Suara.com - Tumpukan koin emas dari zaman Raja Henry VIII ditemukan terkubur di taman sebuah rumah keluarga di Inggris. Koin yang tertimbun dari tahun 1400-an itu menggambarkan raja-raja Inggris, mulai dari Edward IV hingga Henry VIII.
Timbunan koin yang terdiri dari 63 koin emas dan satu koin perak tersebut telah dicetak selama hampir 100 tahun, dari akhir abad ke-15 hingga ke-16.
Setelah menemukan tumpukan harta karun itu, keluarga yang tinggal di Hampshire memberi tahu British Museum yang menjalankan program Portable Antiquities Scheme (PAS).
Program ini bermitra dengan masyarakat lokal yang menemukan artefak sejarah di Inggris, sehingga temuan tersebut dapat didokumentasikan dan dipelajari.
Koin-koin tersebut kemungkinan besar terkubur sekitar tahun 1540, ketika Raja Henry VIII masih hidup. Meski tak diketahui alasan mengapa koin tersebut terkubur, pemiliknya adalah orang yang berada pada masanya.
Menurut Barrie Cook, kurator koin abad pertengahan dan modern awal di British Museum, koleksi koin tersebut bernilai sekitar 24 poundsterling pada saat itu atau setara dengan 14.000 poundsterling hari ini. Jika dirupiahkan maka sekitar Rp 262,2 juta.
Para ahli berpendapat kemungkinan pemiliknya adalah seorang pedagang kaya atau anggota pendeta.
"Ketika Pembubaran Biara terjadi pada akhir tahun 1530-an dan 1540-an, beberapa gereja memang berusaha menyembunyikan kekayaan mereka, berharap mereka dapat menyimpannya dalam jangka panjang," kata John Naylor, seorang ahli koin dari Museum Ashmolean di Universitas Oxford, seperti dikutip Live Science pada Sabtu (12/12/2020).
Meski begitu, para ilmuwan bertanya-tanya mengapa empat koin yang menampilkan Raja Henry VIII memiliki inisial dari istrinya.
"Tidak hanya mengubah denominasi koin, Raja Henry VIII juga memiliki keputusan sangat aneh untuk meletakkan inisial istrinya di koin. Mengingat banyaknya pernikahan Raja Henry VIII, inisialnya sering berubah," kata Cook.
Tetapi setelah pernikahan ketiganya dengan Jane Seymour, Raja Henry VIII menghentikan praktik tersebut. Dengan kata lain, istri-istri berikutnya seperti Anne of Cleves, Catherine Howard, dan Catherine Parr tidak melihat inisial nama mereka pada uang koin Inggris.
Temuan ini hanyalah salah satu dari lebih 47.000 artefak yang didokumentasikan oleh PAS pada tahun 2020. Publik dapat melihat temuan-temuan tersebut dalam database PAS.