alexametrics

Setelah Google dan Facebook, Giliran Microsoft Wajibkan Karyawannya Divaksinasi Covid-19

Dythia Novianty
Setelah Google dan Facebook, Giliran Microsoft Wajibkan Karyawannya Divaksinasi Covid-19
Salah satu kantor Microsoft. [Shutterstock]

Microsoft bergabung dengan daftar perusahaan yang mewajibkan para karyawannya untuk divaksinasi Covid-19.

Suara.com - Microsoft bergabung dengan daftar perusahaan yang mewajibkan para karyawannya untuk divaksinasi Covid-19.

Perusahaan teknologi itu mengatakan bahwa karyawan, vendor, dan tamu yang memasuki gedung Microsoft (MSFT) di Amerika Serikat (AS), akan diminta untuk menunjukkan bukti vaksinasi mulai September mendatang.

"Seperti yang telah kami lakukan sejak awal pandemi, kami terus melacak perkembangan baru dan menyesuaikan rencana kami dengan perkembangan situasi saat ini, dengan menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan yang berbasis di Redmond, Washington juga mendorong pembukaan kembali penuh kantornya di AS menjadi tidak lebih awal dari 4 Oktober.

Baca Juga: Satgas Covid-19: Warga Belum Vaksin Kurangi Kontak dengan Hewan Peliharaan

Kantor di AS sebelumnya diharapkan dibuka sepenuhnya pada 7 September, dilansir dari CNN, Rabu (4/8/2021).

Orang tua yang bekerja dengan anak-anak serta pengasuhnya juga telah menerima vaksin.

Satya Nadella, CEO Microsoft
Satya Nadella, CEO Microsoft

Namun, buat mereka yang mengalami imunosupresi akan dapat bekerja dari rumah hingga Januari.

Perusahaan ini memiliki lebih dari 180.000 karyawan global, dengan sekitar 100.000 di AS.

Peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini akibat merebaknya varian Delta, membuat banyak perusahaan memikirkan kembali rencana pembukaan kembali mereka.

Baca Juga: Mudah dan Cepat, Ini Cara Mengatur Margin Skripsi di Word

Pekan lalu, raksasa Silicon Valley Facebook (FB) dan Google (GOOG) mengatakan mereka akan mewajibkan karyawan yang kembali ke kantor mereka untuk divaksinasi.

Komentar