alexametrics

Ilmuwan Peringatkan Evolusi Virus Dapat Merusak Vaksin Covid-19

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan Peringatkan Evolusi Virus Dapat Merusak Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Virus dapat berevolusi menjadi lebih kuat dan merusak vaksin yang diberikan.

Suara.com - Virus dapat berevolusi menjadi lebih kuat dan merusak vaksin yang diberikan. Suatu vaksin mungkin dapat membunuh virus, tetapi virus juga dapat mengembangkan resistensi terhadap vaksin dengan lebih baik.

Mutasi spontan pada materi genetik virus mencegah vaksin bekerja, sehingga virus mutan mampu bereplikasi secara liar meskipun ada vaksin dan itu dapat membuat pasien sakit kembali.

Hal itu juga dapat berlaku pada kasus virus Corona (Covid-19). Ahli mikrobiologi Andrew Read dari Evan Pugh University memperingatkan bahwa hasil seperti itu mungkin terjadi. Namun, Read mengatakan vaksin Covid-19 mungkin bisa gagal, tetapi jika memiliki sifat tertentu, kegagalan tersebut dapat dicegah.

Jika Covid-19 dapat berkembang sebagai respons terhadap vaksin, ada beberapa kondisi yang bisa terjadi. Hal paling jelas adalah apa yang terjadi dengan virus flu.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Efektifitas hingga 90 Persen

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Imunitas bekerja ketika antibodi atau sel kekebalan mengikat molekul di permukaan virus. Jika mutasi pada molekul-molekul di permukaan virus berubah, antibodi tidak dapat menangkapnya dan virus dapat melarikan diri.

Proses tersebut menjelaskan mengapa vaksin flu musiman perlu diperbarui setiap tahun. Jika hal ini juga terjadi pada Covid-19, maka vaksin Covid-19 juga perlu sering diperbarui.

Kondisi lain yang lebih berbahaya adalah jika virus mengembangkan cara untuk bereplikasi lebih cepat daripada kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin. Virus dapat menargetkan sistem kekebalan dan mengurangi kekebalan yang dipicu oleh vaksin.

Banyak mikroba dapat bertahan hidup di dalam tubuh manusia karena kemampuannya yang luar biasa untuk mengganggu sistem kekebalan. Sebelum Covid-19 muncul, Read dan timnya membandingkan vaksin yang tetap bekerja dengan vaksin yang telah dirusak oleh evolusi patogen.

Ternyata, vaksin yang benar-benar tahan evolusi virus memiliki tiga ciri. Pertama, vaksin sangat efektif dalam menekan replikasi virus. Ini menghentikan transmisi lebih lanjut. Tidak ada replikasi, tidak ada transmisi, dan tidak ada evolusi.

Baca Juga: Sedang Dikembangkan, Simak 5 Vaksin Covid-19 Paling Potensial

Kedua, vaksin tahan evolusi memicu respons kekebalan yang menyerang beberapa bagian mikroba yang berbeda pada saat yang bersamaan. Sangat mudah bagi satu bagian dari virus untuk bermutasi dan melarikan diri dari target. Ketiga, vaksin tahan evolusi melindungi dari semua strain yang beredar.

Komentar