Bukan Teknologi Canggih, ISS Deteksi Kebocoran Udara Pakai Ini

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:30 WIB
Bukan Teknologi Canggih, ISS Deteksi Kebocoran Udara Pakai Ini
Stasiun luar angkasa. [Shutterstock]

Suara.com - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah mengalami kebocoran udara sejak September 2019. Pada awalnya, para awak menunda memperbaikinya karena kebocorannya tidak besar.

Tetapi pada Agustus 2020, tingkat kebocoran meningkat dan ini mendorong para astronot serta kosmonot di dalam ISS untuk mulai mendeteksi sumber kebocoran.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengumumkan pada Kamis (15/10/2020), anggota kru akhirnya menemukan lokasi kebocoran setelah melakukan tes pendeteksian yang tidak biasa.

Alih-alih menggunakan teknologi canggih, para awak menggunakan daun teh untuk menemukan kebocoran udara.

Ilustrasi daun teh. [Muhammad Ma'ruf/Unsplash]
Ilustrasi daun teh. [Muhammad Ma'ruf/Unsplash]

Kosmonot Anatoly Ivanishin melepaskan beberapa lembar daun dari kantong teh di ruang transfer Modul Layanan Zvezda pada bagian segmen Rusia di ISS yang menampung dapur, tempat tidur, dan kamar mandi. Kemudian kru menutup ruangan itu dengan menutup palka dan memantau daun teh di kamera saat daun itu mengapung dalam gayaberat mikro.

Daun teh perlahan melayang menuju goresan di dinding dekat peralatan komunikasi modul dan itu adalah bukti celah di mana udara mengalami kebocoran. Para kru kemudian menambal kebocoran tersebut menggunakan pita Kapton.

Kebocoran udara selama setahun di ISS selalu mengeluarkan sedikit udara. Biasanya, misi pasokan ulang membawa wadah bertekanan tinggi yang penuh dengan campuran oksigen dan nitrogen untuk menggantikan udara yang hilang dari ISS. Campuran tersebut dirancang untuk meniru udara yang dapat dihirup seperti di Bumi.

Namun pada September 2019, standar tingkat kebocoran sedikit meningkat. Itu tidak dianggap sebagai risiko besar, tetapi pada Agustus 2020, tingkat kenaikan telah meningkat lima kali lipat, dari 0,6 menjadi 3,1 pon udara per hari.

Karena itu, selama dua bulan terakhir, para anggota kru di ISS mencari kebocoran dengan mengisolasi bagian stasiun dan memantau perubahan tekanan.

baca juga

Astronot dan kosmonot telah mempersempit pencarian sumber kebocoran ke ruang transfer Zvezda. Tetapi masih belum bisa menemukan lokasi pasti dari kebocoran tersebut. Hingga akhirnya, lahirlah ide menggunakan daun teh.

"Kami yakin bahwa kami telah mengidentifikasi kemungkinan area kebocoran," kata Ivanishin, seperti dikutip Science Alert, Selasa (20/10/2020).

Pita perekat yang dipasang para awak di atas celah dapat tetap stabil dan lengket di berbagai suhu. Tapi para kru tidak berpikir pita itu akan bertahan lama sehingga anggota kru berharap untuk segera menggantinya dengan tambalan yang lebih aman.

Roscosmos mengatakan bahwa badan antariksa itu mengatakan sedang mengerjakan program operasi untuk secara permanen menutup lokasi kebocoran.

Menurut laporan kantor berita RIA Novosti, kosmonot veteran Rusia Gennady Padalka mengatakan bahwa peralatan Rusia di ISS sudah harus diganti. Ini mengindikasikan bahwa segmen Rusia di ISS mungkin membutuhkan peningkatan.

Ilustrasi stasiun luar angkasa internasional (ISS) [Shutterstock).
Ilustrasi stasiun luar angkasa internasional (ISS) [Shutterstock).

"Semua modul di segmen Rusia telah melewati tanggal penggunaannya," kata Padalka.

Padalka menambahkan bahwa peralatan tersebut sebaiknya hanya digunakan selama 15 tahun, namun saat ini Rusia telah menggunakannya selama dua dekade.

Kebocoran ini bukan kali pertama yang terjadi di pihak Rusia. Pada Agustus 2018, anggota kru menemukan lubang bor berukuran 2 milimeter di bagian pesawat luar angkasa Soyuz milik Rusia, yang berlabuh di ISS. Lubang itu sepertinya berasal dari cacat produksi. Kosmonot akhirnya menambal lubang itu dengan segel epoksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NASA Selidiki Kebocoran Udara di Stasiun Luar Angkasa Internasional

NASA Selidiki Kebocoran Udara di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 18:20 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Baru Melacak Sampah Luar Angkasa

Ilmuwan Temukan Cara Baru Melacak Sampah Luar Angkasa

Tekno | Minggu, 09 Agustus 2020 | 13:30 WIB

NASA Umumkan Awak SpaceX Crew-2

NASA Umumkan Awak SpaceX Crew-2

Tekno | Rabu, 29 Juli 2020 | 15:00 WIB

Terobosan, Jamur Chernobyl Bisa Jadi Perisai Radiasi di Luar Angkasa

Terobosan, Jamur Chernobyl Bisa Jadi Perisai Radiasi di Luar Angkasa

Tekno | Selasa, 28 Juli 2020 | 10:30 WIB

Pertama, Astronot Ciptakan Tulang Rawan Rekayasa di Stasiun Luar Angkasa

Pertama, Astronot Ciptakan Tulang Rawan Rekayasa di Stasiun Luar Angkasa

Tekno | Kamis, 16 Juli 2020 | 12:56 WIB

NASA Bakal Ganti Komponen Penting Stasiun Luar Angkasa ISS

NASA Bakal Ganti Komponen Penting Stasiun Luar Angkasa ISS

Tekno | Senin, 22 Juni 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:45 WIB

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 17:42 WIB

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

News | Senin, 21 September 2026 | 17:36 WIB

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

News | Senin, 21 September 2026 | 17:30 WIB

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

News | Senin, 21 September 2026 | 17:22 WIB

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

Tempat Kerja Ditutup dan Ditembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Mengadu ke Balai Kota

Tempat Kerja Ditutup dan Ditembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Mengadu ke Balai Kota

News | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?

Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?

News | Senin, 21 September 2026 | 17:20 WIB

×