alexametrics

NASA Akan Luncurkan Satelit Pelacak Bencana dan Perubahan Iklim Bumi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
NASA Akan Luncurkan Satelit Pelacak Bencana dan Perubahan Iklim Bumi
Logo NASA. [Shutterstock]

Satelit ini seperti mengukur bagaimana pencairan es di daratan akan memengaruhi kenaikan permukaan laut.

Suara.com - NASA akan meluncurkan satelit seukuran SUV yang dirancang untuk melihat potensi bencana alam dan pengaruh perubahan iklim.

Satelit ini seperti mengukur bagaimana pencairan es di daratan akan memengaruhi kenaikan permukaan laut.

Disebut NISAR, ini merupakan misi kolaborasi dengan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO).

NISAR akan melihat tanda-tanda peringatan letusan gunung berapi yang akan segera terjadi, membantu memantau pasokan air tanah, hingga mengamati pergeseran distribusi vegetasi di seluruh dunia.

Baca Juga: Berhadiah Rp 7,2 Miliar, NASA Cari Ide Pasokan Makanan di Mars

Memantau jenis perubahan seperti ini di permukaan Bumi hampir di seluruh dunia belum pernah dilakukan sebelumnya dalam resolusi tinggi yang akan dihasilkan NISAR.

NISAR akan menggunakan dua jenis radar apertur sintetis (SAR) untuk mengukur perubahan di permukaan Bumi.

Satelit NASA, NISAR. [NASA]
Satelit NASA, NISAR. [NASA]

Satelit akan dilengkapi dengan antena reflektor wire mesh radar berdiameter hampir 12 meter, di ujung tiang sepanjang 9 meter untuk mengirim dan menerima sinyal radar ke dan dari permukaan Bumi.

Konsep NISAR mirip dengan bagaimana radar cuaca memantulkan sinyal dari tetesan hujan untuk melacak badai.

Kedua radar NISAR dapat mengamati permukaan Bumi melalui objek seperti awan ataupun hutan yang menghalangi.

Baca Juga: CEK FAKTA: Video Prediksi NASA Soal Bahaya Meteor pada Ramadan 2021

Kemampuan ini memungkinkan misi untuk melacak perubahan di permukaan Bumi siang atau malam dan hujan ataupun cerah.

Komentar