Pertama Kalinya, Air dan Bahan Organik Ditemukan di Asteroid

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 08 Maret 2021 | 08:30 WIB
Pertama Kalinya, Air dan Bahan Organik Ditemukan di Asteroid
Asteroid Itokawa. [NASA]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan air dan bahan organik di permukaan sampel asteroid yang dikumpulkan dari tata surya. Ini pertama kalinya bahan semacam itu ditemukan di asteroid.

Sampel yang hanya berupa butiran itu berasal dari asteroid Itokawa yang diambil oleh misi Hayabusa pertama yang dilakukan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (Jaxa) pada 2010.

Sampel menunjukkan air dan bahan organik yang bukan berasal dari dunia asing, tetapi dari asteroid itu sendiri.

Para ilmuwan dari Royal Holloway, Universitas London, menyatakan bahwa asteroid telah berevolusi selama milyaran tahun dengan memasukkan bahan cair dan organik dengan cara yang sama seperti Bumi.

Asteroid tersebut telah mengalami panas yang ekstrem, dehidrasi, dan pecah, tetapi berhasil membentuk dan menghidrasi kembali menggunakan bahan yang diambilnya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa asteroid tipe-S atau asteroid yang paling umum datang ke Bumi dapat mengandung komponen yang penting bagi kehidupan.

Air dan bahan organik di asteroid. [Nature.com]
Air dan bahan organik di asteroid. [Nature.com]

Temuan ini bisa mengubah informasi tentang pengetahuan manusia mengenai sejarah kehidupan di Bumi, yang sebelumnya berfokus pada asteroid tipe C yang kaya karbon.

"Misi Hayabusa bertujuan untuk mengembalikan sampel dari asteroid kecil di dekat Bumi bernama Itokawa, untuk analisis terperinci di laboratorium di Bumi," kata Dr. Queenie Chan, ilmuwan dari Departemen Ilmu Bumi di Royal Holloway, seperti dikutip dari Independent, Senin (8/3/2021).

Setelah dipelajari dengan sangat rinci oleh tim peneliti internasional, analisis terhadap sampel yang dijuluki Amazon menunjukkan telah mengawetkan bahan organik primitif (tidak dipanaskan) dan diproses (dipanaskan) dalam jarak sepuluh mikron.

baca juga

Bahan organik yang dipanaskan menunjukkan bahwa asteroid telah dipanaskan hingga lebih dari 600 derajat Celcius di masa lalu.

Kehadiran bahan organik yang tidak dipanaskan sangat dekat dengannya. Dengan kata lain, bahan organik primitif yang berjatuhan tiba di permukaan Itokawa setelah asteroid itu mendingin.

Para ahli telah mempublikasikan penelitian ini di jurnal Scientific Reports dengan judul "Organic matter and water from asteroid Itokawa".

"Temuan ini sangat menarik karena mengungkap detail kompleks dari sejarah asteroid dan bagaimana jalur evolusinya sangat mirip dengan Bumi prebiotik," tambah Dr. Chan.

Wahana antariksa milik Jepang, Hayabusa 2. [AFP/Jiji Press]
Wahana antariksa milik Jepang, Hayabusa 2. [AFP/Jiji Press]

Analisis sampel ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi analisis sampel lain yang lebih rinci.

Misi Hayabusa 2 telah mengembalikan sampel asteroid Ryugu tahun lalu dan berhasil membawa batuan luar angkasa berdiameter 38 sentimeter.

Sebelumnya, sampel dari asteroid Bennu pada 2019 juga mengungkapkan wawasan baru bahwa batuan itu berumur lebih tua dari perkiraan para ilmuwan. Hal ini kembali memberikan pandangan baru tentang bagaimana evolusi tata surya berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapan Bandingkan Suara Ledakan Buleleng dengan Peristiwa Asteroid Bone 2009

Lapan Bandingkan Suara Ledakan Buleleng dengan Peristiwa Asteroid Bone 2009

Sulsel | Senin, 25 Januari 2021 | 05:00 WIB

Suara Ledakan Buleleng Diduga Dipicu Jatuhnya Asteroid

Suara Ledakan Buleleng Diduga Dipicu Jatuhnya Asteroid

Bogor | Senin, 25 Januari 2021 | 07:05 WIB

Lapan: Diduga Asteroid Picu Suara Ledakan Buleleng

Lapan: Diduga Asteroid Picu Suara Ledakan Buleleng

Tekno | Senin, 25 Januari 2021 | 06:15 WIB

Suara Ledakan di Buleleng Masih Misterius, Terdeteksi Sensor Gempa BMKG

Suara Ledakan di Buleleng Masih Misterius, Terdeteksi Sensor Gempa BMKG

Tekno | Minggu, 24 Januari 2021 | 23:06 WIB

Gandeng Jepang, NASA Resmi Bermitra untuk Program Artemis

Gandeng Jepang, NASA Resmi Bermitra untuk Program Artemis

Tekno | Rabu, 20 Januari 2021 | 13:00 WIB

Usai Pulangkan Sampel, Hayabusa 2 Mulai Penyelidikan Asteroid Baru

Usai Pulangkan Sampel, Hayabusa 2 Mulai Penyelidikan Asteroid Baru

Tekno | Rabu, 13 Januari 2021 | 07:48 WIB

Terkini

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

×