NASA Akan Luncurkan Satelit Pelacak Bencana dan Perubahan Iklim Bumi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 31 Maret 2021 | 19:52 WIB
NASA Akan Luncurkan Satelit Pelacak Bencana dan Perubahan Iklim Bumi
Logo NASA. [Shutterstock]

Suara.com - NASA akan meluncurkan satelit seukuran SUV yang dirancang untuk melihat potensi bencana alam dan pengaruh perubahan iklim.

Satelit ini seperti mengukur bagaimana pencairan es di daratan akan memengaruhi kenaikan permukaan laut.

Disebut NISAR, ini merupakan misi kolaborasi dengan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO).

NISAR akan melihat tanda-tanda peringatan letusan gunung berapi yang akan segera terjadi, membantu memantau pasokan air tanah, hingga mengamati pergeseran distribusi vegetasi di seluruh dunia.

Memantau jenis perubahan seperti ini di permukaan Bumi hampir di seluruh dunia belum pernah dilakukan sebelumnya dalam resolusi tinggi yang akan dihasilkan NISAR.

NISAR akan menggunakan dua jenis radar apertur sintetis (SAR) untuk mengukur perubahan di permukaan Bumi.

Satelit NASA, NISAR. [NASA]
Satelit NASA, NISAR. [NASA]

Satelit akan dilengkapi dengan antena reflektor wire mesh radar berdiameter hampir 12 meter, di ujung tiang sepanjang 9 meter untuk mengirim dan menerima sinyal radar ke dan dari permukaan Bumi.

Konsep NISAR mirip dengan bagaimana radar cuaca memantulkan sinyal dari tetesan hujan untuk melacak badai.

Kedua radar NISAR dapat mengamati permukaan Bumi melalui objek seperti awan ataupun hutan yang menghalangi.

baca juga

Kemampuan ini memungkinkan misi untuk melacak perubahan di permukaan Bumi siang atau malam dan hujan ataupun cerah.

"NISAR adalah satelit segala cuaca yang akan memberi kita kemampuan untuk melihat bagaimana permukaan Bumi berubah," kata Paul Rosen, ilmuwan proyek NISAR di Jet Propulsion Laboratory NASA.

Kedua radar bekerja dengan memantulkan sinyal gelombang mikro dari permukaan Bumi dan merekam berapa lama sinyal yang dibutuhkan, untuk kembali ke satelit serta kekuatannya saat kembali.

Semakin panjang antena yang mengirim dan menerima sinyal, maka semakin tinggi resolusi spasial datanya.

Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Dilansir dari Scitechdaily, Rabu (31/3/2021), NISAR juga akan mampu mendeteksi pergerakan permukaan planet sekecil 0,4 inci di atas area seukuran setengah lapangan tenis.

Satelit ini dijadwalkan akan diluncurkan pada awal 2022 dan memindai Bumi setiap 12 hari selama tiga tahun, menghasilkan pencitraan daratan Bumi, lapisan es, dan es laut di setiap orbit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya, NASA Mengukur Inti Mars

Pertama Kalinya, NASA Mengukur Inti Mars

Tekno | Selasa, 23 Maret 2021 | 07:00 WIB

Cara Unik Bill Gates Menekan Dampak Perubahan Iklim

Cara Unik Bill Gates Menekan Dampak Perubahan Iklim

Tekno | Senin, 22 Maret 2021 | 07:00 WIB

Alhamdulillah, NASA dan SpaceX Sepakati Hindarkan Tabrakan di Antariksa

Alhamdulillah, NASA dan SpaceX Sepakati Hindarkan Tabrakan di Antariksa

Tekno | Minggu, 21 Maret 2021 | 10:30 WIB

Mengenang 34 Tahun Peluncuran Satelit Palapa B2-P Indonesia

Mengenang 34 Tahun Peluncuran Satelit Palapa B2-P Indonesia

Tekno | Minggu, 21 Maret 2021 | 09:02 WIB

Awal April, Helikopter NASA di Planet Mars Dijadwalkan Terbang

Awal April, Helikopter NASA di Planet Mars Dijadwalkan Terbang

Tekno | Jum'at, 19 Maret 2021 | 11:22 WIB

NASA Ungkap Mars Menyembunyikan Lautan di Bawah Kerak Planet

NASA Ungkap Mars Menyembunyikan Lautan di Bawah Kerak Planet

Tekno | Kamis, 18 Maret 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×