Ilmuwan Dibuat Bingung, Misteri Penurunan Drastis Virus Corona di India

Dythia Novianty

Rabu, 17 Februari 2021 | 06:15 WIB
Ilmuwan Dibuat Bingung, Misteri Penurunan Drastis Virus Corona di India
Virus Corona di India. [Narinder Nanu/AFP]

Bahkan, mereka yang swab mungkin memberikan hasil negatif palsu.

Rijo John, seorang analis kebijakan kesehatan masyarakat, juga memperingatkan bahwa beberapa negara bagian gagal melaporkan jenis tes yang digunakan, semakin memperkeruh gambaran tersebut.

"Semakin banyak negara bagian yang bergerak menuju tes deteksi antigen cepat, yang diketahui memiliki persentase negatif palsu yang tinggi dan tidak menggunakan tes RT-PCR standar emas hingga kapasitas penuh," katanya.

Menurut dia, harus diwajibkan bagi semua negara bagian untuk melaporkan penguraian [down] jenis pengujian yang berbeda serta positif dari ini.

Data juga menunjukkan 80 persen orang India meninggal di rumah, tanpa persyaratan nasional tentang penyebab kematian yang harus diberikan sebelum jenazah dapat dikremasi atau dikuburkan.

Itu telah membuat para ahli memperingatkan tentang jumlah kematian yang 'substansial', dengan Dr Babu memperingatkan, jumlah sebenarnya bisa dua atau tiga kali lebih tinggi dari jumlah resmi.

Tetapi yang lain menunjuk pada pengurangan tekanan pada rumah sakit di negara itu sebagai bukti bahwa sesuatu selain kasus dan kematian yang kurang dihitung sedang terjadi.

Beberapa menunjuk pada populasi muda India dan tingkat obesitas yang relatif rendah sebagai penjelasan yang mungkin.

Negara ini memiliki usia rata-rata kurang dari 30 dengan hanya 15 persen orang dewasa yang kelebihan berat badan dan 5 persen obesitas, menurut data 2015.

baca juga
lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)
lemak obesitas. (Pixabay/jarmoluk)

Sebagai perbandingan, AS memiliki usia rata-rata 38 tahun dengan 32 persen orang dewasa kelebihan berat badan dan 36 persen obesitas.

Teori lain termasuk bahwa India telah berurusan dengan jenis virus yang kurang ganas daripada yang ditemukan di Eropa, AS, dan sebagian Afrika.

India menangguhkan semua penerbangan komersial pada Maret tahun lalu, dan meskipun telah mengoperasikan 'koridor perjalanan' sejak Juli, dengan cepat memutus rute ke negara-negara di mana varian baru yang berbahaya telah muncul seperti Inggris.

"Itu bisa menghentikan negara yang menderita lonjakan infeksi seperti yang terlihat di Inggris setelah apa yang disebut Kent Variant muncul," jelas ahli epidemiologi.

Pendapat lain mengungkapkan bahwa orang India, banyak di antaranya hidup dalam kondisi tidak sehat dan menderita gelombang infeksi berulang, memiliki sistem kekebalan yang tangguh secara alami.

"[India menderita] demam berdarah, chikungunya, malaria, tifus, kolera, disentri, influenza, jadi sistem kekebalan bawaan dilatih untuk waspada," terang Jacob John, ahli virus terkemuka di Christian Medical College di negara bagian Tamil Nadu.

Keberhasilan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan vaksinasi karena India baru mulai memberikan suntikan pada Januari lalu, dengan hanya tujuh juta dari 1,3 miliar penduduk negara yang ditusuk sejauh ini.

Para ahli telah memperingatkan bahwa meskipun kekebalan kawanan di beberapa tempat sebagian bertanggung jawab atas penurunan tersebut, populasi secara keseluruhan tetap rentan - dan harus terus melakukan tindakan pencegahan.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Ini terutama benar karena penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang terkena salah satu bentuk virus mungkin dapat terinfeksi lagi dengan versi baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mossad Gunakan Senjata Otonom Seberat 1 Ton untuk Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

Mossad Gunakan Senjata Otonom Seberat 1 Ton untuk Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

Tekno | Kamis, 11 Februari 2021 | 21:27 WIB

Pemerintah: Covid-19 Terkendali September 2021, Herd Immunity Maret 2022

Pemerintah: Covid-19 Terkendali September 2021, Herd Immunity Maret 2022

News | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:12 WIB

Strategi Vaksinasi Covid-19 Massal Tuai Kritik, Begini Menurut Pakar

Strategi Vaksinasi Covid-19 Massal Tuai Kritik, Begini Menurut Pakar

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 14:16 WIB

Ilmuwan Uji Pencampuran Vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan Pfizer

Ilmuwan Uji Pencampuran Vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan Pfizer

Tekno | Senin, 08 Februari 2021 | 09:30 WIB

Kumbang Rawa Purba Ditemukan, Umurnya Setua Piramida Mesir

Kumbang Rawa Purba Ditemukan, Umurnya Setua Piramida Mesir

Tekno | Jum'at, 05 Februari 2021 | 08:00 WIB

Langka! Mumi Anti Mainstream, Dibungkus dengan Lumpur

Langka! Mumi Anti Mainstream, Dibungkus dengan Lumpur

Tekno | Jum'at, 05 Februari 2021 | 06:45 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×