alexametrics

Mengharukan, Viral Kakek Arifin Setia Tunggu Kekasihnya Hingga Akhir Hayat

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Mengharukan, Viral Kakek Arifin Setia Tunggu Kekasihnya Hingga Akhir Hayat
Ilustrasi lansia. [Shutterstock]

Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kisah seorang kakek bernama Arifin atau akrab juga disapa sebagai Mr. Gombloh.

Suara.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kisah seorang kakek bernama Arifin atau akrab juga disapa sebagai Mr. Gombloh, setia menunggu kedatangan kekasihnya di tempat sama hingga akhir hayat.

Kisah tersebut dibagikan oleh akun Facebook Muhammad Nur Yusron pada 8 Februari lalu, dibagikan kembali oleh akun Twitter @_n0t4lfiaccount pada 9 Februari berupa gambar tangkapan layar.

Dalam kisah yang ditulis, kakek Arifin menanti kekasihnya kembali dari tahun 1970-an di sudut kawasan Kayutangan, Kota Malang.

Kakek Arifin hampir setiap hari berada di tempat yang sama di kawasan Kayutangan. Dalam foto yang diunggah, kakek Arifin tampak duduk di emperan toko dengan maksud menunggu kekasihnya datang.

Baca Juga: Warganet Kehilangan Ponsel Rp 17 Juta, Akhirnya Ketemu Berkat Fitur Ini

Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]
Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]

Menurut keterangan, banyak orang mengatakan bahwa penantian sang kakek sudah dilakukan mulai tahun 1970-an, 1980-an, dan 1990-an. Namun tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Pemilik akun menulis bahwa kakek Arifin terpisah dengan kekasihnya ketika peristiwa politik di Malang terjadi.

Pasangan ini kemudian saling berjanji untuk bertemu kembali di tempat yang sama saat keadaan sudah aman.

Kakek Arifin menepati janjinya untuk menunggu kekasihnya di tempat di mana mereka berjanji akan bertemu.

Sayangnya, sang kekasih justru tak kunjung datang untuk menepati janjinya. Tidak diketahui apa penyebabnya dan apakah kekasihnya masih hidup.

Baca Juga: Niat Menipu Lewat Transaksi Online, Alibi Bukti Transfer Ini Bikin Ngakak

Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]
Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]

Menariknya, kakek Arifin tak pernah menyerah menunggu kekasihnya.

Bahkan, ia rela berangkat dari rumahnya di Ngantang menuju kawasan Kayutangan karena percaya bahwa suatu hari nanti sang kekasih pasti akan datang.

Sayang, 2017 adalah akhir dari penantian kakek Arifin. Ia ditemukan terkulai lemas di trotoar dengan kelopak mata lebam karena terbentur.

Kakek Arifin sempat dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk mendapat pertolongan, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Menurut keterangan, kakek Arifin menjadi korban tabrak lari.

"Kesetiaan kakek Arifin akan selalu dikenang oleh orang-orang yang mengenalnya, baik yang pernah bertemu langsung dengannya maupun hanya sekadar terenyuh mendengarnya. Harapannya kisah itu tak hanya diketahui publik, melainkan juga menginspirasi semua orang, bahwa cinta sejati itu ada," tulis pemilik akun pada akhir unggahannya.

Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]
Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]

Dalam salah satu foto, tampak seseorang menempelkan kertas putih yang dicetak potret kakek Arifin dalam kondisi membungkuk dan duduk di emperan toko yang tutup dan dipenuhi coretan.

Kertas tersebut memiliki tulisan yang berbunyi, "Rest in Peace. Mbah Arifin/Mr.Gombloh. XXXX - 8 April 2017. In this place, from 1970 he sitting day and night to fulfill his promise waiting his lovely one until his time is finally come. The Power of Love."

Selain itu, kertas tersebut juga ditempelkan tepat di tempat biasa kakek Arifin duduk menunggu.

Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 16.600 kali itu pun menuai beragam komentar.

Rupanya, beberapa warganet mengaku sempat bertemu dengan kakek Arifin semasa hidupnya dan bahkan mengabadikan potretnya.

"Setahun lalu waktu sering jalan malem sendirian pernah ketemu (nggak inget betul apakah orang yang sama) tapi dari spotnya iya. Murah senyum dan bisa disapa," tulis akun @VivantSequentes.

Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]
Kisah viral Kakek Arifin. [Twitter]

"Bener-bener the man who can't be moved yaa ini," komentar @isprstya.

"Nggak bisa bayangin rasanya jadi beliau. Nunggu seseorang yang nggak akan pernah datang. Tapi beliau setia menunggu bertahun-tahun sampai beliau meninggal. Bahkan di akhir pun beliau tidak berhasil menemui cintanya. Nggak bisa bayangin penantian selama itu berakhir sedih," tambah @Rizkynovrialdi.

"Dulu pas jaman kuliah, sering nyamperin beliau, ngajak ngomong tapi no respon. Beliau duduk diam gitu dengan dua tangan di sebelahnya dan selalu pake kemeja. Kadang beliau pergi ke arah alun-alun masjid dan jalannya cepet banget, mungkin pas mau balik ke rumah. Al-fatihah buat mbah Gombloh," ungkap @skintastisch_.

"Ya Allah sedih. Yang kadang janji hal sepele ke pasangan aja suka lupa, tapi ini bukti kesetiaan dan konsistensi banget sih. Beliau mungkin mikir pasti perempuan itu juga udah punya kehidupan atau mungkin sudah dipanggil duluan, tapi beliau yakin kalau emang waktunya ketemu pasti ketemu tanpa tahu kapan itu," cuit @kanghana21.

Komentar