alexametrics

Amankan Akun, Google Tak Lagi Pakai Kata Sandi tapi Ini Penggantinya

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Amankan Akun, Google Tak Lagi Pakai Kata Sandi tapi Ini Penggantinya
Ilustrasi password. [Shutterstock]

Banyak orang meyakini kata sandi itu harus panjang dan serumit mungkin, namun hal itu justru malah meningkatkan risiko keamanan.

Suara.com - Google menyebut bahwa password atau kata sandi merupakan sebuah ancaman besar di komunitas online. Sebab, kata sandi sangat mudah dicuri, sulit untuk diingat, dan mengelola sandi itu terbilang cukup merepotkan.

Mark Risher selaku Director of Product Management, Identity, and User Security Google mengatakan, banyak orang meyakini bahwa kata sandi itu harus panjang dan serumit mungkin. Namun hal itu justru malah meningkatkan risiko keamanan.

"Sandi yang rumit dapat menggoda pengguna untuk memakainya di lebih dari satu akun. Faktanya, 66 persen orang Amerika mengaku bahwa mereka memakai sandi yang sama untuk berbagai macam situs, sehingga membuat semua akun tersebut menjadi rentan," kata Risher dalam keterangan resmi, Jumat (7/5/2021).

Kemudian pada 2020, penelusuran “seberapa kuat sandi saya” naik 300 persen. Sayangnya, sandi yang paling kuat pun dapat dibobol dan digunakan oleh penyerang.

Baca Juga: Cara Membuat Soal di Google Form Beserta Kunci Jawabannya

"Itulah sebabnya kami sangat mengupayakan kontrol keamanan yang mencegah Anda menggunakan sandi lemah atau sudah dibobol," tambah Risher.

Menjaga keamanan saat online adalah prioritas utama di Google, menurutnya, maka dari itu Google terus berupaya untuk membuat alat dan fitur baru untuk mengamankan informasi pribadi anda, termasuk sandi.

Logo Google. [Shutterstock]
Logo Google. [Shutterstock]

Menurut Risher, salah satu cara terbaik untuk melindungi akun supaya agar tidak dibobol adalah menggunakan alat verifikasi kedua.

Sehingga akun punya cara lain untuk mengkonfirmasi bahwa mesin bisa mendeteksi siapa yang sedang berusaha login. Teknologi ini juga lebih kuat dari kode numerik tradisional yang dikirimkan ke ponsel.

Saat ini, Google telah meminta pengguna yang telah memakai metode verifikasi 2 langkah (2SV), untuk mengetuk perintah Google yang dikirimkan ke ponsel sebagai metode verifikasi kapanpun mereka login ke akun.

Baca Juga: Aturan Baru, Google Larang Aplikasi Menyesatkan di Play Store

Risher mengaku, pihaknya telah melihat bahwa sudah ada banyak pengguna yang menyetel akunnya dengan benar. Oleh karenanya, mereka akan mulai mengotomatiskan 2SV sebagai pengamanan tambahan.

Komentar