Lagi, WHO Buat Tim Cari Asal-usul Virus Corona

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:41 WIB
Lagi, WHO Buat Tim Cari Asal-usul Virus Corona
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengumumkan akan ada 26 anggota komite penasihat yang akan melakukan studi penelitian asal-usul Covid-19 serta patogen lainnya yang potensial jadi epidemi.

Para ilmuan itu tergabung dalam The Scientific Advisory Group untuk Origins of Novel Patogen (SAGU) disebut sebagai upaya terbaru WHO untuk mengungkap awal dari virus Corona SARS Cov-2 yang saat ini menjadi pandemi dunia.

Maret lalu, WHO telah merilis laporan mengenai hasil pencarian asal usul virus corona dari tim peneliti. Menurut mereka, kemungkinan paling besar virus corona penyebab sakit Covid-19 berasal dari inang perantara yang diikuti oleh transmisi zoonosis.

Hal iti berbeda dro dugaan sebelumnya mengenai kebocoran di laboratorium yang disebut sangat tidak mungkin.

Namun laporan tidak menyimpulkan dengan pasti tentang cara virus masuk ke populasi manusia. 

"Memahami dari mana patogen baru berasal sangat penting untuk mencegah wabah di masa depan dengan potensi epidemi dan pandemi, dan membutuhkan berbagai keahlian," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, dikutip dari Fox News.

Munculnya virus baru yang berpotensi memicu epidemi dan pandemi juga dianggap menjadi fakta alam. Meskipun SARS CoV-2 termasuk virus terbaru, menurut Tedros, jenis virus itu bukan yang terakhir akan muncul di bumi.

Dalam pemilihan anggota komite penasihat itu, WHO mengandalkan usulan dari kumpulan lebih dari 700 aplikasi. Kemudian dikurasi menjadi 26 anggota yang memiliki keahlian di bidang mulai dari epidemiologi, kesehatan hewan, ekologi, kedokteran klinis, virologi, juga genomik.

"Kami sangat senang dengan kualitas ahli yang dipilih untuk SAGO dari seluruh dunia, dan berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk membuat dunia lebih aman," kata Tedros.

Dalam kapasitasnya sebagai badan penasihat untuk WHO, SAGO akan memberi saran kepada organisasi tersebut tentang pengembangan kerangka kerja global untuk mendefinisikan dan memandu studi tentang asal-usul patogen yang muncul dan berpotensi epidemi maupun pandemi.

SAGO juga berhak memberi saran kepada WHO tentang memprioritaskan studi dan investigasi lapangan ke dalam mata pelajaran di sekolah.

Dalam konteks pencarian asal usul virus SARS CoV-2, SAGO akan memberikan evaluasi independen kepada Sekretariat WHO atas semua temuan ilmiah dan teknis yang tersedia dari studi global dan memberi saran kepada Sekretariat WHO mengenai pengembangan, pemantauan, dan mendukung seri berikutnya..

SAGO akan memberikan saran cepat tentang rencana operasional WHO untuk menerapkan rangkaian studi global berikutnya tentang asal-usul SARS CoV-2, yang diuraikan dalam laporan pertama Maret lalu. 

Daftar publik dari anggota SAGO itu, 10 ahli di antaranya juga terdaftar di komite, termasuk ahli virus Belanda Marion Koopmans, ahli epidemiologi Denmark Thea Fischer, ahli epidemiologi Inggris John Watson, peneliti Rusia Vladimir Dedkov, spesialis kesehatan hewan Hung Nguyen dari Vietnam dan ahli epidemiologi Elmoubasher Farag dari Qatar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih dari 100 Warga Swedia Disuntik Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Lebih dari 100 Warga Swedia Disuntik Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Bali | Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:13 WIB

Selain Long Covid-19, Peneliti Juga Temukan Kasus Flu Panjang

Selain Long Covid-19, Peneliti Juga Temukan Kasus Flu Panjang

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Parah! Ratusan Warga Swedia Disuntik Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Parah! Ratusan Warga Swedia Disuntik Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Sumbar | Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:15 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB