alexametrics

Singapura: 75 Persen Pasien Covid-19 Sebulan Terakhir adalah Mereka yang Sudah Divaksin

Liberty Jemadu
Singapura: 75 Persen Pasien Covid-19 Sebulan Terakhir adalah Mereka yang Sudah Divaksin
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Dalam sebulan terakhir hanya ada 7 pasien Covid-19 dengan gejala parah di parah di Singapura.

Suara.com - Sekitar 75 persen orang yang terinfeksi Covid-19 di Singapura dalam hampir satu bulan terakhir adalah mereka yang sudah divaksin, demikian diwartakan Reuters mengutip data dari pemerintah setempat.

Singapura sudah memvaksin hampir 75 persen dari warganya yang berjumlah sekitar 5,7 juta jiwa. Pulau kecil itu merupakan negara dengan tingkat vaksinasi Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Uni Emirat Arab. Lebih dari separuh warganya sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Singapura melaporkan 1.096 kasus Covid-19 akibat transmisi lokal dalam 28 hari terakhir. Dari jumlah itu, sebanyak 484 pasien sudah menerima dua dosis vaksin. Sementara 30 persennya baru menerima dosis pertama. Sisanya, sekitar 25 persen, belum divaksin sama sekali.

Program vaksinasi nasional Singapura menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna - keduanya berbasis mRNA. Selain itu ada juga program vaksinasi swasta yang menggunakan Sinovac.

Baca Juga: Menolak Disuntik, Warga Kota Tegal Ini Minta Surat Vaksin Covid-19 Demi Dapat Bansos

Dari total kasus Covid-19 Singapura sebulan terakhir itu, hanya ada tujuh orang yang memerlukan perawatan dengan menggunakan oksigen. Enam di antaranya belum divaksin dan satu orang lagi baru menerima satu dosis vaksin. Sisanya tidak mengalami gejala atau cuma gejala ringan.

"Ini terus membuktikan bahwa vaksinasi membantu menghindari gejala serius ketika terjangkit (Covid-19)," kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Para ilmuwan setempat juga menegaskan adanya orang yang terinfeksi Covid-19 meski sudah divaksin tak serta-merta berarti vaksin yang digunakan tidak efektif.

Data dari pemerintah Singapura juga menunjukkan bahwa dalam 14 hari terakhir, infeksi Covid-19 mayoritas (88 persen) terjadi pada orang yang berusia di atas 61 tahun.

Linfa Wang, dosen pada Duke-NUS Medical School, menjelaskan bahwa respons imun setelah vaksinasi pada orang tua memang lebih lemah.

Baca Juga: Jarak Vaksinasi Lebih Panjang, Vaksin Pfizer Hasilkan Tingkat Antibodi Lebih Tinggi

Di Israel, yang juga mayoritas warganya sudah divaksin, sekitar separuh dari total 46 pasien Covid-19 yang dirawat pada awal Juli kemarin sudah menerima vaksin. Mayoritas dari mereka adalah kelompok rentan yang berusia lanjut.

Komentar