alexametrics

Wajib Tahu, Orang Divaksin dan Terinfeksi Covid-19 Memiliki Gejala Unik

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Wajib Tahu, Orang Divaksin dan Terinfeksi Covid-19 Memiliki Gejala Unik
Ilustrasi bersin. [Joseph Mucira/Pixabay]

Para peneliti Inggris melaporkan bahwa seseorang yang telah divaksinasi dan terinfeksi virus Corona (Covid-19), memiliki gejala unik.

Suara.com - Para peneliti Inggris melaporkan bahwa seseorang yang telah divaksinasi dan terinfeksi virus Corona (Covid-19), memiliki gejala unik dari penyakit tersebut.

Indikator paling umum dari infeksi Covid-19 adalah demam, batuk terus-menerus, dan kehilangan atau perubahan indra penciuman atau perasa.

Namun, menurut King's College London, orang-orang yang telah mendapatkan vaksin, lebih cenderung melaporkan bersin sebagai gejala daripada orang-orang yang belum menerima vaksin.

Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang divaksinasi dan terinfeksi positif, memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan orang-orang yang tidak divaksinasi.

Baca Juga: Saraf Rusak dan Penumpukan Sel Imun di Kornea Jadi Gejala Baru Long COVID-19

Tetapi, meskipun vaksin memberikan perlindungan yang besar, seseorang masih dapat tertular dan menularkan virus kepada orang lain.

Tim ilmuwan menemukan bahwa bersin adalah satu-satunya gejala yang lebih sering dilaporkan pada orang yang divaksinasi dan terpapar Covid-19.

Ilustrasi vaksinator. [Presisi.co]
Ilustrasi vaksinator. [Presisi.co]

Gejala umum lainnya yang muncul pada orang yang telah divaksinasi mencakup sakit kepala, pilek, dan sakit tenggorokan.

Temuan ini didapat dari analisis data peserta yang melaporkan gejala dan divaksinasi di aplikasi UK ZOE Covid Symptom Study.

Tim memeriksa 2.278 orang dewasa yang positif Covid-19 setelah vaksinasi dan membandingkannya dengan orang yang divaksinasi namun negatif, serta orang dewasa yang tidak divaksinasi dan dites positif.

Baca Juga: Kenali Sembilan Ciri-ciri Gejala Covid-19, Mulai Kehilangan Indera Penciuman Hingga Diare

"Lebih sedikit gejala yang dilaporkan dalam periode waktu yang lebih singkat oleh mereka yang sudah mendapat vaksin, menunjukkan bahwa mereka tidak sakit terlalu parah dan pulih lebih cepat," tulis para peneliti, dikutip dari Mirror, Rabu (28/7/2021).

Komentar