Konten Misinformasi Meningkat 3 Kali Lipat di Facebook Sejak 2016

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 18:45 WIB
Konten Misinformasi Meningkat 3 Kali Lipat di Facebook Sejak 2016
Facebook. [Shutterstock]

Suara.com - Keterlibatan dengan konten misinformasi di Facebook telah meningkat tiga kali lipat sejak 2016. Menurut penelitian dari German Marshall Fund, banyak pengguna yang mengklik dan membaca konten dari penerbit yang berulang kali memunculkan konten palsu.

Selain itu, konten dari situs web yang gagal mengumpulkan dan menyajikan informasi secara bertanggung jawab juga telah meningkat sebesar 293 persen.

German Marshall Fund menyebut bahwa Fox News, Daily Wire, Breitbart, The Blaze, dan  , adalah contoh situs web yang gagal mengumpulkan dan menjadikan informasi secara bertanggung jawab dan dianggap sebagai "Manipulator".

DJHJ Media, The Federalist, Red State Observer, Wayne Dupree, dan WND pun termasuk ke dalam "Produsen Konten Palsu". Hanya sepuluh situs web yang tertanggung jawab atas 62 persen interaksi dengan konten palsu.

Ilustrasi internet gratis. (Pixabay/foundry)
Ilustrasi berselancar di berbagai situs (Pixabay/foundry)

Untuk mengklasifikasikan situs web, para peneliti menggunakan NewsGuard, sebuah plug-in browser yang menilai situs web berdasarkan kepercayaan mereka dan perusahaan pelacakan media sosial NewsWhip untuk mengukur penyebaran artikel.

Para peneliti menemukan bahwa interaksi dengan konten dari "Manipulator" pada kuartal kedua 2020 lebih besar daripada semua interaksi pada 2017.

Tim juga menemukan bahwa meskipun konten dari semua situs yang dipantau meningkat perlahan antara 2016 dan 2019, ada lonjakan sebesar 177 persen selama 2020.

Para peneliti juga memperingatkan terhadap rantai pasokan disinformasi, di mana pelaku akan menanamkan cerita yang menjadi sah dengan jumlah yang diulang, baik melalui grup Facebook hingga algoritma.

Dilansir dari The Independent pada Sabtu (17/10/2020), konten itu dirancang untuk menjadi argumentatif, berlawanan dengan media arus utama, dan sering kali bertentangan dengan kearifan konvensional sehingga lebih menarik pembaca dan membagikannya.

baca juga

Selain itu, para peneliti mengatakan penerbit yang tidak mempublikasikan informasi secara bertanggung jawab, tetapi tidak menyajikan konten palsu, gagal diambil oleh pemeriksa fakta Facebook.

Meski begitu, Facebook juga dikritik karena tampaknya memberikan perlakuan istimewa untuk halaman sayap kanan. Perusahaan jejaring sosial itu pun dikecam karena mengizinkan kebohongan pada iklan politik di platformnya dan memungkinkan untuk ditargetkan secara mikro ke pengguna tertentu.

Namun, Facebook mengatakan telah membangun jaringan pemeriksa fakta terbesar dari platform apa pun, melakukan investasi dalam menyoroti pelaporan asli dan informatif, hingga mengubah layanannya untuk memastikan lebih sedikit pengguna yang melihat informasi palsu.

Terkait dengan informasi yang salah, Google baru-baru ini meluncurkan kampanye baru untuk membantu orang menemukan cerita palsu dan informasi yang salah, dengan iklan yang mendorong pengguna untuk memeriksa apakah suatu konten berasal dari sumber tepercaya hingga waspada terhadap gambar yang dimanipulasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness

Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Membaca Buku Barat vs Lokal: Benarkah Karya Penulis Indonesia Selalu Subjektif?

Membaca Buku Barat vs Lokal: Benarkah Karya Penulis Indonesia Selalu Subjektif?

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook

Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:50 WIB

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:50 WIB

Buku Bajakan: Kejahatan yang Terlalu Lama Dianggap Biasa

Buku Bajakan: Kejahatan yang Terlalu Lama Dianggap Biasa

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 07:50 WIB

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:30 WIB

Demi Belajar Mengaji, Driver Ojol Yogyakarta Rela Tinggalkan Order Dua Jam Setiap Rabu

Demi Belajar Mengaji, Driver Ojol Yogyakarta Rela Tinggalkan Order Dua Jam Setiap Rabu

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:47 WIB

Validasi Sosial Mengalahkan Literasi: Mengapa Kita Lebih Takut Kusam daripada Bodoh?

Validasi Sosial Mengalahkan Literasi: Mengapa Kita Lebih Takut Kusam daripada Bodoh?

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026

Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya

Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:50 WIB

11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!

11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:46 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026: Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026: Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM

Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:29 WIB

4 Shio yang Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026, Banyak Hal Baik Datang

4 Shio yang Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026, Banyak Hal Baik Datang

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:10 WIB

×