990-an. Hasil dikembalikan ke lab pada 1994, datanya diterima dan kemudian dikirim untuk digunakan para ilmuwan di Antartika.

Dilansir IFL Science pada Senin (28/9/2020), WMO melacak tim ilmuwan asli untuk membantu memverifikasi suhu, yang kini telah dilakukan setelah meninjau peralatan, stasiun, dan pola cuaca di daerah tadi pada Desember 1991.

Menurut Profesor Randall Cerveny, pelapor Iklim dan Cuaca Ekstrem untuk WMO, investigasi ini menyoroti kemampuan ilmuwan iklim saat ini untuk tidak hanya mengidentifikasi catatan iklim modern, tetapi menjadi "detektif iklim", dan mengungkap catatan iklim masa lalu yang penting, sehingga menciptakan catatan iklim jangka panjang berkualitas tinggi untuk daerah sensitif iklim di dunia.

Komentar