Studi: Nakes Indonesia 8 Kali Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19

Liberty Jemadu

Minggu, 05 September 2021 | 08:05 WIB
Studi: Nakes Indonesia 8 Kali Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19
Tenaga kesehatan atau nakes RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat berjibaku membantu penanganan pasien Covid-19. (Dok. Ayu/Nakes RSD Wisma Atlet)

Faktor perilaku yang berkaitan dengan risiko COVID-19 pada tenaga kerja rumah sakit adalah pengetahuan terkait penggunaan alat pelindung diri yang tepat serta penerapan enam langkah cuci tangan.

Pekerja di rumah sakit yang mengetahui cara penggunaan APD yang tepat berisiko 92% lebih rendah untuk terinfeksi COVID-19 dibandingkan. Begitu juga dengan perilaku cuci tangan.

Petugas rumah sakit yang menerapkan enam langkah cuci tangan berisiko 68% lebih rendah untuk terjangkit COVID-19 dibandingkan petugas lain yang tidak menerapkannya.

Faktor risiko di tempat kerja

Temuan kami tegas menyebut bahwa tenaga kesehatan berisiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi dibandingkan petugas lainnya di rumah sakit, seperti petugas administrasi dan sopir ambulans.

Beberapa faktor mungkin mempengaruhi hal ini. Misalnya, prosedur medis khusus yang harus dilakukan oleh tenaga medis untuk memberikan bantuan pernapasan pada pasien, seringnya berkontak dengan pasien, dan tekanan kerja yang tinggi selama periode pandemi.

Terkait faktor perilaku, hasil studi juga menunjukkan pengetahuan menggunakan APD yang baik ketika berkontak dengan kasus suspek atau terkonfirmasi menurunkan risiko terpapar COVID-19.

Hal lain yang juga menarik, kebiasaan tenaga kesehatan mencuci tangan enam langkah setelah berkontak dengan pasien terkonfirmasi mampu mengurangi paparan infeksi. Temuan ini dapat menjadi salah satu basis bukti untuk mendukung gerakan mencuci tangan yang baik dan benar guna mencegah infeksi.
Pemerintah perlu sediakan shelter khusus dan cukupi APD

Menjadi tenaga kesehatan berarti memperbesar peluang terinfeksi COVID-19. Hal ini diakibatkan oleh rutinitas kerja yang mendorong aktivitas petugas medis di zona COVID-19. Belum lagi beban kerja mereka yang semakin berat ketika terjadi ledakan kasus, seperti pada gelombang kedua kasus COVID-19 di Indonesia pada Juni hingga Agustus 2021.

baca juga

Salah satu tindakan untuk menurunkan risiko infeksi yang dapat dilakukan pemerintah adalah menyediakan shelter mandiri bagi tenaga kesehatan. Penyiapan shelter bisa berbasis komunitas atau melalui penggunaan fasilitas publik setempat, seperti hotel atau bangunan sekolah yang tidak terpakai.

Sementara, untuk mencegah penularan, pemerintah dan rumah sakit setempat perlu cekatan memenuhi kebutuhan APD hingga menyiapkan fasilitas cuci tangan. Kegiatan pelatihan dan pemahaman seputar pengendalian infeksi juga menjadi kunci menyelamatkan tenaga kesehatan. Hal itu perlu terus difasilitasi.

Lebih penting dari itu, kebijakan di level makro yakni memastikan tidak terjadinya penumpukan kasus di masyarakat adalah langkah kunci lain sebagai upaya proteksi terhadap tenaga kesehatan di rumah sakit.

Jika terjadi kasus melonjak, maka langkah paling awal yang sebaiknya dilakukan adalah memfungsikan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan khusus pasien bergejala sedang dan berat.

Sementara, bagi pengidap Covid-19 bergejala ringan, pemantauan bisa melalui Puskesmas atau melalui fitur telemedicine rumah sakit setempat untuk konsultasi awal.

Dengan cara itu, harapannya risiko tenaga kesehatan terinfeksi COVID bisa lebih kecil sehingga mereka bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa selama pandemi maupun setelah pandemi usai.

Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kasus Yurizal, Menkes Kabinet Bayangan: Itu Mencerminkan Bahwa Sistem Kesehatan Kita Amburadul

Soal Kasus Yurizal, Menkes Kabinet Bayangan: Itu Mencerminkan Bahwa Sistem Kesehatan Kita Amburadul

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:52 WIB

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:44 WIB

KKI Kantongi 10 Nakes Hina Pasien BPJS di Medsos, Dokter hingga Perawat Bakal Dipanggil

KKI Kantongi 10 Nakes Hina Pasien BPJS di Medsos, Dokter hingga Perawat Bakal Dipanggil

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Komisi IX DPR Kecam Oknum Nakes yang Diduga Nirempati pada Yurizal: BPJS Bukan Pasien Kelas Dua

Komisi IX DPR Kecam Oknum Nakes yang Diduga Nirempati pada Yurizal: BPJS Bukan Pasien Kelas Dua

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Hentikan Stase PPDS dr. Elda Putri Rahardini

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Hentikan Stase PPDS dr. Elda Putri Rahardini

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×