Begini Penampakan 3 Paten Desain Ponsel Lipat Anyar

Dythia Novianty
Begini Penampakan 3 Paten Desain Ponsel Lipat Anyar
Samsung Galaxy Z Fold 2. [YouTube]

Tampaknya, Samsung Electronics agresif dengan produksi ponsel lipatnya.

Suara.com - Tampaknya, Samsung Electronics agresif dengan produksi ponsel lipatnya. Untuk mempertahankan posisinya, raksasa teknologi Korea Selatan itu telah mematenkan perangkat yang dapat dilipat dalam berbagai ukuran dan bentuk.

Baru minggu lalu, paten yang diajukan oleh perusahaan saudara perusahaan Samsung Display ditemukan oleh LetsGoDigital. Sekarang, publikasi telah menemukan paten lain yang diajukan oleh Samsung Electronics.

Sebagaimana melansir laman Gizmochina, Selasa (20/10/2020), smartphone lipat dikatakan menjadi tren terbaru bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan teknologi. Namun, yang menjadi harapan banyak orang adalah ponsel lipat dengan harga lebih murah, dengan teknologinya matang.

Paten desain lipat yang baru terlihat diajukan oleh Samsung Electronics ke WIPO (World Intellectual Property Office) pada April lalu. Itu disetujui dan diterbitkan pada 15 Oktober berjudul 'Perangkat elektronik yang dapat dilipat termasuk sejumlah modul kamera'.

Baca Juga: Begini Prediksi Samsung soal Tren Mendatang

Paten ponsel lipat Samsung. [LetsGoDigital/Gizmochina]
Paten ponsel lipat Samsung. [LetsGoDigital/Gizmochina]

Paten tersebut mencakup tiga desain berbeda, yakni dua dengan layar lipat luar seperti HUAWEI Mate Xs dan satu dengan layar lipat ke dalam seperti Galaxy Z Fold2.

Namun, ketiganya memiliki potongan di tampilan depan sehingga kamera yang ada di dalamnya dapat digunakan, meski saat ponsel ditutup. Makanya, dalam judul tersebut termasuk istilah pluralitas modul kamera.

Paten ponsel lipat Samsung. [LetsGoDigital/Gizmochina]
Paten ponsel lipat Samsung. [LetsGoDigital/Gizmochina]

Bagaimanapun, Samsung belum pernah terlihat pernah menerapkan desain ini dalam produk komersial. Perangkat generasi saat ini telah beralih ke lubang-lubang. Takik pada Galaxy Fold asli menawarkan pengalaman yang kurang imersif dan memiliki masalah kompatibilitas aplikasi.

Karena desain yang baru dipatenkan ini juga harus membuat kompromi serupa dengan tampilan seperti pada ponsel pintar lipat pertama perusahaan, yang dapat dilipat dan tersedia secara komersial.

Baca Juga: Samsung Bongkar Strategi Galaxy A: Targetkan Pembuat Konten

Komentar