alexametrics

Video Momen Terbaik Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade

Agung Pratnyawan
Video Momen Terbaik Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade
Ring Olimpiade di depan markas IOC di Lousanne. [AFP]

Channel YouTube resmi Olimpiade membagikan beragam momen terbaik aksi atlet bulu tangkis Indonesia.

Suara.com - Menyambut Olimpiade Tokyo, channel YouTube Olympics membagikan beragam momen terbaik sepanjang sejarah pesta olahraga ini digelar. Termasuk beberapa aksi atlet bulu tangkis Indonesia yang membanggakan.

Channel YouTube ini merangkum berbagai momen terbaik atlet bulu tangkis Indonesia yang memeriahkan Olimpiade dalam video berdurasi 4 menit 12 detik.

Video yang telah diunggah ke YouTube pada 6 Juli 2021 tersebut, telah mendapatkan lebih dari 206 ribu view. Menampilkan beberapa perjuangan dalam merebut emas Olimpiade dari masa ke masa.

Dimulai dari Olimpiade Barcelona 1992, dengan menampilkan kesuksesan Susi Susanti merebut emas di tunggal putri. Juga Alan Budikusuma juga sukses merebut emas dalam tunggal putra.

Baca Juga: Dukung Wakil Indonesia, Ini Jadwal Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo

Berlanjut ke momen-momen atlet bulu tangkis Indonesia dalam mendapatkan emas olimpiade dari masa ke masa. Baik dalam kategori tunggal maupun ganda, mereka telah menyumbangkan medali emas olimpiade.

Berikut daftar momen terbaik apa saja yang dirangkum dalam video tersebut:

  • Barcelona 1992 / Badminton
    Susi Susanti (Women's Singles)
    Alan Budikusuma (Men's Singles)
  • Atlanta 1996 / Badminton
    Rexy Mainaky - Ricky Subagja (Men's Doubles)
  • Sydney 2000 / Badminton
    Tony Gunawan - Candra Wijaya (Men's Doubles)
  • Athens 2004 / Badminton
    Taufik Hidayat (Men's Singles)
  • Beijing 2008 / Badminton
    Markis Kido - Hendra Setiawan (Men's Doubles)
  • Rio 2016 / Badminton
    Tontowi Ahmad - Liliyana Natsir (Mixed Doubles)

Video yang diunggah ke channel YouTube Olympics tersebut mendapatkan lebih dari 745 komentar. Banyak yang merasa terharu melihat momen terbaik atlet bulu tangkis Indonesia sepanjang Olimpiade.

Komentar