Ilmuwan Dibuat Bingung, Misteri Penurunan Drastis Virus Corona di India

Dythia Novianty

Rabu, 17 Februari 2021 | 06:15 WIB
Ilmuwan Dibuat Bingung, Misteri Penurunan Drastis Virus Corona di India
Virus Corona di India. [Narinder Nanu/AFP]

Suara.com - Para ilmuwan mencoba mencari tahu mengapa kasus virus corona di India menurun ketika pada satu titik, tampaknya negara itu mungkin mengambil alih posisi Amerika Serikat (AS), sebagai negara yang paling parah terkena dampak.

Pada September lalu, negara itu melaporkan sekitar 100.00 kasus baru per hari, tetapi itu menurun pada Oktober dan sekarang sekitar 10.000 per hari. Kondisi ini membuat para ahli berjuang untuk mencari alasannya.

Sementara pemerintah India sangat ingin menempatkan keberhasilan nyata pada hukum pemakaian masker dan jaga jarak sosial, hanya sedikit yang percaya langkah-langkah ini saja yang bertanggung jawab atas penurunan tersebut.

Sebaliknya, para ahli percaya itu mungkin karena fakta bahwa kota-kota terbesar di India telah mencapai herd immunity (kekebalan kawanan).

Ilustrasi Herd Immunity. [Shutterstock]
Ilustrasi Herd Immunity. [Shutterstock]

Artinya, virus telah pindah ke daerah pedesaan di mana penyebarannya lebih lambat dan di mana kasus serta kematian, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk diuji dan dicatat.

Sebuah survei baru-baru ini menemukan 56 persen orang di Delhi, memiliki antibodi Covid, yang kemungkinan di bawah perkiraan dengan 70 persen diperlukan untuk kekebalan kawanan.

Hanya sekitar 20 persen kematian di India yang bersertifikat medis, berarti 80 persen tidak memiliki penyebab kematian resmi.

Para ilmuwan memperingatkan negara tersebut mungkin kurang menghitung kematian akibat Covid-19 sebanyak dua atau tiga kali lipat.

India juga menguji jauh lebih sedikit daripada negara maju, dengan para ahli medis memperingatkan beberapa negara bagian mengandalkan tes aliran lateral cepat yang memberikan hasil negatif palsu.

baca juga

Negara ini juga memiliki populasi yang jauh lebih muda daripada banyak negara barat - dengan usia rata-rata di bawah 30 tahun - dan memiliki tingkat obesitas yang jauh lebih rendah, yang merupakan faktor utama dalam infeksi Covid-19 dan kematian yang serius.

Sebagaimana melansir laman Dailymail mengutip The Times, Rabu (17/2/2021), survei antibodi yang dilakukan di Mumbai, kota terbesar kedua di India, dan Pune juga menunjukkan antibodi pada sekitar 50 persen populasi.

"Daerah yang paling padat penduduknya sudah jenuh dan mencapai ambang kekebalan kawanan. Virus itu sekarang telah menyebar ke daerah pedesaan, tetapi tidak terlalu padat," kata Giridhar Babu, seorang ahli epidemiologi di Yayasan Kesehatan Masyarakat India, kepada surat kabar itu.

Memiliki populasi yang kurang padat berarti virus menyebar lebih lambat, yang secara alami akan menurunkan angka kasus harian.

Tetapi dengan akses ke perawatan kesehatan di pedesaan India yang kurang, itu mungkin juga berarti bahwa banyak kasus dan kematian tidak terdeteksi.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Jumlah rata-rata tes swab yang dilakukan per hari, juga telah menurun di seluruh India sejak pertengahan Desember, yang juga dapat membantu menjelaskan mengapa hasil tes positif turun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mossad Gunakan Senjata Otonom Seberat 1 Ton untuk Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

Mossad Gunakan Senjata Otonom Seberat 1 Ton untuk Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

Tekno | Kamis, 11 Februari 2021 | 21:27 WIB

Pemerintah: Covid-19 Terkendali September 2021, Herd Immunity Maret 2022

Pemerintah: Covid-19 Terkendali September 2021, Herd Immunity Maret 2022

News | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:12 WIB

Strategi Vaksinasi Covid-19 Massal Tuai Kritik, Begini Menurut Pakar

Strategi Vaksinasi Covid-19 Massal Tuai Kritik, Begini Menurut Pakar

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 14:16 WIB

Ilmuwan Uji Pencampuran Vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan Pfizer

Ilmuwan Uji Pencampuran Vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan Pfizer

Tekno | Senin, 08 Februari 2021 | 09:30 WIB

Kumbang Rawa Purba Ditemukan, Umurnya Setua Piramida Mesir

Kumbang Rawa Purba Ditemukan, Umurnya Setua Piramida Mesir

Tekno | Jum'at, 05 Februari 2021 | 08:00 WIB

Langka! Mumi Anti Mainstream, Dibungkus dengan Lumpur

Langka! Mumi Anti Mainstream, Dibungkus dengan Lumpur

Tekno | Jum'at, 05 Februari 2021 | 06:45 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×