Ilmuwan Temukan Kepiting Tertua Tertangkap dalam Damar selama 100 Tahun

Dythia Novianty

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:19 WIB
Ilmuwan Temukan Kepiting Tertua Tertangkap dalam Damar selama 100 Tahun
Cretapsara. [Eurakalert]

Suara.com - Kepiting tertua yang pernah terperangkap dalam damar selama 100 juta tahun, telah ditemukan oleh para ilmuwan.

Kepiting ini berasal dari zaman dinosaurus dan merupakan 'mata rantai yang hilang' dalam evolusi.

Krustasea kecil diyakini sebagai nenek moyang kepiting merah saat ini, yang bermigrasi dalam jutaan ke lautan untuk berkembang biak.

Tubuhnya terpelihara dengan sempurna, termasuk cakar, cangkang, mata melotot, dan insangnya.

Seperti ikan, kepiting menggunakan organ pernapasan untuk menyerap oksigen dari air.

Penulis utama Dr Javier Luque, dari Universitas Harvard, Boston, mengatakan, spesimennya spektakuler, ini adalah salah satu dari jenisnya.

Cretapsara. [Eurakalert]
Cretapsara. [Eurakalert]

"Ini benar-benar lengkap dan tidak ada sehelai rambut pun di tubuhnya, yang luar biasa," ungkapnya.

Kepiting tertua ini dinamai Cretapsara athanata, yang diterjemahkan sebagai 'roh abadi dari awan dan air'.

Ini adalah kepiting paling utuh dalam catatan fosil. Itu hidup di darat dan di laut.

baca juga

"Semakin kami mempelajarinya, semakin kami menyadari bahwa hewan ini sangat istimewa dalam banyak hal," kata Dr Luque.

Cretapsara tampak sangat modern, menyerupai beberapa keturunan pantai yang ditemukan saat ini.

Pemakamannya di resin pohon yang lengket memberi cahaya segar pada evolusi kepiting.

Sebagian besar selama era Kapur pertengahan tampak sangat berbeda.

Insang yang berkembang dengan baik menunjukkan gaya hidup akuatik atau semi-akuatik. Kepiting dalam damar jarang ditemukan.

Mereka telah menaklukkan darat dan laut setidaknya 12 kali sejak dinosaurus menghilang 66 juta tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Harvard Sebut Penuaan Adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan, Bagaimana Caranya?

Ilmuwan Harvard Sebut Penuaan Adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan, Bagaimana Caranya?

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:56 WIB

Lagi, WHO Buat Tim Cari Asal-usul Virus Corona

Lagi, WHO Buat Tim Cari Asal-usul Virus Corona

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:41 WIB

Ilmuwan Harvard: Usai Tua adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan

Ilmuwan Harvard: Usai Tua adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan

News | Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:32 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Mengonsumsi Susu dan Pisang Setelah Makan Kepiting Membahayakan?

CEK FAKTA: Benarkah Mengonsumsi Susu dan Pisang Setelah Makan Kepiting Membahayakan?

News | Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:59 WIB

Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer

Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer

Tekno | Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Obati Leukemia, Ilmuwan Israel Gabungkan Biologi dan Kecerdasan Buatan

Obati Leukemia, Ilmuwan Israel Gabungkan Biologi dan Kecerdasan Buatan

Health | Senin, 11 Oktober 2021 | 22:03 WIB

Terkini

Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?

Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 09:48 WIB

Shin Tae-yong Patok 3 Poin Saat Persija Jakarta Jamu Persib di GBK

Shin Tae-yong Patok 3 Poin Saat Persija Jakarta Jamu Persib di GBK

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 09:45 WIB

Plt Ketua Umum PPAD Tidur Bersama Tim Atlet di Padang Golf Ciputra Surabaya

Plt Ketua Umum PPAD Tidur Bersama Tim Atlet di Padang Golf Ciputra Surabaya

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 09:44 WIB

Feng Shui Kamar Tidur Suami Istri agar Harmonis, Begini Aturan dan Tipsnya

Feng Shui Kamar Tidur Suami Istri agar Harmonis, Begini Aturan dan Tipsnya

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:42 WIB

Resmi Rilis, Harga iPhone 18 Pro dan iPhone Duo di Singapura dan AS

Resmi Rilis, Harga iPhone 18 Pro dan iPhone Duo di Singapura dan AS

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:36 WIB

Badan Geologi Tak Perlu Dilebur ke BMKG: Dinilai Bisa Ganggu Fokus Mitigasi Bencana

Badan Geologi Tak Perlu Dilebur ke BMKG: Dinilai Bisa Ganggu Fokus Mitigasi Bencana

News | Kamis, 10 September 2026 | 09:35 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik Perlahan ke Level Rp17.512

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik Perlahan ke Level Rp17.512

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 09:33 WIB

Badai Kelelahan dan Cedera Bayangi Persija Jakarta Jelang Pertandingan Kontra Persib

Badai Kelelahan dan Cedera Bayangi Persija Jakarta Jelang Pertandingan Kontra Persib

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 09:33 WIB

Lulus Sekolah Rakyat, Putri Dapat Beasiswa di Universitas Ary Ginanjar

Lulus Sekolah Rakyat, Putri Dapat Beasiswa di Universitas Ary Ginanjar

News | Kamis, 10 September 2026 | 09:27 WIB

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:23 WIB

×