Bikin Jaringan Komunikasi di Bulan, Eropa Ciptakan Konstelasi Satelit

Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:30 WIB
Bikin Jaringan Komunikasi di Bulan, Eropa Ciptakan Konstelasi Satelit
Badan Antariksa Eropa. [Yann Schreiber/AFP]

Suara.com - Badan Antariksa Eropa (ESA) berencana meluncurkan konstelasi satelit untuk membuat jaringan komunikasi permanen di sekitar Bulan.

ESA berkontribusi dalam misi Artemis NASA yang bertujuan mengirim kembali astronot ke permukaan Bulan dengan menyediakan komponen penting.

Di dalamnya termasuk modul komunikasi untuk stasiun luar angkasa baru di sekitar Bulan, Lunar Gateway, serta relai komunikasi seperti Lunar Pathfinder.

Kedua konsorsium yang dipelopori oleh Surrey Satellite Technology Limited dan Telespazio akan membuat rencana untuk menciptakan hubungan komunikasi antara Bumi dan Bulan.

"Dengan menggunakan layanan telekomunikasi dan navigasi yang didukung ESA di Bulan, para astronot akan dapat menavigasi dengan lancar dan menyampaikan data ke Bumi," kata Elodie Viau, Direktur Telecommunications and Integrated Applications.

Menurut Viau, sistem komunikasi dan navigasi yang kuat, andal, dan efisien akan membuat banyak misi individu yang direncanakan ke Bulan.

Penampakan teleskop LCRT kurang lebih seperti ini, memanfaatkan crater atau kawah Bulan [Science Alert/Saptarshi Bandyopadhyay].
Penampakan teleskop LCRT kurang lebih seperti ini, memanfaatkan crater atau kawah Bulan [Science Alert/Saptarshi Bandyopadhyay].

Langkah ini menjadi lebih hemat biaya dan memungkinkan negara-negara kecil menjadi negara penjelajah luar angkasa berikutnya.

Namun, proyek tersebut tampaknya akan mengganggu misi pembangunan LCRT (Lunar Crater Radio Telescope) yang akan membangun teleskop radio raksasa di kawah Bulan.

LCRT akan berada di sisi jauh Bulan dan berkat lokasinya yang unik dan kurangnya gangguan, LCRT dapat mempelajari zaman kegelapan kosmik, periode waktu di alam semesta ketika belum ada bintang yang lahir.

Baca Juga: Terekam Video! Penampakan Ledakan Matahari

Namun, satelit komunikasi dalam jumlah besar akan berdampak pada proyek LCRT karena penyelidikan ilmiah tersebut mengharuskan langit Bulan tetap jernih.

Dilansir dari IFL Science, Jumat (21/5/2021), hal ini mungkin serupa dengan bagaimana konstelasi satelit memengaruhi astronomi di Bumi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI