Mau Tahu, Cek Harga Data Pribadi Anda di Pasar Gelap

Dythia Novianty

Senin, 07 Desember 2020 | 13:00 WIB
Mau Tahu, Cek Harga Data Pribadi Anda di Pasar Gelap
Ilustrasi hackers. [Shutterstock]

Suara.com - Aktivitas daring secara langsung telah memengaruhi dunia fisik. Salah satu ruang lingkup yang paling terpengaruh
adalah komunikasi dan berbagi informasi pribadi.

Peneliti Kaspersky menggali dua konsekensi utama dari risiko membagikan data pribadi dengan sukarela dan tidak disengaja di ruang publik adalah doxing, yaitu de-anonimisasi publik dari seseorang yang sedang online dan penjualan data pribadi di darkweb.

Meskipun kesadaran masyarakat tentang masalah privasi meningkat, tapi sebagian besar dari kita masih mempertanyakan tentang mengapa hal itu penting, dengan 37 persen milenial menganggap mereka bukan target menarik bagi kejahatan siber.

Misalnya, doxing, dapat menjadi metode penindasan di dunia maya, dan mampu memengaruhi pengguna mana pun.
Doxing terjadi ketika seseorang membagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka untuk mempermalukan, merugikan atau bahkan membahayakan. Doxing berpotensi untuk peretasan akun dan ini menjadi salah satu layanan yang paling banyak ditawarkan di pasar gelap.

Harga data pribadi di pasar gelap. [Kaspersky]
Harga data pribadi di pasar gelap. [Kaspersky]

Penelitian Kaspersky menganalisis penawaran aktif di 10 forum dan pasar darknet internasional. Penelitian telah menunjukkan bahwa akses ke data pribadi dapat dimulai dari 50 sen (dolar AS) untuk sebuah ID (identitas pribadi), tergantung seberapa jauh data yang ditawarkan.

Beberapa informasi pribadi masih tetap diminati hampir satu dekade terakhir, terutama data kartu kredit, akses perbankan dan layanan pembayaran elektronik, dengan harga yang masing-masing tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, berbagai jenis data baru juga bermunculan. Dalam hal ini, termasuk catatan medis pribadi dan selfie dengan dokumen identifikasi pribadi, yang biayanya dapat mencapai hingga 40 dolar AS atau kisaran Rp 565 ribuan.

Pertumbuhan skema jumlah foto dengan dokumen di tangan juga mencerminkan tren dalam "permainan cybergood". Penyalahgunaan data ini berpotensi menimbulkan konsekuensi cukup signifikan, seperti pengambilan nama atau penggunaan layanan korban berdasarkan identitasnya.

Konsekuensi penyalahgunaan jenis data pribadi lainnya juga signifikan. Data yang dijual di pasar gelap dapat digunakan untuk pemerasan, eksekusi penipuan dan skema phishing, hingga pencurian uang secara langsung.
Jenis data tertentu, seperti akses ke akun pribadi atau database kata sandi, dapat disalahgunakan tidak hanya untuk keuntungan finansial, tetapi juga untuk kerugian reputasi dan jenis kerusakan sosial lainnya, termasuk doxing.

baca juga

“Seperti yang kita lihat dengan meningkatnya jumlah insiden kebocoran data, hal ini menyebabkan lebih banyak risiko bagi pengguna. Namun, kita juga dapat melihat perkembangan positif, dimana banyak organisasi mengambil langkah ekstra untuk mengamankan data penggunanya," ujar komentar Dmitry Galov, peneliti keamanan di Kaspersky's GReAT dalam keterangan resminya.

Karena itu, dia menambahkan, penelitian yang dilakukan menyoroti betapa pentingnya menyadari bahwa data Anda sebenarnya diminati dan dapat digunakan untuk tujuan berbahaya sekalipun tidak memiliki banyak uang, jangan menyuarakan pendapat yang kontroversial dan berbagai hal yang berisiko secara online lainnya.

“Seseorang harus memahami bahwa menjadi dan mengekspresikan diri Anda secara online bukanlah persoalan pribadi dan Anda tidak pernah tahu siapa yang mungkin mendatangi dan tidak setuju dengan Anda dan bagaimana reaksi mereka. Dengan ini, maka timbul sebuah risiko,” komentar Vladislav Tushkanov, pakar privasi di Kaspersky.

Logo Kaspersky. [Kaspersky]
Logo Kaspersky. [Kaspersky]

Menurutnya, ini tidak berarti bahwa harus menghapus dan menutup akun media sosial kita, tentunya. Ini semua
tentang memahami konsekuensi dan risiko potensial dan bersiap yang tepat untuk itu.

"Tindakan terbaik terkait data Anda adalah ketahui apa yang mereka ketahui, hapus apa yang Anda bisa, dan kendalikan informasi tentang Anda secara online. Sesederhana itu, namun tetap membutuhkan usaha," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir: Kerahasiaan Data Pribadi Kami Jaga

Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir: Kerahasiaan Data Pribadi Kami Jaga

Jabar | Selasa, 24 November 2020 | 17:32 WIB

Beroperasi 2021, Kaspersky Buka Pusat Transparansi Baru di Amerika Utara

Beroperasi 2021, Kaspersky Buka Pusat Transparansi Baru di Amerika Utara

Tekno | Senin, 23 November 2020 | 15:05 WIB

Kominfo Akan Jadi Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi

Kominfo Akan Jadi Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi

Tekno | Kamis, 19 November 2020 | 21:25 WIB

Kominfo: Batas Usia Pemilik Akun Media Sosial Diusulkan 17 Tahun

Kominfo: Batas Usia Pemilik Akun Media Sosial Diusulkan 17 Tahun

Tekno | Kamis, 19 November 2020 | 20:03 WIB

Terkena Serangan Ransomware, Data Pribadi dan Game Capcom Bocor

Terkena Serangan Ransomware, Data Pribadi dan Game Capcom Bocor

Tekno | Selasa, 17 November 2020 | 14:30 WIB

Duh! Sistem Kontrol Industri Indonesia Paling Tinggi Terinfeksi Ransomware

Duh! Sistem Kontrol Industri Indonesia Paling Tinggi Terinfeksi Ransomware

Tekno | Rabu, 04 November 2020 | 15:15 WIB

Terkini

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda

Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf

Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!

Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!

Bri | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah

Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:42 WIB

5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional

5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:39 WIB

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:25 WIB

×