Benarkah Proses Vaksinasi Covid-19 Butuh 3,5 Tahun? Ini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 03 Januari 2021 | 17:50 WIB
Benarkah Proses Vaksinasi Covid-19 Butuh 3,5 Tahun? Ini Penjelasannya
Ilustrasi vaksin Covid-19. [AFP/Norberto Duarte]

Suara.com - Kementerian Kesehatan memastikan bahwa program vaksinasi Covid-19 akan dilakukan selama 15 bulan dengan dibuat secara dua periode. Dalam rentang waktu tersebut ditargetkan jumlah populasi yang mendapatkan vaksinasi sebanyak 181,5 juta orang.

"Kita membutuhkan waktu 15 bulan yang akan dihitung mulai dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Jadi ini adalah waktu 15 bulan pelaksanaan vaksinasi yang akan kita lakukan secara bertahap," papar Juru bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Minggu (3/12/2020).

Ia menambahkan, bahwa tujuanya, untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan di 34 provinsi, dengan total populasi sebesar 181,5 juta orang. 

Nadia menyampaikan bahwa selama periode pertama yakni Januari 2021 hingga April 2021, vaksinasi akan diprioritaskan terhadap 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi. 

Setelah itu, periode kedua yang berlangsung pada April 2021 hingga Maret 2022, akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

"Hal ini sekaligus kami mengklarifikasi terkait beberapa pemberiaan yang menyebut bahwa dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi di Indonesia, kami sampaikan yang dimaksud bapak Menteri adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia," paparnya.

"Sementara di Indonesia kita akan menyelesaikan vaksinasi covid-19 dalam waktu 15 bulan. Jadi rentang waktu 3,5 tahun itu adalah untuk dunia, bukan untuk Indonesia. Indonesia kami tegaskan kita membutuhkan waktu 15 bulan," imbuh Nadia.

Ia menyampaikan, saat ini Indonesia sudah ada 3 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang sudah ada di gudang Bio Farma. Hingga saat ini vaksin tersebut masih menunggu izin pemakaian darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum akhirnya didistribusikan.

Pemerintah meyakini bahwa program vaksinasi periode pertama bisa dilakukan mulai minggu kedua atau ketiga Januari 2021.

baca juga

"Kalau melihat perkembangan saat ini, juga informasi dari hasil uji klinis Turki dan Brasil menunjukan hasil cukup baik, juga teman-teman Unpad yang melakukan penelitian menghasilkan cukup baik. Sehingga kita cukup optimis untuk bisa sesuai jadwal yang sudah kita susun bahwa vaksinasi bisa dilakukan pada minggu kedua atau ketiga Januari," paparnya.

Meski, vaksin telah didistribusikan, Nadia mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Perjalanan kita masih panjang untuk bisa keluar dari pandemi. Vaksin, penerapan 3M, serta memperkuat 3T, merupakan upaya lengkap dalam menekan penyebaran Covid-19 secara efektif," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 3 Januari: Kasus Corona di Indonesia Tembus 765.350 Kasus

Update 3 Januari: Kasus Corona di Indonesia Tembus 765.350 Kasus

Jatim | Minggu, 03 Januari 2021 | 16:32 WIB

Hari Ketiga 2021, Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 6.877

Hari Ketiga 2021, Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 6.877

News | Minggu, 03 Januari 2021 | 16:28 WIB

Alami Gejala Virus Corona Ringan, Pria 50 Tahun Ini Derita Covid Pneumonia

Alami Gejala Virus Corona Ringan, Pria 50 Tahun Ini Derita Covid Pneumonia

Health | Minggu, 03 Januari 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:43 WIB

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:42 WIB

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:41 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:29 WIB

×