Kaspersky: 61% Orang Tua Masih Lalai IkutiAturan Penggunaan Gadget untuk Anak

Dythia Novianty

Jum'at, 05 November 2021 | 14:12 WIB
Kaspersky: 61% Orang Tua Masih Lalai IkutiAturan Penggunaan Gadget untuk Anak
Ilustrasi anak laki-laki bermain ponsel (Shutterstock)

Suara.com - Hasil studi terbaru Kaspersky mengungkapkan bahwa 61 persen orang tua merasa sulit menjadi panutan bagi anak-anak mereka.

Bahkan, terkadang para orang tua tidak mengikuti aturan yang sudah diterapkan untuk anak-anak mereka.

Pada saat yang sama, lebih dari separuh orang tua (54 persen) mencoba membangun kebiasaan dan aturan digital yang sehat untuk seluruh anggota keluarga.

Sejak usia dini, anak-anak cenderung meniru perilaku dan kebiasaan orang dewasa di segala bidang kehidupan, termasuk sikap terhadap perangkat digital.

Selain itu, banyak anak-anak yang telah menerima perangkat pertama mereka pada usia muda.

Menurut penelitian yang sama, 68 persen anak-anak menerima perangkat sebelum usia sembilan tahun.

Ilustrasi remaja bermain game di smartphone. (Pixabay/ natureaddict)
Ilustrasi remaja bermain game di smartphone. (Pixabay/ natureaddict)

Berdasarkan data tersebut, orang tua perlu menjadi panutan dalam penggunaan teknologi jika ingin menerapkan kebiasaan dasar digital yang sehat sejak kecil.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa orang tua mempersepsikan norma perilaku yang berbeda bagi
diri mereka sendiri dan anak-anak mereka.

Misalnya, hampir setengah (48 persen) responden mengakui bahwa mereka menghabiskan tiga hingga lima jam di perangkat setiap hari dan sebagian besar (62 persen) menganggap waktu ini normal.

baca juga

Untuk anak-anak, hampir separuh (48 persen) menghabiskan jumlah waktu yang sama di perangkat
layaknya orang tua mereka, yakni tiga hingga lima jam sehari.

Meskipun demikian, lebih dari separuh orang dewasa (53 persen) ingin anak-anak mereka menghabiskan lebih sedikit waktu di perangkat, maksimal dua jam.

Dalam beberapa skenario, responden menganggap perilaku tertentu dapat diterima untuk diri mereka
sendiri tetapi tidak untuk anak-anak mereka.

Misalnya, 37 persen orang dewasa percaya bahwa berbagi foto anggota keluarga di jejaring sosial adalah hal yang normal.

Sebaliknya, hanya sekitar 24 persen orang tua berpendapat bahwa hal ini dapat diterima untuk anak-anak mereka.

Sebanyak 22 persen responden juga menganggap wajar untuk melewatkan panggilan dan mematikan telepon pribadi sehingga tidak ada yang bisa menghubungi mereka.

Namun, hanya 10 persen orang tua yang menganggap perilaku seperti itu dapat diterima untuk anak-anak mereka.

Ilustrasi anak kecil bermain ponsel. (Pixabay/mirkosajkov)
Ilustrasi anak kecil bermain ponsel. (Pixabay/mirkosajkov)

“Saat ini, semakin banyak orang tua yang mencoba membangun kebiasaan digital yang sehat layaknya nutrisi dan aturan kesehatan fisik harian, dan lain-lain," kata Marina Titova, Vice-President, Consumer Product Marketing di Kaspersky.

Tetapi, dia menambahkan, tidak ada tren yang cukup jelas atau pola perilaku paling tepat untuk menetapkan aturan dan praktik digital tersebut.

"Pada saat yang sama, hasil survei kami menunjukkan bahwa kebanyakan orang dewasa (61 persen) mengaku merasa sulit untuk menjadi panutan," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (5/11/2021).

Terkadang mereka tidak mengikuti aturan yang mereka tetapkan untuk anak-anak mereka.

Demi membantu orang tua membangun praktik digital yang sehat, ada berbagai teknik dan alat yang tersedia untuk mendukung mereka.

"Ini termasuk seperti, permainan peran dan games misalnya, atau untuk pendekatan yang lebih teknis, tersedia solusi seperti aplikasi yang dapat membantu mengontrol waktu layar atau menentukan lokasi fisik si buah hati di manapun mereka berada,” beber Marina.

Sementara itu, menurut Birgitt Hölzel dan Stefan Ruzas dari latihan Munich Liebling + Schatz, konsumsi digital membentuk hubungan antara orang tua dan anak, dan yang lebih penting, berdampak pada perkembangan anak.

"Penelitian menunjukkan bahwa bayi mengalami masalah makan dan tidur, misalnya ketika orang tua menggunakan media digital secara paralel saat merawat mereka," jelasnya.

Dia menambahkan, ini adalah indikasi serius dari gangguan keterikatan baru (incipient attachment disorder).

"Anak-anak belajar dengan meniru. Itu sebabnya Anda harus selalu mempertimbangkan apa yang akan dilihat mereka secara konkret. Jangan lupa bahwa orang tua selalu memberikan contoh bagi anak-anaknya," ungkap Birgitt Hölzel dan Stefan Ruzas.

Ilustrasi keluarga sedang asyik berponsel. (Shutterstock)
Ilustrasi keluarga sedang asyik berponsel. (Shutterstock)

Namun, dia menambahkan, harus disadari bahwa fenomena ponsel cerdas baru terjadi selama dekade terakhir dan telah menjadi vital dalam kehidupan sehari-hari.

"Hal terpenting bagi semua orang tua adalah terus berbicara dengan anak-anak mereka tentang penggunaan media,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Internet Tanpa Pengawasan Orangtua, 3 Jenis Kecanduan Internet Mengintai Anak-anak

Pakai Internet Tanpa Pengawasan Orangtua, 3 Jenis Kecanduan Internet Mengintai Anak-anak

Health | Senin, 25 Oktober 2021 | 21:04 WIB

Kaspersky: Penggunaan Teknologi Biometrik seperti Face ID Adalah Ide Bagus, tapi...

Kaspersky: Penggunaan Teknologi Biometrik seperti Face ID Adalah Ide Bagus, tapi...

Tekno | Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:46 WIB

Tips Aman Transaksi dengan Pembayaran Digital

Tips Aman Transaksi dengan Pembayaran Digital

Sumut | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 13:42 WIB

Survei: Ini yang Jadi Momok Pengguna sebelum Beralih ke Pembayaran Digital

Survei: Ini yang Jadi Momok Pengguna sebelum Beralih ke Pembayaran Digital

Tekno | Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:25 WIB

Kaspersky: Daftar Serangan Siber Merugikan secara Finansial Periode 2021

Kaspersky: Daftar Serangan Siber Merugikan secara Finansial Periode 2021

Tekno | Senin, 11 Oktober 2021 | 16:18 WIB

Lockdown Bikin Hubungan Parasosial Marak di Seluruh Dunia, Termasuk Indonesia

Lockdown Bikin Hubungan Parasosial Marak di Seluruh Dunia, Termasuk Indonesia

Tekno | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 15:37 WIB

Terkini

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:43 WIB

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:38 WIB

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:32 WIB

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:30 WIB

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 17:26 WIB

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:20 WIB

×