alexametrics

Suar Matahari Besar Ancam Bumi Akhir Pekan Ini, Berpotensi Ganggu Satelit

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Suar Matahari Besar Ancam Bumi Akhir Pekan Ini, Berpotensi Ganggu Satelit
Ilustrasi badai Matahari. [Shutterstock]

Badai Matahari (suar) besar yang meletus beberapa hari lalu diperkirakan bakal mencapai Bumi akhir pekan ini.

Suara.com - Badai Matahari besar yang meletus beberapa hari lalu diperkirakan bakal mencapai Bumi akhir pekan ini.

Suar Matahari itu berpotensi mengganggu komunikasi berbasis satelit.

Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa Amerika Serikat atau US Space Weather Prediction Center (SWPC) melaporkan, badai Matahari besar meletus pada 28 Oktober, yang juga disebut sebagai salah satu yang terkuat dalam siklus bintang saat ini.

Mengutip Independent, Minggu (31/10/2021), Matahari menembakkan suar surya kelas X1.

Baca Juga: Apa yang akan Terjadi jika Suar Matahari Besar Menghantam Bumi?

Siklus ini berefek pada pemadaman radio kuat di Region 2887 atau sekitar Amerika Selatan pada 11.35 EDT (Eastern Daylight Time).

"Suar impulsif ini tampaknya berkaitan dengan badai matahari besar (coronal mass ejection/CME). Namun analisa masih berlangsung dan kami juga sedang menunggu citra koronagraf yang diperbarui saat ini," ujar SWPC.

Suar Matahari atau matahari meletus. [Spaceweather]
Suar Matahari atau matahari meletus. [Spaceweather]

Suar Matahari besar adalah sebuah fenomena pelepasan emisi materi bermuatan listrik serta medan magnet di ruang angkasa.

Saat benda itu mencapai Bumi, maka ia berinteraksi dengan medan magnet untuk menghasilkan arus di kerak Bumi.

X-Class disebut sebagai ledakan paling besar yang ditetapkan sesuai urutan angka.

Baca Juga: Badai Matahari Hantam Bumi, Waspada Gangguan Massal Jaringan Listrik

Sebagai contoh, X2 dua kali lebih kuat dari X1, dan X3 lebih kuat dari X2. Sementara yang paling kuat adalah flare X10.

Komentar