Vaksin Covid-19 Telat, Indonesia Bisa Merugi Rp 657 Triliun

Liberty Jemadu

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 08:05 WIB
Vaksin Covid-19 Telat, Indonesia Bisa Merugi Rp 657 Triliun
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukan lengannya yang telah di suntikan vaksin, di Puskesmas Garuda, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Suara.com - Pemerintah Indonesia memiliki optimisme tinggi untuk memulai program vaksin COVID-19 pada awal 2021, tapi ada kemungkinan masih banyak orang tidak bisa mendapatkan vaksin itu dalam waktu dekat.

Masalah ini disebabkan sebagian besar karena ketidakpastian dalam pengembangan vaksin COVID-19. Banyak vaksin yang mungkin akan gagal.

Perlombaan berburu vaksin juga semakin berat. Negara-negara kaya juga telah memesan lebih dulu lebih dari setengah pasokan vaksin COVID-19 yang paling mujarab. Hal ini tentu tidak menguntungkan Indonesia.

Menunda penyelesaian vaksinasi di Indonesia tidak hanya menyebabkan peningkatan korban jiwa, namun juga akan kerugian ekonomi yang semakin besar.

Saya memperkirakan bahwa enam bulan penundaan penyelesaian vaksinasi COVID-19 akan menyebabkan Indonesia mengalami kerugian paling tidak Rp 657 trilliun atau setara dengan 4,1% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun lalu (2019).

Kalkulasi Kerugian

Saya membandingkan tiga simulasi ekonomi. Skenario pertama adalah kondisi ekonomi dalam keadaan normal, yaitu ketika seolah-olah tidak terjadi pandemi COVID-19. Skenario kedua menggambarkan seandainya Indonesia menyelesaikan program vaksin lebih awal. Dan, skenario ketiga mensimulasikan situasi ekonomi jika program vaksin tertunda.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa vaksin yang pertama akan tersedia secepatnya pada Januari 2021. Saya mengasumsikan bahwa pemerintah paling tidak membutuhkan waktu 6 bulan untuk mendistribusikan semua vaksin tersebut.

baca juga

Pada skenario kedua, saya mengasumsikan bahwa Indonesia akan menyelesaikan distribusi vaksin tersebut ke seluruh daerah pada pertengahan 2021. Pada skenario ketiga, Indonesia menyelesaikan program imunisasi COVID-19 pada enam bulan berikutnya, yaitu pada akhir 2021.

Saya menganalisis tiga skenario tersebut menggunakan model Computable General Equilibrium (CGE). CGE adalah model ekonomi yang menggabungkan teori dan data-data ekonomi untuk memperkirakan bagaimana perekonomian bereaksi terhadap perubahan pada faktor eksternal, seperti pandemi COVID-19. Model ini populer digunakan dalam proses analisis kebijakan untuk menghitung dampak dari faktor-faktor eksternal.

Pada skenario pandemi, PDB Indonesia pada 2020 akan menjadi 7,2% lebih rendah jika dibandingkan dengan skenario dalam kondisi normal.

Perekonomian melambat secara signifikan karena banyak usaha bisnis harus tutup atau mengurangi aktivitasnya. Hal ini dikarenakan adanya aturan pembatasan sosial dan protokol kesehatan lainnya yang bertujuan untuk membatasi pergerakan virus. Angka 7,2% diperoleh dengan memasukkan indikator perekonomian terkini seperti indeks penjualan ritel dan laporan dari Google Mobility ke dalam model CGE, dengan asumsi bahwa situasi “new normal” akan berlangsung sampai akhir tahun.

Model ini juga memperkirakan terjadinya penurunan produktivitas perekonomian sebesar 4,9% selama 2020, karena banyak orang tidak bisa bekerja, dan mesin-mesin industri tidak bisa beroperasi. Pada model CGE, tingkat produktivitas akan dikembalian ke tingkat normal ketika program vaksinasi selesai dilakukan.

