Cara Menghapus Tanda di Google Maps

Rifan Aditya

Kamis, 21 Januari 2021 | 13:46 WIB
Cara Menghapus Tanda di Google Maps
Cara menghapus tanda di Google Maps - gambar sebagai ilustrasi. [Shutterstock]

Suara.com - Simak cara menghapus tanda di Google Maps berikut ini. Sebab kadang ada tanda di Google Maps yang tidak akurat ataupun perlu diperbaiki.

Aplikasi Google Maps memiliki fitur untuk membuat lokasi sendiri dengan menandai koordinat di peta dengan tanda pin.

Tanda pin tersebut dapat diatur melalui aplikasi Google Maps sesuai dengan lokasi yang diinginan seperti rumah, kantor, dan lokasi yang lainnya. Jika lokasi tersebut tidak digunakan, pindah maupun tutup secara permanen ada cara menghapus tanda pin lokasi tersebut.

Berikut ini cara menghapus tanda di Google Maps.

  1. Buka aplikasi Google Maps di smartphone,
  2. Cari lokasi sudah tidak ada, pindah atau tutup permanen.
  3. Klik tanda pin lokasi dan klik pada menu pop up yang muncul dari bawah.
  4. Isi teks sarankan edit
  5. Klik pada tombol hapus tempat ini untuk menghapus tempat tersebut.
  6. Isi informasi mengapa tempat ini harus dihapus, tulis alasan sesuai dengan fakta yang ada dan berikan gambar terbaru dan alamat terbaru, kemudian klik pada tombol panah di sudut kanan atas.
  7. Setelah selesai akan mendapatkan sebuah poin saran pengeditan.

Selain menjelaskan bagaimana cara menghapus tanda di Google Maps, Anda perlu tahu lebih dahulu tentang Google Maps. Aplikasi itu merupakan salah satu produk dari Google yang banyak digunakan untuk membantu orang dalam menemukan lokasi yang akan dituju.

Dengan banyaknya pengguna aktif Google Maps saat ini, Google terus mengembangkan dan menambah fitur-fitur yang ada di Google Maps.

Aplikasi ini tentunya dapat diakses melalui berbagai macam gawai mulai dari laptop, tablet maupun smartphone. Google Maps dapat selalu update segala informasi dan lokasi terbaru yang ada di Google Maps ini.

Google Maps terdapat banyak tempat yang dapat dikunjungi seperti restoran, tempat wisata, sekolah dan bahkan warung toko kelontong dapat dicari melalui Google Maps. Siapapun orang dapat menambahkan lokasi baru melalui Google Maps.

Biasanya para pedagang atau orang yang memiliki toko yang menambahkan lokasi secara mandiri asalkan tempat tersebut benar-benar ada. Google Maps tidak akan secara langsung menyetujui setiap permintaan verifikasi lokasi baru namun menunggu proses peninjauan selesai. Kemudian Google Maps akan menyetujui lokasi baru yang benar.

baca juga

Dalam setiap harinya, Google Maps selalu update lokasi-lokasi terbaru dan juga melakukan penghapusan terhadap lokasi-lokasi lama yang sebelumnya telah tutup maupun pindah.

Oleh karena itu, Google Maps juga memberikan akses kepada pengguna untuk menghapus lokasi – lokasi yang sudah tidak ada. Namun begitu, Google Maps akan tetap meninjau ke lokasi secara langsung jika pengguna melaporkan penghapusan lokasi ke Google Maps.

Demikian cara menghapus tanda di Google Maps. Semoga informasi ini dapat membantu kalian.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Tanda SOS Pulau Laki, Basarnas: Tak Terkait Pesawat Sriwijaya Air

Muncul Tanda SOS Pulau Laki, Basarnas: Tak Terkait Pesawat Sriwijaya Air

Sumsel | Kamis, 21 Januari 2021 | 08:37 WIB

Kata Basarnas Soal Tanda SOS di Pulau Laki yang Muncul di Google Maps

Kata Basarnas Soal Tanda SOS di Pulau Laki yang Muncul di Google Maps

Lampung | Rabu, 20 Januari 2021 | 13:13 WIB

Ada Tanda SOS di Pulau Laki, Publik Harap Korban Selamat Sriwijaya Air

Ada Tanda SOS di Pulau Laki, Publik Harap Korban Selamat Sriwijaya Air

Jakarta | Rabu, 20 Januari 2021 | 09:19 WIB

Terkini

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

×