Array

Pusaran Angin Ketapang Bukan Karena La Nina

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 05 November 2020 | 08:05 WIB
Pusaran Angin Ketapang Bukan Karena La Nina
Ilustrasi angin puting beliung (Unsplash/Nikolas Noonan)

Suara.com - Pusaran angin di Ketapang, Kalimantan Barat tidak berkaitan dengan fenomena iklim La Nina di Lautan Pasifik yang dampaknya sedang dirasakan di Tanah Air.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang dihubungi Suara.com dari Bogor, Jawa Barat, Rabu malam (4/11/2020) menjelaskan bahwa La Nina meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia karena suhu muka laut Samudera Pasifik mengalami pendinginan.

"Sedangkan untuk waterspout, lebih ke suhu muka laut yg lebih hangat dari biasanya, ditambah kondisi atmosfer yang labil, yang memicu pertumbuhan awan Cumulunimbus di beberapa tempat," jelas tim prakirawan BMKG dalam korespondensi via pesan pendek.

Dalam beberapa bulan terakhir fenomena waterspout ini lebih sering terjadi di Tanah Air. Pusaran angin di atas lautan ini pernah terlihat di perairan Bali, Sulawesi, dan Madura.

Fenomena puting beliung ini mencuri perhatian di saat di Pasifik sedang terjadi fenomena iklim La Nina yang membuat curah hujan di sebagian besar Indonesia di atas normal.

Belum lagi munculnya sejumlah taifun di utara Indonesia, seperti Taifun Goni yang meluluhlantakan sebagian Filipina pada awal pekan ini dan turut berpengaruh pada cuaca di Tanah Air.

Tetapi BMKG menekankan bahwa pusaran angin seperti di Ketapang sebenarnya fenomena biasa, yang tidak berbeda sebenarnya dengan angin puting beliung di daratan (landspout).

Menurut BMKG waterspout berbeda dari siklon atau taifun. Waterspout diameternya lebih kecil, sekitar ratusan meter. Sementara siklon bisa ratusan kilometer. Pusaran angin ini juga durasinya dari 3 menit sampai sekitar 1 jam, sementara siklon bisa bertahan hingga lebih dari satu pekan.

Meski ukurannya lebih kecil, BMKG mengatakan bahwa waterspout berpotensi bahaya bagi mereka yang berada di sekitarnya. Karenanya jika sedang terjadi, masyarakat diminta untuk menjauhi waterspout.

Baca Juga: Sejumlah Pusaran Angin di Atas Laut Hebohkan Ketapang

"Layaknya puting beliung, pusarannya memiliki kecepatan yg cukup tinggi, bisa 50 - 70 km/jam atau lebih," jelas prakirawan BMKG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI