Wow! Gunung Everest Jadi Lebih Tinggi Tahun Ini

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 10 Desember 2020 | 08:05 WIB
Wow! Gunung Everest Jadi Lebih Tinggi Tahun Ini
Area pegunungan Everest. [Shutterstock]

Suara.com - Gunung Everest resmi menjadi sedikit lebih tinggi karena China dan Nepal akhirnya menyetujui ukuran ketinggian yang tepat untuk gunung tertinggi di Bumi, setelah bertahun-tahun berdebat.

Ketinggian yang disepakati yaitu 8.848,86 meter, di mana 86 sentimeter lebih tinggi dari ukuran yang sebelumnya diakui oleh Nepal dan lebih dari empat meter di atas angka resmi yang diakui China.

Perbedaan ini terjadi karena China mengukur gunung mulai dari pangkalan batuan di puncak dan bukan selubung salju serta es di puncak gunung, seperti dalam angka pengukuran terbaru.

Mulanya, ahli geografi kolonial Inggris pertama kali menentukan ketinggian Everest adalah 8.840 meter di atas permukaan laut pada 1856 dengan menggunakan trigonometri ratusan mil jauhnya di dataran India.

Gunung Everest. [Kalle Kortelainen/Unsplash]
Gunung Everest. [Kalle Kortelainen/Unsplash]

Setelah Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa yang terkenal pertama kali mencapai puncak Everest pada 29 Mei 1953, survei India menyesuaikan ketinggian menjadi 8.848 meter.

Pengukuran itu diterima secara luas, tetapi pada 1999, US National Geographic Society menyimpulkan titik tertinggi di dunia adalah 8.850 meter. Meskipun Nepal tidak pernah secara resmi mengakui pengukuran tersebut.

Sementara itu, China melakukan beberapa survei sendiri pada 2005 dengan angka ketinggian 8.844,43 meter.

Perbedaan tersebut memicu perselisihan dengan Nepal, yang baru terselesaikan pada 2010 ketika Kathmandu dan Beijing sepakat bahwa pengukuran mereka mengacu pada hal-hal yang berbeda, di mana yang satu didasarkan pada ketinggian batuan Everest dan yang lainnya pada ketinggian lapisan salju.

Dilansir dari Science Alert, Kamis (10/12/2020), Nepal kemudian memutuskan melakukan survei yang awalnya dilakukan sendirian tetapi diikuti oleh China, setelah adanya dugaan bahwa pergerakan lempeng tektonik termasuk gempa Bumi besar pada 2015 mungkin telah mempengaruhi ketinggian gunung.

baca juga

Sekitar 300 ahli dan surveyor Nepal dilibatkan dalam pengukuran ini. Musim semi lalu, surveyor Nepal mencapai puncak Everest dengan lebih dari 40 kilogram peralatan, termasuk penerima Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS).

"Mendaki Everest sendirian adalah tugas yang menantang, tetapi kami juga harus mengukurnya," kata Khim Lal Gautam, seorang pejabat Departemen Survei kepada AFP.

Nepal seharusnya merilis hasil survei awal tahun ini, tetapi China terlibat setelah kunjungan Presiden Xi Jinping ke Nepal pada Oktober 2019.

Bendera Nepal. [shutterstock]
Bendera Nepal. [shutterstock]

Menurut Dang Yamin, ahli di Biro Survei dan Pemetaan Nasional mengatakan bahwa hasil akhir saat ini adalah nilai rata-rata antara pengukuran yang dilakukan oleh Nepal dan China, di mana pengukuran tersebut sesuai dengan aturan ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Sinovac Asal China Sudah Datang, Cap Halal Masih Tunggu MUI

Vaksin Sinovac Asal China Sudah Datang, Cap Halal Masih Tunggu MUI

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 14:05 WIB

1,2 Juta Vaksin Covid-19 Buatan China Tiba di Indonesia

1,2 Juta Vaksin Covid-19 Buatan China Tiba di Indonesia

Riau | Senin, 07 Desember 2020 | 12:15 WIB

China Buat Hujan Buatan, Diklaim Mampu Guyur Wilayah 22 Kali Luas Inggris

China Buat Hujan Buatan, Diklaim Mampu Guyur Wilayah 22 Kali Luas Inggris

News | Senin, 07 Desember 2020 | 14:03 WIB

Kedatangan Vaksin Sinovac Asal China Pulihkan Sektor Transportasi

Kedatangan Vaksin Sinovac Asal China Pulihkan Sektor Transportasi

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 11:29 WIB

Vaksin Sinovac Datang, Pemerintah RI: Terima Kasih China

Vaksin Sinovac Datang, Pemerintah RI: Terima Kasih China

News | Senin, 07 Desember 2020 | 10:57 WIB

Pajak Vaksin Impor Asal China Dihapuskan Pemerintah, Kok Bisa?

Pajak Vaksin Impor Asal China Dihapuskan Pemerintah, Kok Bisa?

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 10:26 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×