alexametrics

Ilmuwan Selidiki Triple Mutation Covid-19 India, Lebih Mematikan?

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan Selidiki Triple Mutation Covid-19 India, Lebih Mematikan?
Tingginya angka kematian per hari akibat Covid-19 di India. [Sanjay Kanojia/AFP]

India saat ini sedang menghadapi ancaman baru dari varian tiga mutasi (triple mutation) virus Corona.

Suara.com - India saat ini sedang menghadapi ancaman baru dari varian tiga mutasi (triple mutation) virus Corona (Covid-19).

Para ilmuwan menemukan dua varietas tiga mutasi pada sampel pasien di empat negara bagian, yaitu Maharashtra, Delhi, Benggala Barat, dan Chhattisgarh.

Para ahli di negara tersebut menjulukinya sebagai "strain Bengal" dan mengatakan virus itu berpotensi lebih menular daripada varian mutasi ganda.

Hal ini karena tiga mutasi Covid-19 telah bergabung untuk membentuk varian baru yang mungkin lebih mematikan.

Baca Juga: Varian Baru Corona Ada di Indonesia, Pakar Minta Warga Lihat Kasus India

Menurut Vinod Scaria, peneliti di CSIR-Institute of Genomics and Integrative Biology di India, mengatakan bahwa tiga mutasi juga merupakan "varian pelarian kekebalan".

Strain yang membantu virus menempel pada sel manusia dapat bersembunyi dari sistem kekebalan.

Kremasi korban meninggal akibat covid-19 di India. [Gagan Nayar/AFP]
Kremasi korban meninggal akibat covid-19 di India. [Gagan Nayar/AFP]

Scaria menambahkan bahwa itu bisa saja berevolusi dari varian mutasi ganda, yang saat ini diyakini sebagai penyebab dari lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini di negara tersebut.

Di sisi lain, Sreedhar Chinnaswamy, peneliti dari National Institute of Biomedical Genomics di India, mengatakan kepada Times of India bahwa varian tersebut juga membawa mutasi E484K.

Karakteristik ini ditemukan pada varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dan Brasil.

Baca Juga: Kemenkes Mulai Telisik Mutasi COVID-19 India, Jumat Rampung

"Dengan kata lain, Anda mungkin tidak aman dari varian ini bahkan jika Anda sebelumnya terinfeksi oleh jenis lain atau bahkan jika Anda telah divaksinasi," kata Chinnaswamy, dikutip dari Business Insider, Selasa (27/4/2021).

Komentar