Bahaya! Tingkat Karbon Dioksida Akan Lewati Ambang Batas di Tahun 2021

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 14 Januari 2021 | 11:00 WIB
Bahaya! Tingkat Karbon Dioksida Akan Lewati Ambang Batas di Tahun 2021
Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).

Suara.com - Konsentrasi karbon dioksida di atmosfer akan melonjak melewati ambang batas pada 2021, melebihi 417 bagian per juta (ppm). Itu mendekati peningkatan 50 persen, sejak dimulainya aktivitas industri yang meluas di abad ke-18.

Perkiraan tersebut berasal dari Met Office, layanan meteorologi nasional untuk Inggris, yang menggunakan data dari Mauna Loa Observatory di Hawaii.

Meskipun ada sedikit penurunan emisi gas rumah kaca global pada 2020 karena pandemi virus Corona (Covid-19) dan peristiwa La Nina saat ini, itu tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan sebelumnya.

"Karena karbon dioksida berada di atmosfer untuk waktu yang sangat lama, emisi setiap tahun bertambah dengan tahun-tahun sebelumnya dan menyebabkan jumlah karbon dioksida di atmosfer terus meningkat," kata Richard Betts, kepala kelompok dampak iklim di Met Office dan pemimpin peneliti untuk prakiraan tersebut.

Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Dilansir dari Live Science, Kamis (14/1/2021), konsentrasi karbon dioksida di atmosfer mengikuti variasi musim yang dapat diprediksi.

Tingkat puncak terjadi pada Mei dan kemudian akan menurun selama musim panas karena tanaman tumbuh di belahan Bumi utara dan menyedot karbon melalui fotosintesis, sebelum naik lagi dari September dan seterusnya.

Meskipun jumlah total emisi karbon dioksida di seluruh dunia pada 2020 turun 7 persen dari tahun-tahun sebelumnya, emisi hampir kembali ke tingkat pra-pandemi.

Pencatatan konsentrasi karbon dioksida telah dilakukan pada 1958 dan data tersebut disimpan di Mauna Loa Observatory.

Hingga saat ini, para ilmuwan telah menggunakan data tersebut untuk melacak tingkat karbon dioksida di atmosfer menggunakan Keeling Curve.

baca juga

Para ilmuwan mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan untuk memenuhi tujuan Panel Internasional tentang Perubahan Iklim, untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NASA Temukan Molekul Aneh di Atmosfer Bulan Terbesar Saturnus

NASA Temukan Molekul Aneh di Atmosfer Bulan Terbesar Saturnus

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 08:30 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Pakai Masker Menyebabkan Keracunan CO2?

CEK FAKTA: Benarkah Pakai Masker Menyebabkan Keracunan CO2?

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:41 WIB

Atmosfer Eksoplanet Terpanas di Galaksi Dipenuhi Logam

Atmosfer Eksoplanet Terpanas di Galaksi Dipenuhi Logam

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:00 WIB

Daimler Desak Promosi Stasiun Pengisian Baterai EV Mesti Lebih Gencar

Daimler Desak Promosi Stasiun Pengisian Baterai EV Mesti Lebih Gencar

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2020 | 18:00 WIB

Ilmuwan Teliti Fosil Daun Berusia 23 Juta Tahun, Hasilnya Luar Biasa!

Ilmuwan Teliti Fosil Daun Berusia 23 Juta Tahun, Hasilnya Luar Biasa!

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 20:01 WIB

Mengenal Hiperkapnia akibat Kelamaan Pakai Masker, Inilah Gejalanya

Mengenal Hiperkapnia akibat Kelamaan Pakai Masker, Inilah Gejalanya

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 14:15 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×