Peralmuni: Penelitian Dosis Ketiga Vaksin Sinovac di Indonesia Sudah Rampung

Liberty Jemadu

Kamis, 08 Juli 2021 | 21:44 WIB
Peralmuni: Penelitian Dosis Ketiga Vaksin Sinovac di Indonesia Sudah Rampung
Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]

Suara.com - Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni) sedang menyusun laporan hasil penelitian terhadap pemberian dosis ketiga vaksin Sinovac kepada masyarakat sebagai bahan pertimbangan untuk pemerintah.

"Memang ada penelitian di Bandung. Itu sudah selesai untuk Sinovac, tapi kita tunggu nanti biar Badan Pengawas Obat dan Makanan yang memberi pengumuman karena sedang disiapkan laporannya, apakah perlu vaksinasi dosis ketiga atau tidak," kata Ketua Peralmuni, Iris Rengganis dalam acara Dialog Kabar Kamis yang dipantau dari Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Menurut Iris, beberapa negara lain telah mengizinkan penyuntikan vaksin berbeda merek kepada masyarakat, salah satunya Uni Emirat Arab (UEA) yang menyuntikan vaksin Pfizer sebagai dosis ketiga setelah dua kali penyuntikan vaksin Sinovac.

"Sebenarnya kalau dalam penelitian kedokteran, yang ideal adalah platform yang sama supaya hasilnya terlihat karena tidak ada farmasi yang mau mencampurkan dua macam merek berbeda dalam penelitian mereka," katanya.

Campuran vaksin yang berbeda merek pada tubuh seseorang, kata Iris, masuk akal secara keilmuan imunologi.

"Masuk di akal itu untuk memperluas cakupan dari virus yang bermutasi walaupun belum ada yang khusus Delta. Kalau kita membuat cakupan yang lebih luas, saya kira itu akan baik hasilnya," katanya.

Khusus untuk Indonesia, Iris menyarankan agar kegiatan vaksinasi dimaksimalkan untuk dosis kedua hingga tercapai target kekebalan kelompok sebanyak 70 persen dari total populasi.

"Negara kita adalah negara penduduk yang sangat amat banyak dan kita harus segera mencapai kekebalan kelompok. Dari WHO minimal adalah 70 persen dari penduduk Indonesia, atau kurang lebih 181 juta orang yang divaksinasi, sedangkan saat ini vaksinasi kita baru 10 persen lebih sedikit," katanya.

Keputusan untuk memberikan vaksinasi tahap tiga, kata Iris, berpotensi mengurangi laju pencapaian target kekebalan kelompok. "Paling baik itu herd immunity dulu semua. Itu yang kita anjurkan. Agar suntikan pertama dan kedua rata dulu," katanya.

baca juga

Pemerintah juga diminta untuk memberikan keputusan yang bijaksana terkait vaksinasi dosis ketiga, mengingat kapasitas vaksin yang dimiliki saat ini masih terbatas, kata Iris.

"Kalau memang dibutuhkan dosis yang ketiga, kita tunggu saja nanti bagaimana keputusan pemerintah untuk ketersediaan vaksinnya," katanya.

Namun khusus bagi tenaga kesehatan, kata Iris, pihaknya memandang perlu pemberian vaksin dosis ketiga mengingat tingkat paparan virus yang lebih tinggi di rumah sakit. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Ribu Vaksin Sinovac di Bekasi Bakal Kadaluwarsa 1 Agustus 2022

Puluhan Ribu Vaksin Sinovac di Bekasi Bakal Kadaluwarsa 1 Agustus 2022

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 16:23 WIB

Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Ahli Imunologi: Waspada, Prokes Harus Diperketat Lagi

Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Ahli Imunologi: Waspada, Prokes Harus Diperketat Lagi

News | Selasa, 14 Juni 2022 | 12:51 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×