Peringatan! Polusi Udara Dapat Naik Kembali ke Tingkat sebelum Pandemi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 17 Maret 2021 | 07:30 WIB
Peringatan! Polusi Udara Dapat Naik Kembali ke Tingkat sebelum Pandemi
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus Corona (Covid-19) membuat polusi udara berkurang karena adanya aturan lockdown. Satelit memantau perubahan selama setahun terakhir karena banyak orang di berbagai negara tinggal di rumah dan pabrik ditutup.

Namun, Badan Antariksa Eropa (ESA) memperingatkan pada Senin (15/3/2021) bahwa tingkat nitrogen dioksida telah kembali ke tingkat sebelum Covid-19 terjadi di China.

Menurut para ahli, nitrogen dioksida ditelusuri dari pembakaran bahan bakar serta emisi dari kendaraan dan pembangkit listrik.

Gas tersebut dapat menyebabkan iritasi paru-paru, hujan asam, dan kualitas udara yang berkabut.

Menggunakan satelit Copernicus Sentinel-5P, ESA memusatkan perhatian pada China dan melacak tingkat nitrogen dioksida di negara tersebut antara 2019 dan 2021.

China menerapkan lockdown ketat pertamanya di Wuhan pada Januari 2020 dan segera memperluas pembatasan ke lebih banyak wilayah.

Tingkat nitrogen dioksida di China. [ESA]
Tingkat nitrogen dioksida di China. [ESA]

Tindakan tersebut juga diikuti negara lain untuk mencoba memperlambat penyebaran virus.

"Sekarang, setelah lebih dari satu tahun kemudian, karena pembatasan telah berkurang, tingkat rata-rata polutan udara telah pulih dan meningkat lagi," kata ESA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNET, Rabu (17/3/2021).

Sebagai bukti konkret, ESA telah merilis serangkaian peta satelit yang menunjukkan tingkat nitrogen dioksida yang terlihat dalam warna merah di China tengah dan timur mulai dari Februari 2019, Februari 2020, dan Februari 2021.

baca juga

Secara keseluruhan, perubahan warna dalam peta tersebut sangat mencolok.

Menurut Claus Zehner, manajer misi ESA Copernicus Sentinel-5P, mengatakan bahwa polusi udara diperkirakan akan meningkat kembali.

"Meskipun kondisi cuaca dapat memengaruhi konsentrasi nitrogen dioksida, aturan lockdown telah memainkan peran besar dalam penurunan dan peningkatan polusi udara," ucap Zehner.

Penurunan polusi yang mencolok selama pandemi mendorong beberapa anggota parlemen dan pemerhati lingkungan untuk mendorong lebih keras tindakan udara bersih.

Ilustrasi lockdown (Unsplash/Matt Seymour)
Ilustrasi lockdown (Unsplash/Matt Seymour)

Mengingat China telah menjadi salah satu negara pertama yang melonggarkan lockdown, pola polusi udara yang terlihat mengalami peningkatan di sana kemungkinan besar juga akan dicerminkan oleh negara-negara lain di dunia.

ESA memprediksi dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, peningkatan konsentrasi nitrogen dioksida juga akan terjadi di seluruh Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Lockdown, Kematian karena Polusi Udara di Dunia Tetap Tinggi

Meski Lockdown, Kematian karena Polusi Udara di Dunia Tetap Tinggi

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 13:45 WIB

Polusi Udara Dalam Ruangan Sama Buruknya dengan di Luar, Ini Bahayanya!

Polusi Udara Dalam Ruangan Sama Buruknya dengan di Luar, Ini Bahayanya!

Health | Sabtu, 13 Februari 2021 | 14:30 WIB

Studi Inggris: Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Hilangnya Penglihatan

Studi Inggris: Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Hilangnya Penglihatan

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 18:16 WIB

Tak Digubris PT RUM, Warga Sukoharjo Protes Menohok ke Ganjar dan Jokowi

Tak Digubris PT RUM, Warga Sukoharjo Protes Menohok ke Ganjar dan Jokowi

Surakarta | Kamis, 07 Januari 2021 | 12:26 WIB

Badan Antariksa Eropa Akan Bawa Sampah Luar Angkasa Kembali ke Bumi

Badan Antariksa Eropa Akan Bawa Sampah Luar Angkasa Kembali ke Bumi

Tekno | Jum'at, 27 November 2020 | 15:55 WIB

Studi: Jutaan Bayi di Dunia Meninggal akibat Polusi Udara Tahun 2019

Studi: Jutaan Bayi di Dunia Meninggal akibat Polusi Udara Tahun 2019

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:03 WIB

Terkini

Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan

Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 06:30 WIB

2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap

2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×