Kisah Runtuhnya Pompeii, Kota Hancur dalam 15 Menit Usai Vesuvius Meletus

Fitri Asta Pramesti

Kamis, 25 Maret 2021 | 19:44 WIB
Kisah Runtuhnya Pompeii, Kota Hancur dalam 15 Menit Usai Vesuvius Meletus
Kisah runtuhnya Pompeii (Pixabay/falco)

Suara.com - Ledakan dahsyat Gunung Vesuvius pada 79 Masehi lalu berhasil menghancurkan kota Pompeii di Italia. Bukan hanya Luruhan abu dan debu Vesuvius bahkan mampu mengubur kota Pompeii selama ribuan tahun. Kisah runtuhnya Pompeii kembali jadi sorotan usai peneliti menemukan fakta baru terkait tragedi tersebut. 

Menyadur The Guardian, Kamis (25/3/2021), ditemukan fakta bahwa ledakan Vesuvius hanya membutuhkan waktu selama 15 menit untuk menewaskan penduduk Pompeii. Terkepung awan panas dan gas, mereka tak sempat melarikan diri. 

Penelitian terbaru dari Departemen Ilmu Bumi dan Geo-lingkungan Universitas of Bari, bekerjasama dengan Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV) dan British Geological Survey mengungkap penduduk sebagian besar meninggal akibat mati lemas.

Tebalnya puing-puing vulkanik Vesuvius, membuat salah satu kota Romawi Kuno di Campania ini baru berhasil ditemukan pada 1748 lalu. Saat sekelompok penjelajah berhasil menemukan artefak kuno di Campania.

Dulunya, Pompeii dihuni oleh penduduk keturunan Neolitik Campania yang berbahasa Bahasa Oscan.

Jasad tuan dan budak korban letusan Gunung Pompeii.[Luigi Spina/Parco Archeologico/EPA]
Jasad tuan dan budak korban letusan Gunung Pompeii.[Luigi Spina/Parco Archeologico/EPA]

Kini, Pompeii telah menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO dan menjadi salah satu destinasi wisata paling banyak dikunjungi kedua di Italia setelah Colosseum.

Kehancuran Pompeii

Sebelum dihancurkan oleh letusan Gunung Vesuvius pada 79 Masehi, Pompeii terlebih dahulu telah mendapat guncangan gempa bumi dahsyat pada 62 Masehi.

Saat itu, rumah-rumah rubuh, patung-patung besar hancur berserakan dan berbagai kerusakan parah terjadi di kota tersebut.

baca juga

Setelah itu, selama bertahun-tahun Pompeii dibangun kembali dengan lebih megah, indah dan lebih maju. Sayangnya semua usaha untuk membangkitkan kembali Kota Pompeii itu hanya bertahan selama 17 tahun.

Kota Pompeii (Pixabay/falco)
Kota Pompeii (Pixabay/falco)

Dahsyatnya ledakan Gunung Vesuvius pada 79 Masehi kembali mengubur gemerlapnya kota Pompeii hingga tak mampu lagi diselamatkan.

Gumpalan abu, batu apung serta material letusan gas vulkanik Gunung Vesuvius yang sangat panas terlontarkan ke langit. Letusan kala itu bahkan bisa disaksikan oleh orang yang berada ratusan mil dari kota Pompeii.

Salah satu orang yang menjadi saksi mata kedahsyatan letusan Gunung Vesuvius adalah Plinius Muda yang mengirimkan surat kepada sejarawan Tacitus. Plinius berhasil selamat karena Ia menyaksikan letusan itu dari seberang teluk.

Siang itu, kota Pompeii yang mulanya disinari terik matahari dalam sekejap menjadi gelap gulita karena serbuan awan gelap aliran piroklastik atau awan gas yang sangat panas dan keesokan harinya, kota Pompeii telah terkubur jutaan ton abu vulkanik.

Diperkirakan total korban jiwa saat itu mencapai lebih dari 16.000 jiwa. Sedangkan penduduk Pompeii yang berhasil selamat terpaksa meninggalkan Pompeii sampai berabad-abad kemudian.

Penemuan Kota Pompeii

Sisa-sisa jenazah di Kota Kuno Pompeii. (Shutterstock)
Sisa-sisa jenazah di Kota Kuno Pompeii. (Shutterstock)

Pada tahun 1748 lalu, sekelompok penjajah berhasil menemukan ribuan tengkorak manusia serta bangunan -bangunan kuno yang terawetkan dengan jutaan ton debu vulkanik.

Selama kurang lebih tiga abad penggalian kota Pompeii terus berlanjut. Temuan Kota mati itu tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi para arkeolog dan sejarawan.

Selama proses penggalian itu, para arkeolog menemukan jasad manusia yang terawetkan dalam berbagai pose. Bahkan para arkeolog berhasil menemukan tempat pelacuran yang dipenuhi fresco erotus serta pasung berpose mesum yang menggambarkan betapa bebas gaya hidup penghuninya.

Melalui penemuan itulah Pompeii juga dijuluki sebagai “kota maksiat”. Itulah sederet informasi mengenai kisah runtuhnya Pompeii, ada yang tertarik untuk ke sana? 

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kereta Parade yang Terkubur Ribuan Tahun Ditemukan Dekat Kota Romawi Kuno

Kereta Parade yang Terkubur Ribuan Tahun Ditemukan Dekat Kota Romawi Kuno

News | Senin, 01 Maret 2021 | 22:15 WIB

Arkeolog Temukan Kereta Romawi Kuno Utuh di Dekat Pompeii

Arkeolog Temukan Kereta Romawi Kuno Utuh di Dekat Pompeii

Tekno | Minggu, 28 Februari 2021 | 09:45 WIB

Jejak Kehidupan Kota Pompeii Ribuan Tahun Lalu Dalam Kedai Makanan

Jejak Kehidupan Kota Pompeii Ribuan Tahun Lalu Dalam Kedai Makanan

Surakarta | Senin, 28 Desember 2020 | 15:57 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×