Australia Bangun Pembangkit Tenaga Surya Terbesar di Dunia, Lewat Indonesia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 09:58 WIB
Australia Bangun Pembangkit Tenaga Surya Terbesar di Dunia, Lewat Indonesia
Tenaga surya Australia. [Suncable]

Suara.com - Australia sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya, sebagai bagian dalam proyek energi terbarukan yang diklaim terbesar di dunia.

Fasilitas senilai 20 miliar dolar Australia itu disebut sebagai ASEAN Power Link, yang akan dibangun di peternakan sapi terpencil di Northern Territory, kira-kira di tengah jalan antara Darwin dan Alice Springs.

Pembangkit tenaga surya itu akan tersebar di sekitar 20.000 lapangan sepak bola dari panel fotovaltaik, tapi energi yang dihasilkan akan "diangkut" ke penggunaan lainnya di negara lain.

Power Link tidak hanya melibatkan pembangunan pembangkit tenaga surya terbesar di dunia, tetapi juga mengantisipasi pembangunan kabel listrik kapal selam terpanjang di dunia, yang akan mengekspor listrik dari pedalaman Australia ke Singapura, melalui jaringan arus searah tegangan tinggi (HVDC) sepanjang 4.500 kilometer.

Tenaga tata surya Australia. [Suncable]
Tenaga surya Australia. [Suncable]

Agar sistem transmisi ini berfungsi, Power Link yang dikembangkan oleh perusahaan Sun Cable dari Singapura juga perlu membuat baterai terbesar di dunia, yang akan ditempatkan di dekat Darwin.

Rencananya, jaringan akan mengangkut arus dari array di Perairan Newcastle kira-kira 750 kilometer utara, di mana itu akan disimpan dalam baterai di Darwin.

Sebagian arus akan memasuki jaringan lokal Darwin, tetapi sebagian besar akan diekspor secara internasional melalui lebih dari 3.700 kilometer kabel bawah laut, yang dipasang di sepanjang dasar laut, pertama melalui perairan Indonesia, hingga akhirnya sampai ke Singapura.

Setelah listrik mencapai tujuan akhirnya, itu diharapkan dapat menyediakan listrik bagi lebih dari 1 juta orang Singapura dan juga ada rencana untuk memberikan listrik kepada warga Indonesia.

"Ini adalah teknologi luar biasa yang akan mengubah aliran energi antar negara. Ini akan memiliki implikasi yang mendalam dan sejauh mana implikasi tersebut belum diidentifikasi secara luas," kata David Griffin, CEO Sun Cable kepada The Guardin pada tahun 2019, seperti dikutip Science Alert, Jumat (23/10/2020).

baca juga

Jika semua persetujuan proyek diperoleh, konstruksi diharapkan akan mulai pada 2023 dengan produksi energi dimulai pada 2026, serta listrik pertama yang diekspor bisa dialirkan pada 2027.

Nantinya, Power Link dapat menjadi sesuatu yang penting, tidak hanya untuk tenaga surya tetapi juga untuk industri energi bersih secara keseluruhan. Hal ini menggambarkan bagaimana energi terbarukan dapat dibagikan dan disalurkan ke seluruh jaringan internasional, menjangkau jarak yang sangat jauh dan bahkan lautan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Lockdown Membuat Panel Surya Bekerja Lebih Efisien

Efek Lockdown Membuat Panel Surya Bekerja Lebih Efisien

Tekno | Kamis, 25 Juni 2020 | 10:00 WIB

Geliatkan Sumber EBT, Lahan Bekas Tambang Beralih Jadi 'Ladang Surya'

Geliatkan Sumber EBT, Lahan Bekas Tambang Beralih Jadi 'Ladang Surya'

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2020 | 19:08 WIB

Baran Energy Gandeng Developer Ciptakan Hunian Bertenaga Surya

Baran Energy Gandeng Developer Ciptakan Hunian Bertenaga Surya

Bisnis | Selasa, 10 Desember 2019 | 08:47 WIB

Teknologi Solar Cell Bisa Diadopsi untuk Mobil Listrik

Teknologi Solar Cell Bisa Diadopsi untuk Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 02 Oktober 2019 | 08:12 WIB

Keren! Mobil Listrik Karya Siswa SMK di Banyumas Mampu Angkut 4 Orang

Keren! Mobil Listrik Karya Siswa SMK di Banyumas Mampu Angkut 4 Orang

Jawa Tengah | Selasa, 03 September 2019 | 05:37 WIB

Xiaomi Kembangkan Ponsel Tenaga Surya

Xiaomi Kembangkan Ponsel Tenaga Surya

Tekno | Rabu, 07 Agustus 2019 | 19:02 WIB

Terkini

Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta

Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI

Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif

Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara

Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak

Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74

Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'

Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'

Kalbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar

Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:30 WIB

673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu

673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:28 WIB

×