Jika Indonesia menyelesaikan program distribusi vaksin pada pertengahan 2021, PDB Indonesia pada 2021 akan menjadi 4,8% lebih rendah jika dibandingkan dengan situasi ekonomi tanpa pandemi. Tren kerugian ekonomi akan berlanjut hingga 2022, dengan PDB diharapkan 1,7% lebih rendah dari kondisi normal. Artinya, akumulasi kerugian ekonomi pada 2020-2022 akan sangat mengerikan, yaitu mencapai Rp 2.393 triliun ketika dibandingkan dengan situasi ekonomi tanpa pandemi.

Kerugian ini terjadi karena para pekerja kehilangan pekerjaan mereka atau jam kerja mereka harus dipotong serta perusahaan harus mengurangi produksi atau menutup usahanya selama 2020-2022.

Kerugian ini lima kali lebih besar dari nilai uang yang dibutuhkan untuk membangun tol trans Sumatera, atau enam kali lebih besar dari anggaran pengentasan kemiskinan tahun lalu. Maka dari itu, pandemi telah menjadi ancaman besar tidak hanya bagi kesehatan publik, tapi juga kesejahteraan sosial dan ekonomi Indonesia.

Tidak hanya itu, jika terjadi penundaan distribusi vaksin, maka potensi kerugian ekonomi akan menjadi lebih besar lagi. Jika Indonesia menyelesaikan program imunisasi pada akhir 2021, PDB pada 2021 dan 2022 akan menjadi 8% dan 2% lebih rendah, jika dibandingkan dengan kondisi normal. Artinya, akumulasi kerugian ekonomi pada 2020-2022 akan menjadi Rp 3.050 triliun rupiah.

Dengan membandingkan akumulasi kerugian ekonomi dari skenario vaksinasi lebih cepat dengan skenario vaksinasi yang tertunda, saya menyimpulkan bahwa enam bulan penundaan penyelesaian vaksinasi akan mengakibatkan tambahan kerugian ekonomi sebesar Rp 657 triliun selama 2020-2022.

Selain dampak jangka pendek, resesi mendalam yang dipicu oleh pandemi juga meninggalkan luka yang membekas pada ekonomi. Kerugian tersebut akan terakumulasi dalam jangka panjang akan mengancam prospek upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Implikasi Kebijakan

Untuk menghindari jumlah korban dan kerugian ekonomi yang lebih besar, pemerintah perlu mengamankan jumlah ketersediaan vaksin dalam waktu dekat dan mengatur jadwal yang efektif untuk program imunisasi massal.

Indonesia, sejauh ini, telah menuju arah yang benar dengan mengalokasikan Rp 40,8 trilliun untuk pengembangan, produksi, dan pembelian vaksin COVID-19.

Perusahaan farmasi lokal juga telah bekerja sama dengan produsen global untuk mengamankan pasokan vaksin COVID-19 untuk Indonesia. Perusahaan farmasi Indonesia, Bio Farma, telah bekerja sama dengan perusahaan obat berbasis di Cina, Sinovac Biotech untuk melakukan fase ketiga dari uji klinis vaksin, dan pada waktu yang sama, perusahaan obat lokal lainnya Kalbe Farma telah bekerja sama dengan Genexine Inc. dari Korea Selatan untuk memulai uji klinis fase keduanya sendiri.

Langkah berikutnya adalah memastikan semua warga negara mendapat vaksin secara cepat, adil, dan merata.

Artikel ini sudah ditayangkan di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia

Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:06 WIB

5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang

5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:32 WIB

7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking

7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:19 WIB

Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh

Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:02 WIB

4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan

4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:17 WIB

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB

Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud

Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:50 WIB

Pre Order GTA 6 Resmi Dibuka, Cek Detail Harganya di Indonesia

Pre Order GTA 6 Resmi Dibuka, Cek Detail Harganya di Indonesia

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:34 WIB

8 Lampu Emergency Portable Terbaik Bisa Dijadikan Power Bank, Solusi Praktis saat Mati Listrik

8 Lampu Emergency Portable Terbaik Bisa Dijadikan Power Bank, Solusi Praktis saat Mati Listrik

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:35 WIB

Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Resmi Dijual, Tablet AI dengan WPS Office PC Level dan Baterai 10.200mAh

Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Resmi Dijual, Tablet AI dengan WPS Office PC Level dan Baterai 10.200mAh

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:37 WIB