NASA Akan Kirim Bayi Cumi-cumi ke Luar Angkasa, untuk Apa?

Minggu, 30 Mei 2021 | 20:05 WIB
NASA Akan Kirim Bayi Cumi-cumi ke Luar Angkasa, untuk Apa?
Bayi cumi-cumi. [NASA]

Suara.com - NASA akan meluncurkan sekitar 5.000 tardigrades atau "beruang air" dan 128 bayi cumi-cumi yang dapat bersinar dalam gelap, ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 3 Juni mendatang.

Peluncuran itu merupakan bagian dari misi pasokan kargo ke-22 SpaceX yang akan diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida.

Tardigrades merupakan makhluk yang berukuran sangat kecil, panjangnya hanya 1 milimeter.

Hewan itu memiliki penampilan yang gemuk seperti beruang jika dilihat melalui mikroskop.

Tardigrades mampu bertahan dari radiasi ekstrem, tekanan enam kali lipat dari bagian terdalam lautan, dan ruang hampa total.

Tardigrades (bayi beruang). [University of Oxford]
Tardigrades (bayi beruang). [University of Oxford]

Kemampuan tersebut membuat tardigrades menjadi organisme penelitian yang berguna di ISS.

Nantinya, para astronot dapat mengidentifikasi gen spesifik yang bertanggung jawab atas kemampuan adaptasi hewan tersebut.

"Hewan ini telah terbukti dapat bertahan hidup selama berhari-hari atau berminggu-minggu dengan sedikit atau tanpa oksigen," kata Thomas Boothby, asisten profesor biologi molekuler di University of Wyoming.

Para ahli akan memeriksa hewan itu untuk mencari tanda-tanda adaptasi langsung dan kemampuan jangka panjang, terdapat kehidupan di orbit rendah Bumi.

Baca Juga: NASA Deteksi Awan Warna-warni Aneh di Mars

Boothby berharap tardigrades akan memberikan wawasan penting untuk terapi masa depan yang dapat melindungi kesehatan astronot selama misi luar angkasa.

Di sisi lain, bayi cumi-cumi bobtail yang juga dikirim ke ISS memiliki panjang 3 milimeter dan memiliki organ khusus penghasil cahaya di dalam tubuhnya.

Para peneliti berharap, dapat menyelidiki hubungan simbiosis antara bakteri yang membuat cumi-cumi bercahaya dengan cumi-cumi itu sendiri untuk melihat bagaimana mikroba berinteraksi dengan jaringan hewan di luar angkasa.

"Hewan, termasuk manusia, bergantung pada mikroba untuk menjaga pencernaan yang sehat dan sistem kekebalan," ucap Jamie Foster, ahli mikrobiologi di University of Florida, dikutip dari Live Science, Minggu (30/5/2021).

Cumi-cumi itu lahir tanpa bakteri, kemudian hewan itu mendapat bakteri dari laut di sekitarnya, sehingga para ahli berencana menambahkan bakteri ke cumi-cumi setelah hewan itu tiba di ISS.

Dengan cara ini, peneliti dapat mengamati cumi-cumi yang bersimbiosis dengan bakteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI