Dinilai Nama dan Berperilaku Toxic, Call of Duty Blokir 350.000 Gamers

Dythia Novianty

Minggu, 30 Mei 2021 | 06:30 WIB
Dinilai Nama dan Berperilaku Toxic, Call of Duty Blokir 350.000 Gamers
Call of Duty. [Call of Duty]

Suara.com - Call of Duty telah menendang ratusan ribu pemain sebagai bagian dari tindakan keras dalam beberapa bulan belakangan karena berperilaku toxic.

Sebuah laporan dirilis minggu ini, penerbit Activision merinci bagaimana mereka membasmi perkataan yang mendorong kebencian dan pelecehan pada penembak orang pertama.

Berita besarnya adalah pemblokiran sebanyak 350.000 akun karena "nama rasis atau perilaku toxic" selama 12 bulan terakhir.

Jumlah gamers itu dari permainan Call of Duty: Warzone, Call of Duty: Black Ops Cold War, Call of Duty: Modern Warfare, dan Call of Duty: Mobile.

Menurut Activision, pemblokiran massal didorong oleh laporan yang dikirimkan pemain dan tinjauan ekstensif terhadap basis data nama pemain Call of Duty.

"Kami berkomitmen memberikan pengalaman gameplay yang menyenangkan untuk semua pemain kami," tulis perusahaan dalam laporannya pada belum lama ini, dilansir laman The Sun, Minggu (30/5/2021).

Ilustrasi game Call of Duty: Warzone. [Antara]
Ilustrasi game Call of Duty: Warzone. [Antara]

"Tidak ada tempat untuk perilaku toxic, perkataan yang mendorong kebencian, atau pelecehan dalam bentuk apa pun dalam game atau masyarakat kami," tambahnya lagi.

"Kami fokus membuat langkah positif ke depan, dan bersama-sama merayakan para penggemar terbaik di dunia," tulis perusahaan lagi.

Tindakan tambahan yang diterapkan Activision mencakup filter dalam game baru untuk menangkap nama pengguna, tag klan, atau profil yang berpotensi menyinggung.

baca juga

Perusahaan itu mengatakan, juga telah menerapkan teknologi baru untuk menyaring obrolan teks yang berpotensi menyinggung.

"Masih banyak yang harus dilakukan, termasuk meningkatkan kemampuan pelaporan pemain dan moderasi, serta menangani obrolan suara untuk membantu memerangi toksisitas," kata Activision.

"Tujuan kami adalah memberi pemain alat yang dibutuhkan untuk mengelola pengalaman bermain game mereka sendiri, dikombinasikan dengan pendekatan penegakan hukum yang membahas perkataan yang mendorong kebencian, rasisme, seksisme, dan pelecehan," tulis pengembang tersebut.

Seri Call of Duty terkenal memiliki salah satu komunitas paling toxic di sekitarnya.

Activision telah mulai mengambil tindakan proaktif untuk memerangi kecurangan yang merajalela, serta penyalahgunaan di antara pemain.

Itu terjadi setelah lebih dari 30.000 pemain dikeluarkan dari Warzone oleh pengembang Call of Duty Raven Software awal bulan ini.

Itu membuat jumlah total pemain yang dilarang menjadi lebih dari setengah juta, menurut perusahaan AS.

Pengumuman pemblokiran Activation terhadap 350.000 pemain Call of Duty. [Call of Duty]
Pengumuman pemblokiran Activation terhadap 350.000 pemain Call of Duty. [Call of Duty]

Ini merupakan bagian dari tindakan keras terhadap para penipu Warzone, yang menyebabkan kekacauan bagi para gamers legal lainnya.

Situasinya sangat buruk sehingga seorang gamer pro baru-baru ini keluar dari Call of Duty Warzone.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mendapatkan Senjata Baru Swiss K31 Sniper di Call of Duty: Warzone

Cara Mendapatkan Senjata Baru Swiss K31 Sniper di Call of Duty: Warzone

Tekno | Rabu, 28 April 2021 | 10:00 WIB

Cara Mendapatkan Senjata Baru PPSh-41 SMG di Call of Duty Warzone

Cara Mendapatkan Senjata Baru PPSh-41 SMG di Call of Duty Warzone

Tekno | Selasa, 27 April 2021 | 08:30 WIB

Gamer Profosional Bocorkan Senjata Call of Duty Warzone Season 3

Gamer Profosional Bocorkan Senjata Call of Duty Warzone Season 3

Tekno | Selasa, 27 April 2021 | 03:30 WIB

Cetak Tonggak Sejarah, Call of Duty Warzone Capai 100 Juta Pemain

Cetak Tonggak Sejarah, Call of Duty Warzone Capai 100 Juta Pemain

Tekno | Rabu, 21 April 2021 | 20:30 WIB

Pemilik Call of Duty Mobile Raup Pendapatan Rp 145 Triliun Selama 2020

Pemilik Call of Duty Mobile Raup Pendapatan Rp 145 Triliun Selama 2020

Tekno | Senin, 05 April 2021 | 15:00 WIB

Semakin Agresif, Call of Duty Warzone Berantas Gelombang Cheater

Semakin Agresif, Call of Duty Warzone Berantas Gelombang Cheater

Tekno | Rabu, 17 Maret 2021 | 21:49 WIB

Terkini

Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi

Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan

Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta

Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:00 WIB

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

×