Hindari Kepunahan, Ilmuwan Beri Musang Vaksin Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 04 Januari 2021 | 10:00 WIB
Hindari Kepunahan, Ilmuwan Beri Musang Vaksin Covid-19
Ilustrasi musang (Pixabay)

Suara.com - Sebanyak 120 musang kaki hitam (Mustela nigripes) terancam punah di Colorado, mendapatkan vaksin virus Corona (Covid-19) eksperimental khusus untuk hewan.

Musang sangat rentan terhadap kematian akibat Covid-19. Mink, sepupu musang, juga dilaporkan terjangkit virus Corona di peternakan dan di alam liar.

Ini berbahaya karena setiap kali virus menular antara manusia dan hewan, virus memiliki banyak peluang untuk mengembangkan mutasi.

"Untuk virus pernapasan yang sangat menular, sangat penting untuk memperhatikan reservoir hewan. Jika virus kembali ke inang hewan dan bermutasi sehingga dapat menular lagi ke manusia, maka manusia tidak lagi memiliki kekebalan itu," kata Corey Casper, ahli vaksinasi dan kepala eksekutif Infectious Disease Research Institute di Seattle.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Dilansir dari Live Science, Senin (4/1/2021), musang kaki hitam berasal dari padang rumput di Great Plains utara. Hewan itu pernah diyakini punah, tetapi beberapa ekor ditemukan kembali di Wyoming pada tahun 1981. Berkat program penangkaran, diperkirakan ada 370 musang berkaki hitam di alam liar.

Jumlahnya yang rendah dan kerentanan terhadap virus Covid-19, para konservasionis khawatir pandemi ini akan mengancam pemulihan hewan.

Para ilmuwan di National Black-footed Ferret Conservation Center dekat Fort Collins, Colorado, mulai menyuntikkan vaksin eksperimental di akhir musim panas ke populasi di penangkaran.

Vaksin tersebut berbeda dari vaksin Covid-19 yang disetujui untuk manusia. Ini menggunakan protein lonjakan (spike protein) dan bahan kimia adjuvan yang meningkatkan respons imun, alih-alih mRNA yang digunakan dalam vaksin Covid-19 manusia.

Konservasi itu sekarang telah menyelesaikan inokulasi dan meninggalkan 60 musang yang tidak divaksinasi jika terjadi kesalahan dengan vaksin.

baca juga

Sejauh ini, musang yang divaksinasi tampak sehat dan tes menunjukkan antibodi Covid-19 dalam darah hewan. Namun, belum jelas apakah vaksin tersebut benar-benar melindungi dari penyakit itu.

Pasalnya, uji coba khasiat belum selesai pada musang. Uji khasiat setara dengan uji coba Fase 3 pada manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hoaks Vaksin Covid-19 Sinovac dan Berita Terpopuler Lainnya

Hoaks Vaksin Covid-19 Sinovac dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Minggu, 03 Januari 2021 | 19:15 WIB

Banyak Hoaks Soal Vaksin Covid-19, Bagaimana Cek Faktanya?

Banyak Hoaks Soal Vaksin Covid-19, Bagaimana Cek Faktanya?

Health | Minggu, 03 Januari 2021 | 18:30 WIB

Benarkah Proses Vaksinasi Covid-19 Butuh 3,5 Tahun? Ini Penjelasannya

Benarkah Proses Vaksinasi Covid-19 Butuh 3,5 Tahun? Ini Penjelasannya

Health | Minggu, 03 Januari 2021 | 17:50 WIB

Bio Farma Telah Distribusikan Vaksin Covid-19 ke 34 Provinsi

Bio Farma Telah Distribusikan Vaksin Covid-19 ke 34 Provinsi

Health | Minggu, 03 Januari 2021 | 17:45 WIB

Beredar Hoaks Seputar Vaksin Covid-19 Sinovac, Ini Fakta Menurut Bio Farma

Beredar Hoaks Seputar Vaksin Covid-19 Sinovac, Ini Fakta Menurut Bio Farma

Health | Minggu, 03 Januari 2021 | 15:26 WIB

Inggris Tidak Sarankan Mencampur Jenis Vaksin Covid-19, Kenapa?

Inggris Tidak Sarankan Mencampur Jenis Vaksin Covid-19, Kenapa?

Health | Minggu, 03 Januari 2021 | 15:16 WIB

Terkini

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

×