alexametrics

Pemerintah Siapkan 7 Juta Set Top Box Gratis

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Pemerintah Siapkan 7 Juta Set Top Box Gratis
Ilustrasi set top box untuk mengakses TV digital. [Antara]

Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan 7 juta Set Top Box (STB) gratis.

Suara.com - Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan 7 juta Set Top Box (STB) gratis untuk masyarakat miskin. Hal ini dilakukan agar mereka bisa menikmati saluran di TV digital.

Hal ini disampaikan Abdul Kharis Almasyhari selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Menurut dia, pihaknya sudah rapat dengan Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memberikan 7 juta STB gratis ke masyarakat.

"Kami di DPR sudah rapat dengan Kominfo. Atas pertimbangan dari Kementerian Sosial (Kemensos), 7 juta STB akan diberikan gratis ke masyarakat miskin yang memiliki TV tabung," kata Kharis dalam webinar Siaran TV Digital dari Selatan dan Utara Jawa yang disiarkan di YouTube Kominfo, Rabu (8/9/2021).

Sesuai informasi, katanya, sekitar 7 juta STB dari Kemensos tengah diupayakan agar masyarakat kategori ini bisa mendapatkannya secara gratis.

Baca Juga: Kominfo: Siaran TV Digital Gratis

"Sehingga masyarakat bisa menikmatinya, meskipun TV mereka masih analog," tambah Kharis.

Akan tetapi, masyarakat yang tidak masuk kategori tersebut mesti mengupayakan sendiri. Kharis menyampaikan, ada dua hal yang bisa dilakukan, yakni ganti ke TV baru ataupun membeli STB sendiri.

 Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari. [Screenshot]
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari. [Screenshot]

"STB ini harganya sekitar Rp 200.000, tidak murah dan tidak mahal, terjangkau. Bisa didapatkan juga di e-commerce yang ada," ujarnya.

Kharis mengaku, Komisi I DPR RI tidak henti-hentinya mendorong pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) atau beralihnya siaran TV analog ke digital.

Ia mengklaim, Indonesia termasuk salah negara paling belakang yang melakukan ASO.

Baca Juga: Masyarakat Masih Sulit Bedakan TV Analog dan TV Digital, Masih Dianggap Sama

"Sehingga kami sangat serius memikirkan bagaimana cara beralih dari TV analog ke digital," tambah Kharis.

Ia bercerita, peralihan TV analog ke digital ini mirip dengan yang sudah ada sebelumnya.

Dulu, katanya, masyarakat masih menonton siaran TV dengan warna hitam putih. Kemudian seiring waktu, konten TV diubah menjadi lebih berwarna.

Kharis mengaku, keunggulan TV digital juga menciptakan konten lebih jernih. Artinya, masyarakat bisa menikmati pengalaman menonton TV menjadi lebih baik.

"Saya sih pribadi, senang sekali bisa melihat tv dengan gambar bagus, tidak ada semutnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Kharis menyebut TV digital ini juga tidak butuh kuota internet atau langganan tiap bulan. Oleh karenanya, ia berharap ASO dapat segera diterapkan ke masyarakat.

Migrasi ke tv digital akan dimulai pada Agustus 2021. Foto: Petugas membersihkan TV di Elektronik City, SCBD, Jakarta, Selasa (3/11/2020). [Antara/Rivan Awal Lingga]
Migrasi ke tv digital akan dimulai pada Agustus 2021. Foto: Petugas membersihkan TV di Elektronik City, SCBD, Jakarta, Selasa (3/11/2020). [Antara/Rivan Awal Lingga]

"Kami juga mengusahakan pabrikan atau produsen bisa menekan harga STB biar lebih murah lagi. Semoga ASO bisa berjalan dengan lancar," harapnya.

Komentar